Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
S2 ~ Bab 2


__ADS_3

Happy Reading


***


Cassandra kembali kekelasnya karena sudah waktunya belajar lagi. Saat Cassandra berbalik ia melihat kakaknya yang ada diujung jalan.


"Ah, dia mendengarnya" guman Cassandra.


"Kau harus cepat kembali Rachelia" guman Cassandra ia berlari menuju kelasnya.


Ia melihat semua temannya sudah ada dikelas. Ia menyapa kakaknya.


"Hai, Rick" sapa Cassandra yang hanya dibalas tatapan tajam tapi Cassandra tau disana ada kesedihan.


"Nanti kata Mommy kita kerumah om Zio" kata Cassandra.


"Hmmm" balas Derick.


"Kak Samuel nanti ikut" tanya Cassandra.


"Ikut lah orang itu rumah gue ya kali gue gak ikut" kata Samuel.


"Ya lah sapa tau lo udah di usir sama om Zio" kata Cassandra


"Duduk dan gak usah ribut" kata Derick.


"Ya ya. Ini juga mau duduk" kata Cassandra


"Nanti kita mampir dulu ke cafe ya" kata Cassandra kepada Derick.


"Ya" jawab Derick.


***


Bel sekolah sudah berbunyi semua murid berhamburan pulang Cassandra kini sedang di parkiran menunggu kakaknya Derick yang sedang berada di ruang osis sedangkan Devano ia bersama pacarnya Tiara, Diana dengan Gery anak dari Danzel dan Cindy. Kalau Samuel ia pergi sendiri.


"Maaf lama" kata Derick.


"Gak apa apa kok Kak" kata Cassandra.


"Lo itu musuh gue atau apa sih gue bingung" kata Derick.


"Bisa dibilang kau kakakku aku tak bisa menjadi musuhmu" kata Cassandra.


"Yasudah ayo kau mau nginap disini" tanya Derick.


"Gak" jawab Cassandra


Cassandra langsung masuk kedalam mobilnya mereka pergi ke cafe dulu untuk mengambil sebuah barang.


"Ca, cepet" kata Derick


Cassandra langsung masuk kedalam cafe dan tak lama ia keluar sambil membawa beberapa kotak terbungkus kertas berwarna merah.


"Apa tu, Ca" tanya Derick


"Rahasia" kata Cassandra


"Ayo" kata Cassandra


Mereka kembali melajutkan perjalanan menuju rumah Zio. Disana semua sudah menunggu mereka. Saat sampai disana mereka langsung masuk.


"Mom sama Daddy ada disini" tanya Derick.


"Ia" kata Cassandra


"Ayo masuk" kata Cassandra

__ADS_1


Mereka langsung menghampiri semua orang yang ada diruang tamu.


"Hai mom, dad, om, tan" sapa keduanya.


"Ni Mom" kata Cassandra sambil melempar kotak berwarna merah tadi.


"Apa isinya, Ra" tanya Zio


"Mainan" jawab Lyandra


"Mainan apa, Ra" tanya Aurel.


"Mainan biasa, Kak" jawab Lyandra


"Buang" kata Darren


Dia tau mainan apa yang dimaksud. Zio pun langsung mengerti ia melempar bantal kearah Lyandra dengan keras.


"Sakit, Ka" kata Lyandra


"Buang Mom" kata Devano dan Derick yang kini tau apa yang dimaksud.


"Kalo gak mau gimana" tanya Lyandra


"Buang" kata Darren dengan penuh penekanan.


"Besok bawa lagi ya Ca" kata Lyandra


"Siap Mom" kata Cassandra


"Cassandra" kata Darren dengan tatapan tajam.


"Ia Dad" jawab Cassandra


"Jangan pernah membawa itu kemari ok" kata Darren


"Lo si Ca ngajarin anak lo kayak gitu" komen Cindy


"Yang penting pinter dan catik itu sudah cukup untukku" kata Lyandra


"Mau bandel pun dia gak apa apa kok" kata Lyandra


"Mom, Rachel udah nelpon belum" tanya Cassandra.


" Belum emang kenapa" tanya Lyandra menatap bingung Cassandra.


"Gak kenapa napa kok, Mom" kata Cassandra ia berjalan kearah Samuel dan merebut makanan ditangan Samuel.


"Kak gimana hubungan kakak sama Kirana" tanya Cassandra.


"Siapa Kirana" tanya Zio


"Pacarnya kak Samuel om" jawab Cassandra yang sukses mendapat jitakan dari Samuel.


