
Happy Reading
***
"Sepertinya aku terlalu baik kepada kalian sehingga kalian terlalu percaya diri" kata Lyandra.
"Maafkan kami ya" kata Jessy ia berusaha supaya Lyandra memaafkan mereka.
"Jangan harap" kata Lyandra.
***
"Lyandra maafin kami. Kami tau kami salah karena kami udah gak percaya sama kamu tapi kami janji gak bakal lagi gampang ke pengaruh sama Bella" kata Aurel.
"Segitu gampangnya kalian minta maaf" kata Lyandra.
"Dito kamu gak bakal ngebatalin pernikahan kita kan" kata Chely kepada Dito.
"Maaf aku tak bisa melanjutkannya karena aku tak ining membangun hubungan kepada orang yang tak setia sepertimu" kata Dito.
"Kau sudah hampir membuat adikku ini ingin bunuh diri dan kau tak setia bersahabat dengan Lyandra" kata Dito.
"Tapi kamu gak bisa gitu aku udah mau ngasih tau orang tua aku tapi kamu malah ngebatalin pernikahannya" kata Chely ia mulai menangis.
"Tolong Lyandra jelasin ke Dito aku gak mau putus" kata Chely sambil brrsujud di kaki Lyandra.
Lyandra yang merasa risih segera mengangkat tubuh Chely lalu berkata.
"Maaf Chel apa yang kau tanam itu yang kau tuai nantinya" kata Lyandra.
"Dan juga aku udah maafin kalian tapi kalau soal kita bersahabat lagi aku udah gak bisa karena kepercayaan aku sama kamu udah hilang" kata Lyandra.
Lyandra berjalan sambil menarik tangan Dito dan Danzel pergi di ikuti Zio dan Ken.
"Dan aku juga akan membatalkan kerja sama antara perusahaan kita" kata Lyandra.
Semua kaget mendengar itu apa lagi Rio karena perusahaannya berjalan atas uang bantuan dari Lyandra.
"Lyandra apa kamu gak salah" tanya Zio
Ia menatap bingung Lyandra. Baginya Lyandra sangat kejam dan menarik.
"Kau tak boleh terlalu kejam karena kalau kau terlalu kejam tak akan ada orang yang betah di dekatmu" kata Zio
"Selama ini kau selalu ada di dekatku" kata Lyandra.
"Kakian ayo jalan kita ke mansion yang waktu itu di pinjam Zio" kata Lyandra
"Ok" kata mereka.
Lyandra ikut dengan Dito dan yang lain mobil masing masing.
***
Lyandra sudah sampai di mansionnya sama dengan yang lain. Lyandra berjalan masuk kedalam mansionnya. Disana ada Bella dan mama tirinya. Bella dan mama tirinya sudah sangat menderita. Tubuhnya penuh cambukan dan pakaiannya juga sudah terkena darah.
Lyandra dengan santai berjalan duduk di singgasananya yang sudah di siapkan oleh Arthur dan Zein.
Lyandra memgambil cambuk yang sudah disiapkan.
__ADS_1
'Ctarr'
'Ctarr'
'Ctarr'
Lyandra mencambuk kaki Bella dan mama tirinya.
Lyandra tertawa melihat mereka tersiksa. Lyandra kembali mengangkat cambuknya ingin mencambuk lagi tapi ia kasihan melihat wajah Bella yang sudah merah menahan sakit, marah, dan sedih.
"Kau kenapa Bella" tanya Lyandra.
"Dasar wanita iblis" teriak Bella.
"Jangan berteriak kepada nona kami" kata Arthur is menendang Bella.
"Kau memang pantas di sebut wanita iblis kau sudah membunuh anakku menyiksaku dan juga anakku" kata Mama tirinya.
"Lantas apa peduliku" kata Lyandra ia berjalan mengambil sebuah pedang dan mengayun ayunkan pedang di depan mama tirinya.
"Kau tau aku selalu merasakan ini di dekatmu" kata Lyandra.
Ia menyayat tangan mama tirinya dan berkali kali walau pelan tapi sayatan itu sangat dalam.
"Kau tau waktu itu kau menyiksaku lalu menyiram tubuhku dengan airkan" kata Lyandra.
Lyandra mengambil sebuah ember yang di dalamnya berisi air garam. Lyandra menyirampan itu ketubuh Bella dan mama tirinya.
"Dasar gadis psikopat" teriak mama tirinya sambil memegangi tubuhnya yang perih. Mereka menahan rasa sakitnya.
