
Happy Reading
****
"Kau dasar brengsek kau sama saja mengambil keuntungan dariku" kata Angel. Ia turun dari tempat tidurnya.
"Kau sudah berani beraninya menyentuhku" kata Angel ai verjalan mendekati Alvaro.
"Beraninya kau membuat hidupku berantakan" kata Angel ia semakin mendekati Alvaro ia juga mengepalkan kedua tangannya.
"Kau berani menggangu ku dengan menerorku" kata Angel ia semaki. Dekat dan Alvaro pun reflek mundur melihat Angel yang marah kepadanya.
"Kau tau aku sampai tak bisa tenang pergi kemanapun karena kau" kata Angel. Ia semakin mendekat Alvaro yang ada didepannya mundur hingga mentok di sofa ia tak bisa mundur lagi.
Angel menarik dasi yang dipakai oleh Alvaro lalu menatap wajah Alvaro yang ada didepannya dengan tajam wajah mereka sangat dekat.
"Kau pikir kau siapa" teriak Angel.
Tapi karena Angel kurang keseimbangan Angel dan Alvaro jatuh keatas sofa dan bibir Angel menyentuh bibir Alvaro. Mereka terdiam beberapa saat lalu kembali sadar saat berikutnya.
"Ternyata kau yang agresif" kata Alvaro.
"Itu kesalahan aku tadi tak bisa menjaga keseimbanganku" kata Angel.
"Oh, ya tapi saat aku lihat tadi kau sepertinya bersemangat mendekatiku" kata Alvaro.
"Aku itu bersemangat untuk menbunuhmu" kata Angel.
"Oh ya" kata Alvaro. Ia menarik Angel kepelukannya.
"Kalau pun bohong aku suka kok" kata Alvaro.
"Kau tak lupa janji kita dulu" kata Alvaro.
"Janji apa aku tak pernah membuat janji denganmu" kata Angel.
"Kau pernah bilang kau kalau kau akan menikah denganku dimasa depan. Saat itu kau membuat ku menangis karena terjatuh dari ayunan" kata Alvaro.
Angel jadi mengingat saat ia bersama teman kecilnya ia pernah berjanji akan menikahinya dimasa depan karena ia telah membuat teman masa kecilnya menangis karena terjatuh dari ayunan
"Kau pasti memata matai teman kecilku ya, kau pasti memaksanya untuk mengatakan semuanya" kata Angel.
"Untuk apa aku sudah tau semuanya" kata Alvaro.
"Kau tak lupa dengan kata sandi kita bukan" kata Alvaro ia membisikan sesuatu ketelinga Angel dan membuat Angel kaget.
"Kau tak mungkin temanku" kata Angel.
"Kau sangat tak terlihat seperti temanku" kata Angel.
"Kau pasti hanya verlagak seperti temanku bukan" kata Angel.
"Untuk apa aku berbohong" kata Alvaro.
"Aku akan selalu ad disampingmu walau kau tak menginginkan itu" kata Alvaro.
"Aku tak mau kehilangan dirimu lagi" kata Alvaro.
"Dulu aku harus mengikuti ayah dan ibuku sekarang aku hanya bisa mengikuti mu saja. Ayah dan ibuku sudah menginggal beberapa bulan sebelum aku bertemu dengan mu lagi" kata Alvaro.
"Jangan pergi lagi" kata Alvaro ia memeluk dengan erat Angel.
"Jangan pergi lagi hiks, hiks. Jangan pergi lagi" kata Alvaro ia menangis tubuhnya bergetar Angel dapat merasakannya. Entah dapat keberanian dari mana Angel mengelus kepala Alvaro dan membalas pelukannya.
__ADS_1
Dulu temannya pun seperti itu saat akan pergi. Dulu sambil menangis temannya memeluk dirinya. Temannya juga selalu mengatakan 'Aku tak akan pergi' padahal Angel sudah membiarkan temannya pergi bersama keluarga nya. Angel hanya bisa tersenyum lalu berkata ' Ayah dan ibumu menunggu kau harus cepat pergi kau ingat janjiku kan aku akan menikahimu saat kita dewasa nanti'. Itu lah yang sekarang ada diingatan Angel.
"Tenang aku tak akan pergi" kata Angel sambil mengelus elus kepala Alvaro.
"Kau harus berjanji" kata Alvaro.
"Ya aku berjanji" kata Angel seketika Angel sadar apa yang ia ucapkan.
'Ngapain coba janji gak bakal pergi' batin Angel.
'Dasar bodoh kau Angel' batin Angel.
Angel mengumpati dirinya sendiri. Ia melepaskan pelukannya.
"Seajarang kau bisa pergi" kata Angel.
"Aku akan menjagamu saat tidur" kata Alvaro
"Bukankah itu berlebihan lebih baik kau bermain dengan Chris. Tapi ingat jangan menculiknya" kata Angel.
