
Happy Reading
****
Angel sedang berada di candi borubudur. Ia mencari sebuah kertas yang disimpan di candi borubudur. Ia sudah seharian menyari kesana kemari dibantu oleh orang orangnya. Tapi taka da yang menemukannya. Hari sudah sore candi nya sebentar lagi akan ditutup. Angel dan yang lain lainnya berkumpul di bawah pohon. Angel mengambil air minum yang diberikan oleh Alex.
"Aku benci mencari" kata Angel.
"Bagaimana nona apa kita harus pulang dulu" tanya Salah satu dari mereka.
"Kita harus menemukannya sekarang" kata Angel.
"Katanya Di candi Borubudur bukan" kata Angel.
FLASH BACK
Tak lama 4 jam sesudah orang itu mematikan panggilannya. Angel mendapat sebuah pesan misterius. Angel langsung mengambil hpnya memeriksa siapa yang mengirim pesan.
'Kertas di Candi Borubudur'
Angel yang mendapat pesan itu langsung menelpon Alex supaya datang ke hotel untuk kembali ke Indonesia. Ia langsung bersiap siapa.
Ia sudah sampai di Jakarta dan ia langsung memesan tiket untuk berangkat ke Jogja. Ia tak mau memekai pesawat pribadinya. Saat sudah di Jogja Angel tidak segera menuju Candi Borubudur beristirahat dulu karena hari sudah sore. Keesokan harinya saat Candi sudah dibuka Angel segera pergi kesana. Ia mencari dimana kertas yang dimaksud sampai seharian.
FLASH BACK OFF
"Katanya di Candi Borubudur bukan" kata Angel.
"Kami juga sudah mencari disekitar candi dan semua kertas yang ada juga sudah kami periksa" kata Orang orang Angel secara bersamaan.
"Kalian pulang saja aku akan mencarinya sendirian" kata Angel.
"Tidak kami akan menemani anda nona" kata salah satu dari mereka.
"Satu jam lagi tempat ini akan ditutup kalian pulang saja aku akan menyusul kalian siapakan makanan yang enak untukku, ok" kata Angel.
"Baik nona" kata mereka lalu pergi.
"Aku akan menemanimu Angel" kata Alex.
"Tak usah kau pulang saja" kata Angel.
Akhirnya Alex mengalah dan pergi pulang.
"Ah, aku mencari dimana lagi" kata Angel. Ia melepas topi yang ia pakai. Setelah setenagh jam dari mereka pergi Angel kembali mencari. Saat ia melewati sebuat pohon ia melihat sesuatu yang aneh. Berwarna putih dan tergulung.
__ADS_1
Angel yang sudah kegirangan memanjat pohon itu. Pohon itu cukup tinggi Angel menaiki pohon itu dengan hati hati. Ia menginjak ranting pohon yang lama kelamaan mengecil. Ia menjulurkan tangannya untuk menggapai kertas yang disangkutkan di ranting diatasnya.
Dan akhirnya Angel mendapat kertas itu. Ia melompat dari atas pohon karena itu cukup mudah baginya yang mantan seorang mafia. Ia turun dengan sempurna. Ia berdiri lalu membersihkan celana pendeknya yang ia pakai namun baru satu langkah ia sudah jatuh lagi karena tak sengaja menginjak kulit pisang. Ia memegangi pantat dan pinggangnya yang sakit.
Ia membuang kulit pisang itu ke tong sampah didekatnya. Angel mengamuk pada dirinya sendiri karena bisa terjatuh.
Sambil berjalan pelan pelan ia keluar dari tempat wisata itu. Ia sedikit beruntung karena saat ia memanjat dan jatuh tadi tak ada yang melihatnya.
Angel membuka mobilnya lalu langsung menuju villa yang mereka tempati disana orang orangnya sudah menunggunya. Angel sedikit senang melihat orang orangnya sayang kepadanya. Angel dengan hari hati duduk karena pinggangnya masih sakit. Ia mengeluarkan kertas itu dari tasnya. Ia belum membuka kertas itu sat dijalan.
"Kau sudah mendapatkannya Angel" kata Alex dengan senang begitu juga dengan yang lain.
"Ah, ia. Tapi aku belum membukanya" kata Angel. Ia menuangkan airu kegelas yang ia pegang.
