Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
S2 ~ Bab 3


__ADS_3

Happy Reading


***


"Siapa yang kau bilang jal**g, huh" tanya seseorang dengan penuh penekanan dan tatapan membuat semua orang menjadi takut.


"Menyingkirlah dari depanku. Aku mau memberi pelajaran kepada wanita jal**g" kata Sinta sambil menunjuk Cassandra.


Seseorang itu menatap Cassandra dengan tatapan tajam lalu menghela nafas panjang.


"Apa kau jal**g" tanya Seseorang itu.


"Hei apa kau bodoh aku bukan jal**g. Lagi pula aku tak mungkin mencari laki laki tampan aku bisa mendapatkannya walau aku hanya duduk saja" kata Cassandra ia mememutar bola matanya.


"Kau, berani beraninya menghina adik iparku" kata seseorang itu.


"Adik ipar" beo semuanya.


"Huh, Cassandra adik dari Devano dan Derick. Apa kalian puas dengan pernyataan itu. Dan satu lagi kalau kalian berani menggangu orang orang terdekatku maka jangan harap kau masih melihat dunia ini" kata seseorang itu sambil memegang dagu Sinta lalu menamparnya.


"Itu karena kau berani mengganggu Cassandra" kata seseorang itu.


"Kalian semua kembali ke kegiatan kalian masing masing" teriak seseorang itu yang seketika semua oramg kembali ke kegiatannya.


Seseorang itu menatap sekelilingnha lalu berjalan menjauh dari kantin diikuti Cassandra dkk. Sampai akhirnya mereka di rooftop. Seseorang itu tersenyum.


"Kalian gak kangen ke gue" tanya seseorang itu.


"Rachelia" teriak mereka semua yang ada disana memeluk orang itu kecuali Derick.


"Kok balik balik gak ngabarin padahal biar gue jemput ke bandara" kata Cassandra sambil menghapus air matanya yang telah jatuh.


"Heheheeee. Rencananya mau kasih surprise eh malah gak jadi liat lo dibully" kata Rachelia ia tersenyum ia menatap Derick tang hanya memandanginya.


"Apa kalian tau aku baru pertama kali melihat pasangan yang selama pacaran gak pernah ada kencan, gandengan, pelukan sama ciuman. Kaya ngejalaninnya itu kaya temenan biasa aja tau" sindir Cassandra sambil menatap Rachelia.


"Bukan urusanmu" kata Rachelia.


"Kalian bisa pergi" kata Rachelia sambil menunjuk pintu rooftop yang terbuka.


"Ayo teman teman kita diusir dari sini" kata Diana. Ia menarik tangan kakaknya dan Cassandra keluar. Semua sudah keluar menyisahkan Derick dan Rachelia.


Rachelia membelakangi Derick. Ia menatap sebuah taman yang ada didekat sana walau diluar lingkungan sekolah. Disana taman dimana Derick menyatakan perasaannya kepada Rachelia. Tiba tiba Derick memeluk Rachelia dari belakang.


"Kau ingat" tanya Derick.


"Aku selalu ingat" kata Rachelia.


"Aku tau kau ingat" kata Derick ia mencium pipi Rachelia.


"Kita sudah lama tak bertemu bukan" kata Rachelia.

__ADS_1


"Hmmm, kau mau apa" tanya Derick ia menatap mata hitam pekat itu.


"Kau tau ada pasar malam yang buka" kata Rachelia


"Akan ku temani" kata Derick.


"Kenapa kau cepat kembali" tanya Derick ia melepaskan pelukannya ia menarik Rachelia untuk duduk di pangkuannya di sebuah sofa yang masih bagus didekat mereka.


"Kau tak suka aku kembali" tanya Rachelia.


"Aku tau kau kembali bukan karena aku tujuan utamanya bukan" kata Rachelia.


"Kau memang serba tau, sayang" kata Rachelia.


"Kau pasti tak ingin punya kekasih bodoh" kata Derick.


"Hmm" balas Rachelia ia mengangguk membenarkan ucapan Derick.


"Jadi karena apa" tanya Derick.


"Aku sudah menemukan mereka" kata Rachelia.


"Kau masih menyelidiki kejadian itu" kata Derick.


"Aku memang harus menyelidikinya" kata Rachelia ia menatap kosong langit biru diatasnya.


Rachelia Pov


4 tahun yang lalu.


"Kau tak apa apa Rachelia" tanya kakaknya. Rachelia hanya tersenyum ia mengambil posisi kuda kuda dulu. Saat ia hendak menandang kakaknya ia mendengar suara tembakan. Salah satu pembantunya berlari kepadanya pembantunya datang dengan wajah panik.


"Non Lia sama Tuan Denis kalian harus sembunyi" kata pembantunya.


