
Happy Reading
***
Rachelia menatap Derick. Lyandra melihat perasaan rindu dimata Derick.
"Kau tau aku ingin sekali bersamamu selalu" kata Rachelia.
"Kau akan selalu disisiku" kata Derick.
"Itu mungkin katamu bagaimana jika terjadi sesuatu" kata Rachelia.
"Dan juga aku tau aku akan hidup sampai kapan" kata Rachelia.
"Aku akan selalu ada disisimu dan melindungimu" kata Derick.
"Kau kembalilah kekelasmu aku mau mendaftar dulu" kata Rachelia.
"Perlu kutemani" tanya Derick
"Jika tidak direpotkan" kata Rachelia.
Derick menggandeng tangan Rachelia menuju ruang kepala sekolah. Rachelia melihat Derick sangat bersemangat saat bersamanya. Ia berjanji akan membayar semua utangnya.
"Uncle" sapa Derick.
"Hai Derick siapa dia" tanya Dion yang sudah lama tak melihat Rachelia membuat ia lupa akan wajah Rachelia.
"Rachelia, panggil aja Cia Uncle" kata Rachelia.
"Oh, kau Cia anak dari Chley dan Dito kan" kata Dion.
"Hmmm" balas Rachelia
"Kau mau masuk sekolah ini" tanya Dion
"Iya" jawab Rachelia.
"Kau tinggal isi formulir ini" kata Dion setelah beberapa menit akhirnya Rahcelia selesai mendaftar disekolah itu. Rachelia mengajak Derick ke kantin untuk makan bareng.
"Kau nanti ikut kerumah" tanya Derick.
"Mungkin" jawab Rachelia.
"Besok malam kita pergi ke pasar malam" kata Derick.
"Jadi lebih baik kau menemui Mommy nanti" kata Derick.
"Ok" kata Rachelia ia manatap mata Derick. Entah kenapa ia suka menatap mata milik Derick.
"Apa kau tak pernah menyukai seorang gadis" tanya Rachelia kepada Derick.
"Pernah" jawab Derick.
Rachelia terkejut melihat itu ia langsung memasang wajah serius.
"Siapa" tanya Rachelia. Derick tertawa pelan.
__ADS_1
"Kau" jawabnya.
"Kenapa" tanya Rachelia.
"Kau baik, cantik, pintar, tak banyak gaya, dan juga menyenangkan kau membuatku nyaman didekatmu" kata Derick.
"Aku tak sebaik apa yang kau kira" kata Rachelia.
"Apa yang kau lakukan aku selalu menyutujuinya" mata Derick.
"Bagaimana dengan membunuh CASSANDRA" tanya Rachelia sambil tersenyum jahat.
"Apa maksudmu" tanya Derick kini ia manatap tajam Rachelia.
"Aku hanya bertanya" kata Rachelia.
"Cassandra sudah kuanggap adikku aku tak akan menyakitinya" kata Rachelia.
"Kau harus janji akan hal itu" kata Derick ia mencium bibir Rachelia.
"Ciuman pertamaku" guman Rachelia.
"Kita sama" kata Derick sambil tersenyum.
"Hah, kau juga. Aku bingung tante Ara sama om Darren gak terlalu dingin orangnya kok lo dingin sih" tanya Derick.
"Aku campuran mereka mungkin makanya sifat aku dingin" kata Derick.
Rachelia menyenderkan kepalanya di bahu Derick.
"Derick apa kita akan selalu seperti ini" tanya Rachelia.
"Biarkan aku seperti ini dulu" kata Rachelia.
Rachelia menjadi ingat akan keluarganya. Sudah lama ia tak mampir kemakam orang tuanya. Ia merasa sepi. Ia ingin seperti dulu bermanja manja kepada kakaknya tapi sekarang tak akan bisa. Ia beruntung mempunyai Lyandra, Darren, Derick, Devano dan Cassandra yang mengagapnya sebagai keluarga. Ia juga kadang mampir ke rumah Zio dan Aurel dulu saat ia tinggal dirumah Lyandra. Mereka merawat Rachelia selama beberapa bulan lalu ia pindah kerumahnya yang ada di luar negri ia menggambil beberapa pelayan yang Lyandra siapkan. Ia mengembangkan beberapa bisnis pakaian dan restoran serta cafe milik mendiang orang tuanya.