"Ayo kita buka" kata Alex.
Angel dan Alex membuka kertas itu beraam saat dibuka ternyata kertasnya kosong. Angel yang melihat itu ingin rasanya mengamuk. Karena terlalu kuat menggenggam gelas itu akhirnya gelas itu pecah ditangan Angel.
"Beraninya dia membohongiku" teriak Angel.
Ia mengambil hpnya lalu mencari no orang yang menelponnya ternyata no itu sudah tidak aktif.
"Ah" teriak Angel. Ia menghentak hentakan kakinya. Lalu membawa kertas itu kekamarnya.
"Beraninya dia membohongiku" teriak Angel.
Tiba tiba ponselnya berdering. Ia mengambil ponselnya.
"Hallo" kats orang disebrang sana.
"Hei ********. Beraninya kau menipuku. Apa kau tak atau apa yang kulakukan aku harus lakukan. Aku memanjat pohon dan saat aku turun aku terjatuh. Kau tau itu. Ah, untuk apa aku berbicara dengan orang yang" kata Angel sambil berteriak.
"Sabar Nona untuk apa kua berteriak. Saat ini memang aku yang salah karena salah menaruh kertas" kata orang disebrang sana.
"Kau bilang maaf. Cih, aku tak sudi menerima permintaan maafmu" kata Angel
"Oh, kau ternyata ingin anak mu mati ditanganku rupanya" kata orang disebrang sana.
"Hei, awas saja jika kau berani menyentuh anakku" kata Angel.
"Ok, aku minta maaf. Aku akan memberikan peruntunjuk yang kedua" kata orang disebrang sana.
"Cepat katakan" kata Angel.
"Ditempatmu" kata orang disebrang sana lalu mematikan panggilannya.
__ADS_1
"Ditempatmu. Petunjuk macam apa itu" kata Angel. Ia menjatuhkan tubuhnya keatas kasur.
"Chris kau tunggu saja aku akan menjemputmu" kata Angel.
Ia menutup matanya hari ini sangat melelahkan.
"Andai kau tau Chris. Kalau aku bisa bahagia tanpamu apa yang kau akan lakukan. Membenciku dan menjauhiku atau apa" kata Angel.
"Chris kau tau hidup ibu mu itu penuh perjuangan dari kecil. Ingin rasanya aku hidup sendiri di sebuah plenet dengan semua perlengkapan yang kubutuhkan" kata Angel.
"Ah, aku jadi seperti anak kecil yang menginginkan hal hal yang aneh" kata Angel.
"Tapi tunggu di tempatmu itu di mana" kata Angel. Ia bangun dan mulai mencari.
Ia meneliti semaua barang yang ada dikamarnya. Dan dia melihat sebuah benda asing berwarna merah. Ia mengambil benda itu yang ternyata berisi cincin. Angel membuka kertas yang ada disana.
'Will you marry me'
Angel ingin muntah membaca isi kertas itu. Ia memakainya di jarinya ternyata muat.
"Apa dia sengaja membuatnya untukku" tanya Angel pada dirinya sendiri.
Ia menatap dirinya dikaca. Aku merasa pernah melihat cincin ini tapi dimana itu yang di pikirkan oleh Angel.
"Ah, ia kakek tua itu" kata Angel.
Ia ingat kakek tua yang pernah bertemu dengannya yaitu kakeknya yang seorang musisi. Ia menelpon kakeknya untuk menyuruhnya datang ke mari dengan beberapa orangnya.
"Aku pernah lihat kakek memakai ini saat aku kecil" kata Angel
Angel menyimpan kembali cincin itu namun tak bisa dilepas membuat Angel kesal. Angel mencoba menggunakan sabun namun tetap saja. Dan akhirnya Angel menyerah dan terus memakainya sampai ia tertidur.
****
AUTHOR :
HAI SEMUANYA👋👋
GIMANA CERITANYA ???
MAAF YA KALAU YANG BELUM NGERTI CERITANYA NANTI BAKAL DI JELASIN KOK. TAPI SABAR, JANGAN LUPA KOMEN, VOTE, LIKE UNTUK MENINGGALKAN JEJAK !!!
BACA TERUS LANJUTAN CERITA INI YA!!! BABAY 👋👋
BERSAMBUNG ~~~
__ADS_1