"Kau akan selalu mendapat siksaan yang jauh lebih parah dari siksaan yang dulu sering kau berikan kepada aku" kata Lyandra
"Jika kau berani kabur dariku akan kupastikan kau akan mendapat siksaan yang lebih besar dari tanganku" kata Lyandra ia mengelap pedangnya yang sudah terkena darah.
"Kalung itu akn mengeluarkan setrum listrik tingkat tinggi kalau kau berada 10 langkah jauh dari mansionku" kata Lyandra.
"Kalian harus berkerja denganku secara cuma cuma untuk membayar semua utang kalian dan kalian jangan pernah berpikir untuk kabur dan kalian hanya akan di beri makan minum dan pakaian soal tempat tinggal aku punya gudang kosong di belakang tinggal kain bersihkan" kata Lyandra
"Tapi nona banyak kamar pelayan yang masih kosong kenapa harus di gudang belakang nona" kata Arthur.
"Apa aku meminta pendapatmu tuan Arthur lebih baik kau urus masalah si tua bangka itu cari dia sampai ketemu buat anak dan istrinya menjadi umpan" kata Lyandra dingin sambil menatap tajam Arthur.
Arthur yang mendapat tatapan tajam dari Lyandra segera menunduk memberi hormat lalu pergi.
"Kalian ajak budakku ini ketempatnya lalu biarkan mereka membersihkan tempatnya sendiri jangan ada yang membantunya jika tak ingin mati mengenaskan" kata Lyandra
"Baik nona" kata pelayan pelayan yang berdiri di dekat sana.
***
Bella dan mamanya sudah di seret menuju belakang. Lyandra duduk di sofanya singgasananya telah di kembalikan.
Lyandra memanggil pelayannya dan menyuruhnya membawa makanan dan minuman. Tak lama pelayan itu membawa jus jeruk dan beberapa cemilan.
Danzel dkk dan Dito duduk di kursi yang tersisa.
"Lyandra kau terlalu kejam" kata Zio
Lyandra tertawa mendengar perkataan Zio.
__ADS_1
"Kau tak tau bagaimana besar penderitaanku" kata Lyandra
"Bisa kau ceritakan" kata Zio
"Terlalu panjang dan kalau di tulis akan menjadi novel berjudul balada hidup Lyandra" kata Lyandra sambil tertawa kecil.
"Lyandra apakah aku boleh bertanya" tanya Danzel
"Kau sudah bertanya tuan Danzel" kata Lyandra
"Ck, aku ingin bertanya siapa kau sebenarnya" tanya Danzel
"Aku Lyandra Anatasha Carroline V. Umurku 15 tahun, Aku sudah S3 di umur 14 tahun dan aku pemilik perusahaan terbesar 3" kata Lyandra dengan nada sombongnya.
"Cih sombong sekali" kata Ken
Lyandra melihat Zio yang terdiam langsung bertanya.
"Kau kenapa Zio" tanya Lyandra
"Aku tidak kenapa napa. Aku pulang duluan ada urusan. Kalian nikmati saja acara kalian" kata Zio lalu beranjak pergi meninggalkan mereka.
"Jangan beritahu orang lain kalau kau tak mau mati" teriak Lyandra sambil melihat punggung Zio yang sudah menjauh.
"Dia kenapa" tanya Zio
"Aku tak tau" kata Lyandra
"Dia ganteng ya" kata Lyandra
"Tapi gantengan Danzel" kata Lyandra saat melihat wajah Danzel yang masam mendengar ia memuja Zio. Saat Lyandra bilang Danzel tampan wajah Danzel memerah membuat Lyandra menggodanya.
"Wajahmu kenapa Danzel" tanya Lyandra pura pura tak tau.
"Kau memerah apa kau sakit" tanya Lyandra
"Dia langsung malu di goda olehmu" kata Ken.
"Oh ya" tanya Lyandra.
"Tidak" kata Danzel ia memalingkan wajahnya.
"Apakah kau mau menjadi pacarku" tanya Lyandra sambil memberikan bunga mawar kepada Danzel.
Wajah Danzel kembali memerah. Lyandra tersenyum di hatinya.
AUTHOR :
HAI SEMUANYA
GIMANA CERITANYA MENARIK GAK ???
SERU GAK ????
BIKIN PENASARAN GAK ??
JANGAN LUPA KOMEN, LIKE, DAN VOTE YA !!!!
BABAY TEMAN TEMAN !!!!
__ADS_1