Lyandra selalu menelpon kepadanya seminggu 2 kali. Ia juga kadang menelpong Derick dan Cassandra. Hubungannya dan Devano cukup bagus walau tak sering bertelponnan.
***
Bel sekokah berbunyi. Ravhelia menunggu semuanya dimobilnya selama jam sekolah ia menunggu dimobil ia berencana pulang bersama teman temannya. Ia menunggu teman temannya sambil bersender disampinng mobilnya. Beberapa laki laki menghampirinya.
"Hai cantik" kata mereka.
"Hallo" jawab Rachelia walau matanya masih fokus kepada hpnya.
"Kok sibuk sama hp nya sih main yuk" kata Salah satu dari mereka.
"Bisa diam gak" kata Cassandra yang suaranya sudah naik satu oktaf.
"Kok galak sih" kata orang itu.
Rachelia hanya terdiam ia mementingkan hp nya dari pada 3 orang gila didekatnya. Tiga laki laki itu yang merasa terabaikan menjadi marah. Salah satu dari mereka menarik tangan Rachelia. Tak sengaja tangan orang itu menarik gelang yang dipakai Rachelia dan membuat gelang itu rusak.
"Apa yang kau lakukan" teriak Rachelia.
Rachelia menarik kerah baju laki laki didepannya.
__ADS_1
"Jangan kau kura aku tak vberani kepadamu" kata Rachelia.
"Kau sudah merusak barang berhargaju dan kau harus mendapat hukumannya" kata Rachelia.
Ia tiba tiba menyemprotkanobat bius kepada dua laki laki dibelakang orang didepannya. Kedua orang itu pingsan.
"Kau sudah menghancurkan barang berhargaku dak sekarang hukumannya" kata Rachelia ia memasukan obat bius kemulut orang itu.
"Tapi sepertinya sekarang tak akan bisa" kata Rachelia.
Ia menelpos seseorang dan tak lama orang orang itu datang.
"Cepat bawa mereka ketmpatku" kata Rachelia.
Dengan sigap mereka membawa orang orang ity pergidari sana. Dan 10 detik setelah orang itu pergi teman temanya datang.
"Cia kau udah lama nunggu" tanya Devano.
"Tidak aku tadi pergi kecafe untuk mengerjakan sesuatu jadi aku tak merasa lama menunggu" jawab Rachelia.
"Ayo kita pulang" kata Derick.
Mereka naik mobil masing masing. Akhirnya mereka sampai dikediaman Wilson. Rachelia manatap bangunan megah nan mewah didepannya.
Rachelia Pov
Sudah lama aku tak kembali kesini. Semua terasa masih sama. Yang membedakan hanya sekarang tamannya semakin hijau banyak bunga yang tertanam disana dan ayunan yang ada dipohon yang Derick dan diriku buat dulu sekarang semakin bagus.
Aku tersenyum aku berjalan digandeng oleh Derick mereka berjalan menuju ruang tamu disana ada Lyandra dan Darren. Akumelihat Lyandra sangat senang melihat kehadiranku. Aku berlari memeluk Lyandra.
"Bagaimana kabarmu" tanya Lyandra sambil mengelus kepalaku.
"Baik, Tan" jawab Rachelia.
"Apa kau merasa senang disana" tanya Darren ia mengelus kepalaku.
"Baik, om. Semuanya baik sama Cia" jawabku.
"Hanya satu yang membuatku tak nyaman tinggal disana" kataku sambil memasang wajah sedih.
"Apa itu" tanya Darren.
"Kalian. Kalian membuatku rindu dan tak nyaman tinggal disana" kata Rachelia yang mendapat lemparan bantal dari Diana, Cassandra, Tiara, Devano, dan Samuel.
"Awww" aku meringis karena banyak bantal yang terlempar kearahku secara bertahap.
"Cih, lebay amat masa cuma gara gara kita lo gak nyaman tinggal disana" kata Samuel.
"Gara gara kita atau kak Derick nih" kata Devano.
"Derick" guman ku yang ternyata terdengar oleh Darren.
"Kapan kau akan menikah dengannya" bisik Darren kepada ku membuatku sedikit kaget dan ku jawab dengan santai.
"Secepatnya om" jawabku sambil tersenyum.
"Kau yakin ingin menikah dengan es batu itu" tanya Darren ia tak ingin melihat Rachelia tersiksa hidup dengan anaknya.
__ADS_1
"100% persen" jawab Rachelia dengan pasti membuat Darren hanya menganggukkan kepalanya pelan.