"Gak kok Pa" kata Samuel ia menatap tajam Cassandra yang cengengesan.


"Caca boong" kata Samuel lagi.


"Pa Ma boleh gak kalo nanti pas libur kami jalan jalan" kata Diana.


"Kemana" tanya Zio


"Ke Bandung" jawab Samuel


"Hmmm. Boleh" kata Zio.


"Makasih Dad" kata Samuel.

__ADS_1


***


Seorang laki laki menatap sebuah foto yang tergantung di kamarnya. Foto itu memperlihatkan seorang gadis sedang tersenyum manis sambil menggandeng tangan seorang laki laki. Laki laki itu tersenyum melihat foto itu. Rasa rindu menyerangnya entah kapan terakhir laki laki itu melihat senyum itu. Gadis kecil yang ceria dan berani itu selalu membuat dia tertawa dab tersenyum mereka telah menjalin hubungan selama 4 tahun tapi selama itu juga mereka tak pernah bertemu lagi.


Disisi lain seorang gadis juga memperhatikan foto yang sama. Air mata mulai menetes dari mata indahnya. Ia benci keadaan ini. Dimana ia sendiri tapi Itu dulu sekarang banyak orang bersamanya. Ia selalu merindukan semuanya tapi itu tak bisa diselesaikan dengan asal asalan. Ia sudah berjanji akan kembali tapi tak tau kapan ia bisa kembali dan memeluk laki lakinya. Ia tersenyum manis memeluk foto itu.


"Aku akan kembali tunggulah aku sayang" kata gadis itu. Ia meletakan foto itu kembali ke atas meja dan memilih tidur.


***


Pagi yang cerah Cassandra dan kakak kakaknya pergi bersama ke sekolah. Mereka selalu menjadi pusat perhatian apalagi kalau bukan karena kecantikan dan kepintaran mereka. Di perjalanan mereka bertemu dengan Samuel, Diana, Tiara dan Gery.


"Hai" sapa Diana.


"Na, lo udah ngerjain tugas belum" tanya Cassandra


"Tugas apa" tanya Diana


"Tugas matematika" jawab Cassandra


"Aku belum selesai giman nih" tanya Diana


"Buruang kerjain sana nanti kalo udah selesai datang kekantin" kata Cassandra


"Yaudahaku kerjain dulu, bye" kata Diana.


Diana berlari menuju kelasnya sedangkan Cassandra hanya tertawa melihat kebodohan Dianajelas jelas sekarang tidak ada pelajaran matematika dan sekarang pun semua murid tidak belajar dikarenakan ada rapat.


"Kau membodohi adikku" kata Samuel.


"Biarkan lah sampai ia menyadari kebodohannya" kata Cassandra.


"Ayo kekantin sekarang gueyang traktir" kata Cassandra


"Bener ya" kata Devano


Devano langsung berjalan sambil menarik tangan Tiara menuju kantin.


"Ayo" kata Cassandra kepada mereka yang tak beranjak menuju kantin.


***


Dikantin


Cassandra asik dengan makananya, Derick asik dengan ponselnya, Tiara dan Devano mereka berdua asik sendiri, Diana dan Gery juga sama mereka saling suap suapan, dan Samuel ia sedang chattingan sama temannya.


Semua keasikan mereka terganggu oleh suara gerbrakan meja yang membuat semua orang menatap mereka.


'Brakk'


Suara gerbrakan meja mengganggu mereka.


"Jal**g" teriak Sinta


Dia yang menggebrak meje dan membuat Cassandra dkk terkejut.


"Siapa yang jal**g" tanya Cassandra


"Lo udah rebut Derick dari gue dan lo juga dekatin Devano" kata Sinta ia menunjuk wajah Cassandra.


"Maksud lo itu gue ngerebut Devani dari Tiara dan ngerebut Derick dari lo" kata Cassandra dengan penuh penekanan.


"Ia, jal**g. Cih, gak tau malu ngedekatin semua orang dengan cara jual badan" kata Sinta ia mengengkat tangannya hendak menampar pipi milik Cassandra namun sudah ada seseorang yang lebih dulu menepis tangan kotor yang hendak menampar Cassandra.


"Siapa yang kau bilang jal**g, huh" tanya seseorang dengan nada penuh penekanan dan tatapan tajam membuat semua orang menjadi takut.


TBC

__ADS_1


__ADS_2