
Happy Reading
***
Lyandra tersadar dari lamunannya karena getaran hp di sakunya. Lyandra langsung melihat ponselnya.
'**Serahkan harta itu atau kau akan kehilangan orang yang berharga di hidupmu
Tuan. W**'
Tuan W lagi lagi mengirim peaan kepada Lyandra. Lyandra yang mendapat pesan itu langsung kaget dang langsung bertanya banyak pertanyaan kepada orang di dekatnya.
"Jes, lo gak apa apakan"
"Rel, lo gak apa apakan"
"Ada yang aneh gak, Ken"
"Kalian gak apa apakan" tanya Lyandra
Lyandra terus bertanya sampai ia ingat kalau ia punya Rio, Zio, dan Chely.
Sebuah pesan masuk lagi ke hpnya.
'****Sepertinya kau memilih kehilangan temanmu lagi seperti dulu
Tuan. W****'
Lyandra berteriak. Ia kesal kenapa di saat seperti ini ia tak bisa apa apa.
"Ahk" teriak Lyandra
"Keluar kau Tuan. W jangan sampai aku yang menghabisimu" teriak Lyandra ia menggebrak meja.
"Aku akan kelelas Rio kalian hati hati" kata Lyandra ia berlari keluar namun sudah di cegat oleh gurunya. Guru itu memegang tangan Lyandra.
"Kau mau kemana" bentak gurunya.
"Kau diam saja kalau masih mau hidup" bentak Lyandra ia menepis tangan guru itu dengan kasar.
'Ku pastikan kau tak akan selamat dari ku nanti Tuan. W' batin Lyandra
Lyandra berlari menuju kelas Rio, Zio, dan Chely. Kelasnya berada di lantai 3 dan berbeda bangunan dengan kelas Lyandra jadi dia harus berlari dengan cepat supaya semua selamat ia tak ingin kejadian dulu terjadi.
Flashback On
Bebrapa tahun yang lalu Lyandra mempunyai teman laki laki. Bernama Riko dia adalah laki laki pertama yang selalu ada setelah kakek Andrew meninggal. Mereka bagaikan kakak adik selalu bersama sama dimana pun mereka berada sampai suatu ketika. Mereka sedang berada di sebuah pantai mereka bermain air, membangun istana pasir, dan berenang. Sorenya mereka berjalan dan naik kesebuah kapal untuk berkeliling dan melihat sunset. Tanpa mereka sadari di kapal mereka sudah banyak penjahat yang mengincar Lyandra. Mereka mengepung Lyandra dan Riko. Lyandra tak membawa apa apa. Pistol dan pedangnya tak ia bawa. Lyandra yang sudah merasakan ada yang tidak beres dari sebelum mereka berangkat sudah memakai masker dan jaketnya ia tak ingin wajahnya terlihat oleh siapapun tapi bodohnya ia tak membawa alatnya itu.
"Nona. L" kata Tuan W
"Serahkan semua hartaku" kata Tuan W
"Aku tak akan pernah menyerahkannya" kata Lyandra
"Gadis keras kepala" kata Tuan W
"Ayo gadis manis serahkan semuanya aku akan membuatmu hidup bahagia dengan menjadi adikku" kata tuan W
"Tidak aku tidak mau" teriak Lyandra
"Kenapa kau tidak mau, hah. Bukan kah selama ini kau menginginkan keluarga" kata Tuan W
"Diam lah kau brensek beraninya kau menyerangku saat aku tidak siapa sungguh pengecut" kata Lyandra
"Kau, dasar tidak sopan bunuh temannya" teriak Tuan W.
"Apa yang mau kau lakukan bunuh saja aku jangan sahabatku" kata Lyandea
"Kau pikir aku bodoh jika kau mati maka hartamu akan di serahkan kepada keluargamu" teriak Tuan W
__ADS_1
"Aku tak akan pernah menyerahkan hartaku" kata Lyandra
"Baiklah kau yang pertama aku bunuh lalu temanmu setelah itu keluargamu" kata Tuan W
"Tolong jangan bunuh L ku kau bunuh saja aku dan aku akan memberikan hartaku kepadamu" kata Riko
"Kenapa kau melakukan ini Riko" kata Lyandra
"Tembak saja Aku" kata Lyandra
"Tapi aku akan menembak temanmu bagaimana tuan Riko" kata tuan W
Tuan W mencodongkan pistolnya ke Lyandra.
'Dorr'
Sebuah peluru menembus kepala Riko bukan Lyandra karena sebelum peluru keluar Riko lebih dulu mendorong tubuh Lyandra dan peluru menembus kepala Riko.
Lyandra langsung berjalan menuju Riko.
"Riko bangun jangan tutup mata" kata Lyandra
"Riko sayang aku kan, jangan pergi " kata Lyandra sambil mengelus pipi Riko yang sudah di aliri banyak darah.
"L, ka..mu ja..ga di..ri ka..mu ba..ik ba..ik. Ja..ngan ce..ngeng. Ri..ko gak su..ka. Dan sa..tu la..gi Ri..ko cin..ta sa..ma L ma..ka da..ri i..tu ja..ngan su..ka na..ngis ya" kata Riko terbata bata.
Lyandra yang mendengar itu langsung menangis maskernya pun menjadi basah.
"I Lov You, L" kata Riko lalu metanya tertutup.
"Kalian membunuh temanku ku pastikan kau tak akan hidup aman" teriak Lyandra
Ia langsung menghajar salah satu anggota dari Tuan W. Ia langsung mengambil pistol milik anggota yang sudah terkapar tak bernyawa. Ia menembak kesemua orang yang ada disana.
