
Happy Reading
***
'Dorrr'
Suara tembakan terdengar. Rachelia dan Lucy terkejut. Mereka mengalihkan pandangan mereka kearah sumber suara.
"Kakak, pergi dari sini" teriak seorang gadis.
Derick memperjelas pandangannya. Seorang gadis dengan pakaian serba hitam dengan pedang ditaruh dipinggangnya dan pistol ditangannya. Ia terlihat seperti seorang kesatria.
Derick terkejut karena orang itu adalah orang yang ia sayang yaitu Cassandra. Gadis itu baru saja sehat dan sudah berkeliaran lagi.
"Cassandra apa yang kau lakukan" guman Derick.
Beberapa orang berpakaian hitam mengahadang Derick dan Rachelia tak luput Cassandra pun ikut dihadang. Beberapa pedagang dan pengunjung disana melarikan diri.
Mereka menghajar para penjahat dengan brutal. Cassandra dan Derick mereka menghabisi para penjahat dengan cepat dan Rachelia juga ikut walaupun ia tak sehebat Cassandra dan Derick.
Setelah beberapa saat mereka hampir membunuh 25 penjahat yang ada. Tersisa hanya satu yaitu yang berada dibawah pimpinan Cassandra. Penjahat itu sudah hampir mati oleh Cassandra. Cassandra memotong kedua kaki penjahat itu.
"Siapa bos mu atau kau akan kubunuh" tanya Cassandra.
"Cih, aku lebih baik mati dari pada memberitahumu" kata orang itu.
"Kau sepertinya terlalu dimanja oleh bos mu" kata Cassandra. Ia mengeluarkan beberapa gepok uang dan melemparkannya ke arang orang itu.
"Jawab pertanyaanku lalu ambil uang ini dan pergi bersama keluargamu" kata Cassandra.
Penjahat itu tertarik dengan uang yang diberikan oleh Cassandra.
"Cepat katakan siapa yang menyuruhmu" bentak Derick.
"Mereka tak menyebutkan namanya tapi aku pernah dengar kalau mereka menyebut black Diamond" kata penjahat itu.
"Aku tak menyangka mereka akan datang secepat itu" kata Rachelia.
"Aku tau siapa" kata Rachelia.
Penjahat itu menundukan kepalanya ia mencoba menggapai uang didepannya. Namun dengan cepat pedang ditangan Cassandra sudah menebas kepala orang itu.
'Apa peduliku dengan keluargamu' batin Cassandra.
__ADS_1
"Kau pikir aku akan rela memberi uangku" kata Cassandra ia kembali memungut uang uang itu lalu ia masukan kedalam tas nya.
"Ayo kita selesaikan" kata Cassandra. Mereka berjalan menuju dimana mobil Cassandra berada.
"Kau baru sembuh, Ca" kata Derick.
"Gue udah sembuh, Ok" kata Cassandra.
"Gue gak yakin mending lo pulang biar gue yang nyelesaiin madalah ini" kata Derick.
"Ahh, gue gak mau bobo dirumah membosankan sedangkan kalian pergi bermain. Ck, kalian jahat" kata Cassandra ia melempar tasnya kedalam.
"Aku ikut atau aku akan melaporkan ini kepada Mommy" kata Cassandra ia tersenyum jahat melihat Derick yang ketakutan.
"Hmmm, baiklah" kata Derick.
Cassandra tersenyum kemenangan. Ia masuk kedalam mobilnya begitu juga Rachelia dan Derick diperjalanan Cassandra, Derick dan Rachelia merangcang rencana penyerbuan mereka. Pasukan pribadi milik Cassandra, Derick, dan Rachelia pun ikut turun tangan. Derick melacak markas milik black diamond. Mereka menghapal semua ruangab yang ada. Dan ruangan faorit sekaligus ruangan utama pemimpin merka ada dilantai 3 dan ruang nomor 205. Ruangan paling ayas dan paling mewah. Cassandra mengganti kausnya dari yang berwarna hitam menjadi berwarna putih mereka bertukar tempat Derick yang menyetir sekarang.
"Ca" panggil Rachelia.
"Hmmm" bals Cassandra.
"Maaf ya udah ngelibatin kalian" kata Rachelia.
"Keluarga kalian udah banyak jasa sama hidup gue" kata Rachelia.
"Lo itu pacar kakak gue otomatis jadi kakak gue kan" kata Cassandra.
"Hmmm" balas Rachelia.
"Setelah semua ini selesai kita jalan jalan yuk" kata Cassandra.
"Katanya mau ke jogja ya" kata Rachelia.
"Ia kita nanti pergi ke candi ok" kata Cassandra.
"Boleh" balas Cassandra.
***
Mereka sudah sampai dimarkas black diamond. Cassandra berjaga didepan pintu. Ia hanya disuruh berjaga dan tak boleh ikut bertarung. Pasukan mereka telah mengepung tempat itu. Rachelia dan Derick pun sudah mulei masuk kedalam.
"Kalian siapa" teriak seorang laki laki yang cukup tua.
__ADS_1
"Hahaha... Untuk apa kau tau itu kakek tua" kata Rachelia.
Ia mengangkat pedangnya.
"Menyingkir atau mati" teriak Rachelia.
"Cih, kau pikir aku akan kalah dari mu" teriak orang itu.
"Pffft, kau terlalu percaya diri kakek tua" kata Rachelia. Tanpa laki laki tua itu sadari sedari tadi orang orang dibelakannya sudah tewas dikalahkan para pasukannya dengan racun yang ditaruh di pisau mereka. Mereka lebih dulu dibius baru dibunuh.
"Aku tidak bodoh paman" kata Rachelia.
"Aku punya pasukan yang lebih banyak 2 kali lipat dari kalian" kata Rachelia.
"Diamlah kau aku tak akan kalah dari mu" teriak orang itu.
'Srekk'
Pedang milik Derick lebih dulu menebas kepala orang itu.
"Cerewet" guman Derick.
"Habisi semuanya" teriak Rachelia.
Pasukannya mulai menyerdu semua orang yang ada disana. Derick dan Rachelia berjalan menuju lantai tiga sambil diperjalanan sesekali menghabisi beberapa penjahat.
"Ha..ha..ha..sudah lama sekali aku tidak membunuh orang" kata Rachelia.
"Berhati hatilah lawanmu ini adalah orang yang cukup berbahaya" kata Derick
"Ok, Derick" kata Rachelia.
Rachelia menendang kuat pintu didepannya. Sekerika pintu itu rusak membuat Rachelia dan Derick melihat aksi menjijikan beberapa orang yang ada disana.
"Tenyata ada seorang jal**g ya, Ka" kata Rachelia.
Rachelia menyeringai. Ia melihat satu orang yang ia kenal ada didalam sana.
"Ah, ada jal**g dan beberapa orang orang ******** disini" teriak Rachelia sambil mengekuarkan ponselnya dan memoto orang orang yang ada disana.
"Ini pasti akan menjadi berita yang menarik sekali bukan" kata Rachelia.
"Terutama untuk mu, Sinta" kata Rachelia.
__ADS_1
Tbc