Ia berjalan menuju tempat tidurnya dan segera berbaring. Ia menujuk pintu yang tertutup.
"Keluar sekarang" kata Angel.
Akhirnya Alvaro keluar dari kamar Angel. Angel menatap keatas ia melihat langit kamar yang berwarna putih.
"Apa aku harus menerimanya sebagai, sahabat kecilku, ayah dari anakku dan suamiku jika aku menikah dengannya" kata Angel ia mengangkat tangannya.
"Apa aku harus melakukan itu semua" kata Angel.
"Itu terlalu rumit untuk diriku" kata Angel lalu ia menurunkan tangannya lalu menutup matanya.
"Tapi itu harus kulakukan" kata Angel.
***
"Mommy sudah sadar" kata Chris.
"Bagaimana kabar mu boy" tanya Angel.
"Baik mom. Amu sudah menemuka. Daddy ku dan benar saja paman Alvaro adalah Daddy ku mom" kata Chris dengan senyum yang lebar Angel yang melihat itu ikut tersenyum.
"Mommy akan tinggal bersama kami kan" kata Chris
"Eh, sepertinya tidak" kata Angel.
"Apa kau akan meninggalka. mommy" tanya Angel.
"Aku tidak akan meninggalkan mommy tapi kita akan tinggal bersama" kata Chris.
"Tapi mommy tak mau tinggal bersamanya" kata Angel.
"Mommy jahat masa gak mau tinggal sama Daddy. Padahal mommy pernah janji kalau bakal menerima ayah Chris" kata Chris.
"Itu berbeda dengan sekarang Chrid" kata Angel.
"Apa bedanya mom" kata Chris.
"Orang yang ternyata ayahmu itu adalah teman dari musuh mommy. Apa kau percaya dengan kata katanya" kata Angel. Chris terkejut dan langsung menatap Alvaro.
"Apa itu benar Dad" tanya Chris.
"Itu dulu dan sekarang berbeda" kata Alvaro.
__ADS_1
"Aku tau Daddy pernah menjadi musuh Mommy tapi semua orang bisa berubah mom" kata Chris.
"Tapi ini terlalu cepat untuk mempercayainya" kata Angel.
"Kita akan lihat seminggu kedepan" kata Angel.
"Maksudnya kau memberikan aku waktu untuk menunjukan rasa kasih sayangku kepadamu dan Chris" kata Alvaro dengan senang.
"Hanya kepada Chris aku tak butuh kasih sayangmu" kata Angel.
"Ok, aku akan membuktikannya" kata Alvaro.
"Semangat Daddy" kata Chris.
"Chris bukannya kamu harus istirahat juga" tanya Angel.
"Eh, ia sih mom tapi aku nau nemanin momny aja" kata Chris.
"Lebih baik kau beristirahat supaya cepat sembuh" kata Angel.
"Aku akan tidur di samping mommy" kata Chrsi ia naik keatas tempat Angel tidur lalu berbaring disebelah Angel sambil memeluk Angel. Tangan Chris menyentuh luka di wajah Angel.
"Siapa yang telah membuat wajah momny lecet" tanya Chris.
"Seseorang yang kau kenal" kata Angel sambil menatap Alvaro.
"Huh, beraninya dia. Aku akan menyuruh Daddy untuk membunuhnya" kata Chris.
"Oh, ya apa kau akan benar benar menyuruh ayahmu untuk membunuh orang itu" tanya Angel melihat wajah Alvaro menjadi merah.
"Ia aku tau Daddy pasti orang yang kuat dan bisa melawan orang itu dengan sekali serangan" kata Chris.
"Nanti setela kita keluar dari rumah aakit yang sangat membosankan itu kau suruh Daddymu untuk membunuh orang itu ya" kata Angel ia ingin tertawa melihat wajah Alvaro yang memerah.
"Maka dari itu kita harus tidur dan melihat orang itu dibunuh" kata Angel.
"Yaudah ayo kita tidur hari sudah malam kalau gak bobo kata Daddy bakal di bawa hantu" kata Chris.
"Kau pulanglah kami bisa berdua dirini" kata Angel.
"Gak aku tidur disofa aja" kata Alvaro.
"Terserah" kata Angel.
Ia menatap Chrsi yang sudah tertidur. Ia pun menutup matanya. Alvaro yang melihat itu berjalan mendekat. Lalu membenarkan selimut yang dipakai oleh Chris dan Angel. Alvaro mengecup kepala mereka berdua lalu tersenyum.
"Mimpi indah semuanya" kata Alvaro.
***
AUTHOR :
HAI SEMUANYA 👋👋
GIMANA CERITANYA ?
MAAF JIKA CERITANYA SEMAKIN TIDAK MENARIK LAGI YA !!!
MOHON MAAF JUGA JIKA ADA KESALAHAN, YA!!!
JANGAN LUPA KOMEN LIKE AND VOTE, OK
DADAH BYE BYE SEMUANYA 👋👋
__ADS_1
TBC