Maafkan Aku Ibu!

Maafkan Aku Ibu!
Bab 12.


__ADS_3

Setelah selesai beberes warung waktu sudah menunjukkan hampir tenggah malam sekitar pukul 22.00 wib, ayah dan ibu tinggal mengunci warungnya dan siap untuk pulang.


"Alhamdulilah sudah tertutup semua yuk! bu kita pulang!" ajak ayah.


"Iya alhamdulilah sudah pulang semua, iya ayah, yu! kita pulang anak-anak pasti udah pada tidur semua," kata ibu.


Ayah dan ibu membawa motor masing-masinf karena ayah kewarung duluan tidak mungkin dengan berjalan kaki kan, jadi saat pulang pun naik motornya masing-masing, ayah mengendarai motor yang biasa khusus untuk ke pasar, sedangkan yg khusus untuk jualan ayah simpen di warung.


Di tengah malam yang gelap gulita tanpa semakin gelap karena sudah sepi jalannya pun semakin tidak terlihat kalo hanya pejalan kaki tanpa senter, unyung ayah dan ibu mengendarai motor jadi bisa melihat jalan wakaupun tak semuanya.


Karena ini masih daerah perdesaan masih minim pencahayaannya hanya mengandalkan beberapa lampu dari ruko yang saat sore masih aktif tapi ini sudah malam banyak ruko yang sudah tutup jadi lampunya di matikan dan jalannya pun jadi gelap.


Sekitar 15 menit mereka berkendara akhirnya sampai juga di depan rumah, yang pertama sampai rumah adalah ibu, karena memang tadi ibu berkendara di depan ayah, sedangkan ayah sengaja mengalah berkendara di belakang ibu untuk menjaganya.


"Alhamdulilah sampai rumah dengan selamat, bentar ibu buka dulu pintunya," uncap ibu penuh sukur sambil memncari kunci rumah dan membuka pintu.


"Alhamdulilah, sampai juga," sahut ayah masih duduk di atas motor menunggu ibu membukan pintu.


Ibu berdiri di depan pintu dan langsung membuja pintunya, cekrek... dan pintu pun terbuka ibu minggir dan membiarkan ayah masuk terlebih dulu, saat ibu hendak memasukan motor miliknya ayah mencegahnya.


"Bu, udah biarin aja biar ayah yang masukin motornya ibu masuk aja kedalam duluan, tenggokin anak-anak," cegah ayah menghampiri ibu.


"Oh iya Yah! makasih ya udah mau bantuin ibu, kalo gitu ibu masuk dulu ke dalam tenggokin anak-anak," ibu memberikan kuncinya ke ayah dan masuk ke dalam lalu menuju kamar putrinya.


Di depan kamar putrinya ibu siap untuk membuka pintu kamar dengan berlahan dan mengintip sedikit saja, setelah memastikan kedua putrinya tidur nyenyak ibu menutup kembali pintu kamar dan menuju kamar mandi untuk bebersih diri sebelum tidur.


"Gimana bu? anak-anak udah pada tidur?" tanya ayah.

__ADS_1


"Akh ayah bikin ibu kaget aja kirain ibu masih di depan rumah ehh gak tahunya udah masuk, pintunya udah di kunci yah?" tanya ibu terkejut.


"Hufftt, berarti impas dong ya! tadi di warung ibu juga mengejutkan ayah kan! satu sama ya kita pintu udah ayah kunci kok!" jawab ayah menahan tawanya.


"Dihh! malah tertawa awas ya, seneng bamget lihat istrinya kaget," ibu mendaratkan cubitan kecil ke arah tangan ayah.


Aduh!! teriak ayah pelan, ibu pun tidak perduli ia segera masuk kamar mandi sambil tertawa usil, lupa menjawab pertanyaan ayah tadi.


Ayah yang tadi tidak dapet jawaban dari ibu pun mengintip sendiri di balik pintu kamar dengan sedikit membuka pintunya setelah mendapatkan jawaban dari pertanyaanya ayah pun menutup kembali pintunya dan menunju kamar mandi untuk bebersih gantian dengan ibu.