"Kenapa bi cepet ngomong" kata kakaknya.


"Bibi gak bisa ngomong banyak cepet lari sembunyi" kata bibinya ia mengambil beberapa pistol yang ia sembunyikam.


"Bibi kenapa jangan buat Lia panik" kata kakaknya ia memeluk Rachelia yang sudah ketakutan.


"Kalian cepat pergi biar bibi halang mereka" kata bibinya.


Kakaknya pun menarik dia menuju hutan yang ada belakan villa mereka. Mereka sedang berlibur sekarang mereka berlari tak tentu arah. Terdengan suara tembakan berkali kali saat mereka belum jauh. Suara itu membuat mereka berlari dengan cepat. Namun apa daya mereka. Saat sedang berada di ujung jurang sebuah peluru mengenai dada kiri kakaknya. Rachelia menangis. Ia membawa kakaknya berlari walau ia tau kakaknya tak akan sanggup suara kaki orang berlari terdengar. Rachelia tak punya pilihan. Didepannya ada jurang yang dibawahnya ada sungai yang cukup deras. Rachelia menatap kakaknya. Kakaknya sudah tak membuka matanya.


"Kak ini jalan terakhir" kata Rachelia.


Ia loncat bersama tubuh kakaknya. Ia tersenyum miris. Liburan yang seharusnya menyenangkan menjadi menyeramkan ia harus menghadapi banyak penjahat. Didepan matanya ia melihat kakaknya dibuh oleh orang orang jahat.


Ia melihat keatas samar samar ia melihat ada beberapa orang berpakaian hitam membawa pistol dan pedang berlumuran darah. Ia menahan tubuhnya supaya tak mengambang keatas dan terlihat oleh para penjahat.


Ia sudah kehabisan nafas. Ia membawa tubuhnya dan kakaknya dengan penuh perjuangan ke pinggir sungai. Saat dipinggir sungai ia mengambil hp yang anti air membuat hpnya tak rusak terkena air. Ia menekan nomor telepon penyelamatnya.

__ADS_1


"Tante Ara tolong Lia" katanya dengan terbata bata. Lalu ia tak sadarkan diri.


***


Ia membuka matanya. Ia melihat ruangan yang terasa tak asing. Ia berada dirumah penyelamatnya.


"Lia, kau sudah sadar" kata penyelamatnya yang tak lain adalah Lyandra.


"Kakak sama mama papa mana, Tan" tanya Lia ia duduk di kasurnya.


"Maaf, Lia" kata Lyandra ia memeluk Rachelia.


"Mereka sudah pergi" kata Lyandra.


Air matanya menetes. Ia tak bisa .enerima kentaan itu. Mama, Papa, dan Kakaknya meninggalkan dia sendiri.


"Kamu gak sendiri Lia ada tante" kata Lyandra.


"Tante kenapa mereka jahat ninggalin Lia" kata Rachelia.


"Lia ini takdir kita gak bisa mengerubahnya" kata Lyandra ia memeluk gadis kecil yang menangis dengan histeris itu. Ia pernah meresakan apa yang gadis kecil itu rasakan.


"Chely dan Dito udah nitipin kamu sama Tante" kata Lyandra.


Mendengar Lyandra menyebutkan nama orang tuanya Rachelia makin menjadi. Tangisnya bahkan terdengar sampai luar padahal ruangan itu kedap suara.


Rachelia anak kedua dari Chely dan Dito. Kakaknya bernama Denis dan dia Rachelia. Hidupnya berubah dalam sekejap dalam semalam.


Rachelia yang ramah penuh tawa dan senguman berubah menjadi gadis dingin dan kejam berkat didikan dan ajaran dari Lyandra.


"Kau mau balas dendam" tanya Lyandra.


"Maksud tante" tanya Rachelia. Air matanya mulai berhenti ia mematap Lyandra penuh penasaran.


"Balas dendam atas kematian keluargamu" kata Lyandra.


"Kisah kita tak beda jauh" kata Lyandra membuat Rachelia makin bingung.


"Akan ku ceritakan sekarang" kata Lyandra


Ia menceritakan awal hidupnya sampai saat ia melahirkan Cassandra. Dan setelah itu tak ada musuh yang berani mengganggunya


Lyandra menyeringai. Ia menatap Rachelia yang terkejut mendengar ceritanya. Lyandra tertawa kecil.


"Aku akan bertanggung jawab dengan keselamatanmu" kata Lyandra


"Aku mau tante" kata Rachelia.


Lyandra memeluk gadis kecil itu. Ia tersenyum Dalam hati ia menangis melihat gadis kecil yang merupakan salah satu kesayangannya tersakiti.


'Aku akan menepati janjiku Chely' batin Lyandra.

__ADS_1


Flashback Off


TBC*


__ADS_2