Orang orang yang ada disana belum siap menerima serangan yang akhirnya terkapar tak bernyawa karena semua peluru mengenai jantung mereka.
'*Aku akan membalas semua yang mereka lakukan' batin Lyandra
Flashback Off*
Lyandra berlari menaiki tangga dengan cepat. Teman temannya yang mengikutinya meneriaki namanya.
"Lyandra" teriak mereka
"Berhenti Lyandra" teriak Danzel
Semua tak di hiraukan oleh Lyandra. Lyandra lebih memilih berlari. Beberapa kali ia hampir terjatu dan menabrak orang tap ia tak peduli ia hanya ingin cepat sampai di kelas Rio, Zio dan Chely tapi mereka satu kelas. Lyandra tak ingin kehilangan sahabatnya seperti dulu.
Dan juga Lyandra sudah bilang kepada Zio kalau ia akan melindungi Zio dan sahabat sahabatnya yang selalu ada di sampingnya. Ia ingat kepada mereka dan hari hari yang mereka jalani.
Tak lama Lyandra sampai di kelas yang ia tuju. Ia menendang meja dengan kencang. Semua orang menatap sebal Lyandra.
'Woi cupu ngapain nendang pintu
Pengen di DO dia
Kurang kerjaan amat si cupu
Ngapain sih si cupu
Besok pati di DO dia'
Bukan itu saja yang di ucapkan para murid banyak yang mebgumpatnya tapi di anggap angin lalu oleh Lyandra.
"Kamu ngapain, Lyandra" teriak guru itu.
"Diam" kata Lyandra
Lyandra berlari mendekati meja Rio. Ia memeriksa laci dan tas Rio. Tidak ada apa apa di dalamnya. Lyandra memeriksa laci dan tas Chely dan disana juga tak ada apa apa. Semua menatap bingung Lyandra. Lyandra berjalan mendekati Zio.
__ADS_1
Lyandra memeriksa laci dan tas Zio dan tak ada apa apa juga. Lyandra sudah binggun ia duduk. Ia mendengar sebuah suara. Ia langsungg mencari arah suara yang ternyata ada di bawah. Lyandra memeriksa lagi ternyata ada di lemari di belakang Zio.
Dengan sekuat tenaga Lyandra mendorongnya. Ternyata ada bom yang di simpan disana. Semua langsung panik melihat itu. Semua menjauh hanya Lyandra yang berjalan mendekat. Aurel dan teman Lyandra yang lain sudah sampai di kelas itu.
"Ra, lo jangan sampai berbuat aneh" kata Aurel
" " tak ada jawaban
Lyandra memeriksa bom itu. Sungguh sulit. Ternyata tuan W pintar memanipulasi. Di bom itu terdapat 2 kabel berwarna merah yang sengaja di buat.
Tinggal 20 detik lagi tak mungkin akan sempat untuk menjinakannya.
Tak ada cara lain Lyandra akan membawa jauh bom itu dari keramaian. Lyandra membawa bom itu lalu berlari ke jendela.
"Lyandra jangan " teriak Rio
"Gue gak mau kehilangan lo" teriak Danzel
"Lo gak perlu berkorban" teriak Rio
"Ra, jangan" teriak Zio
Semua di abaikan Lyandra.
Lyandra tersenyum kepada semuanya. "Sampai jumpa semua" Lyandra loncat dari kelas Zio.
Dia seorang leader mafia loncat dari ketinggian seperti itu sudah biasa baginya. Lyandra berlari emnuju taman belakan disana ada kolam jima sempat itu pun.
Lyandra berlari. Tinggal 5 detik lagi. Dan kolam masih di depan sana.
'Booommm'
***
Aurel dan teman teman yang lainnya langsung menangis mendengar suara ledakan.
"Lyandra kok lo ninggalin gue sih" kata Aurel air matanya mengalir deras.
"Ara, lo jahat jahat" kata Chely ia memukul dirinya.
" Semua salah gue, gue gak bisa jaga dia" kata Rio
Rio menyalahkan dirinya padahal mamanya sudah menyuruhnya menjaga Lyandra.
"Kenapa ini bisa terjadi" guman Danzel air matanya mengalir semua menangis melihat kepergian Lyandra yang begitu cepat.
Chely menelpon Paman Dion untuk menyuruh semua pulang.
Tak lama setelah selesai berteleponnan dengan kepala sekolah. Pemberitahuan pun langsung datang semua sudah pulang. Di kelas itu hanya ada Aurel, Rio, Chely, Jessy, Ken, dan Zio. Kepala sekolah tiba tiba datang ia datang dengan panik dan keringat bercucuran yang tercampur dengan air mata.
"Chely, bagaimana keadaan Nona Lyandra" tanya Dion ia menangis setelah mendengar kabar kepergian Lyandra.
"Lyandra membawa bom loncat dari kelas dan pergi menuju taman belakang tapi baru beberapa detik bunyi ledakan terdengar. Lyandra sudah tiada. Lyandra meninggalkan kita. Hidupnya sungguh tidak adil" kata Chely sambil menangis.
"Padahal dia baru saja bicara padaku kenapa dia malah pergi" kata Zio ia duduk bersandar di tembok. Ia menangis ia sudah tak bisa menjaga image coolnya lagi.
Lyandra sudah dianggap adik oleh Zio.
Semua sudah selesai ia tak bisa menyalahkan Tuhan. Ia sudah gagal menjadi kakak dua kali.
***
**AUTHOR
JANGAN LUPA KOMEN, LIKE, DAN VOTE SEMUANYA!!!
GIMANA CERITANYA?????
BYE ✋✋**
__ADS_1