Di dalam kamar Utama(kamar ayah-ibu)


Saat ayah masuk kamar setelah bebersih badan di kamar mandi, di kamar sudah ada ibu yang berbaring di kasur, ibu terlihat sangat kelelahan hari ini setelah menjalani hari-harinya.


"Bu sudah tidur ya!" panggil ayah berharap ibu masih terjaga.


"Ohh udah tidur ya, yaudah lah ga Apa-apa hitung sendiri aja deh, buat modal besok giling," ayah bermonolog.


Ayah keluarkan isi tas hitam yang ia gendong sedari tadi ada dua jenis tas yang satu tas pinggang sedang untuk ayah pakai saat berkeliling yang satunya lagi tas agak lebih besar ukurannya untuk di pangkalan warung bakso ayah.


Satu persatu ayah rapikan dulu uangnya agar mudah di hitung berapa jumlahnya nanti, memang semenjak ada pemasukan tambahan dari pangkalan bakso, perekonomian ayah jadi terbantu di tambah baksonya selalu habis terjual, tapi tak menjadikan ayah dan ibu sombong mereka tetap selalu bersukur.


Dengan cara selalu mengadakan Jumat berkah yaitu bagi-bagi bakso gratis setiap minggunya, untuk membahagiakan para pelangan dan membantu rakyat bawah terutama para pemulung barang bekas.


Setelah selesai menghitung hasil jualan hari ini dan memisahkannya untuk modal kembali ayah sudah lekah dan segera menuju tempat tidurnya untuk melepas rasa penatnya.


"Alhamdulilah, akhirnya bisa rebahan juga setelah seharian ini berjualan, waktunya tidur dan beraktifitas lagi besok," ayah mencoba memejankan matanya yang sudah lelah tak lupa membaca doa dulu. Ayah pun tertidur terbuai dalam mimpi indahnya malam ini.

__ADS_1


*****


Keesokan harinya seperti biasa di pagi buta saat azdan subuh berkumandamg dari masjid membangunkan ayah dan ibu dari tidurnya, untuk mekakukan aktifitas harian lagi padahal baru aja tidur tapi udah harus bangun lagi, waktu emang berputar sanggat cepat.


Ibu bangun dari tidurnya dan menuju dapur untuk mengambil air wudhu, lalu membangunkan kedua putrinya untuk solat bersama.


Setekah selesai solah ibu membuatkan teh manis dulu untuk keluarganya agar lebih segar dan fit hari ini, mereka berempat duduk santai di depan tivi.


"Bu! ayah berangkat pasar dulu ya udah siang nih takut telat," kata ayah pamit setelah tehnya habis tersisah hanya tinggal gelasnya saja.


"Iya ayah, hati-hati di jalan!" pesan ibu.


Ayah pergi sekitar pukul 04.55 wib, ibu melanjutkan aktifitas rutinnya yaitu mencuci baju, piring, buat sarapan, berberes dan masih banyak lagi pekerjaan lainnya yang tanpa ibu sadarin ada.


Sedangkan Nadia dan Kasih bersiap-siap untuk berangkat sekolah pertama Nadia dulu yang mandi baru kemudian Kasih kedua putri ibu sudah besar dan bisa mengurus dirinya sendiri.


"Bu sarapan apa hari ini?" tanya Kasih keluar dari kamar mandi.


"Ibu mau masak nasi goreng telor untuk sarapannya dan akan masak sayur capcay dan goreng ayam untuk makan siangnya nanti," jawab ibu.


Kasih hanya merespon jawaban ibu dengan kata Oh! dan berlalu menuju kamarnya untuk salin berganti baju seragam yang sudah iby siapkan di kamar.


"Yuk anak-anak kita sarapan!" panggil ibu dengan suara yang keras.


"Iya bu, kami turun!" Seru Nadia dan Kasih.


Setelah dapet panggilan dari ibu mereka berdua putri ibunya segera turun dan menuju meja makan lalu duduk di bangku denga tenang menunggu ibu.

__ADS_1


__ADS_2