
"Dokter... Suster ! tolong cepat tolong adik, ini darurat!!" seru Arya begitu sampai di rumah sakit.
"Baik, mas tolong sabar silakan urus pendaftarannya dulu biar adiknya saya bawa keruang rawat?" kata suster.
Arya pun menyerahkan Ridwan pada suster dan ia segera mengurus pendaftaran untuk Ridwan, setelah itu ia menunggu di ruang tunggu dengan sanggat panik segala doa dan harapan ia panjatkan agar Ridwan baik-baik saja.
"Ya Allah semoga Ridwan selamat dan baik-baik saja kalo terjadi sesuatu pada Ridwan apa yang harus saya lakukan untuk menghibur Kasih, pasti ia akan sedih banget," doa Arya dalam kecemasannya.
Satu jam kemudian Dokter keluar dari ruangan Arya yang menyadari kedatangan Dokter segera menghadangnya dan menberikan seribu pertanyaan tentang keadaannya Ridwan.
"Dokter!! Dok gimana keadaan adik saya, Dok?!" tanya Arya panik.
"Sabar Mas, adik mas baik-baik saja kok untung segera di bawa ke sini telat sedikit saja, mungkin saya kesulitan untuk menanganani cuma mas saya ada sedikit kendala," jawab Dokter.
"Kendala? kendala apa dok! maksudnya saya tidak mengerti?!" tanya Arya bingung.
"Iya Adik mas ini kekurangan banyak darah karena luka sayatan di tanggannya yang membuat darah terus mengalir, mas bisa kan lakukan donor darah?" tanya Dokternya.
Deg~
Hati Arya langsung berdegub kencang karena ia tak tahu golongan darah Ridwan apa? sedangkan golongan darahnya O, ia pun langsung di rundung rasa khawatir semoga saja golongan darahnya cocok dengan milik Ridwan.
"Dok! kalo saya boleh tahu emang apa golongan darah adik saya?" tanya Arya.
"Loh kan itu adiknya mas, masa golongan darahnya tidak tahu! pastinya kan sama, golongan darah pasien A+ mas juga kan sama?!" jawab Dokter kembali bertanya.
__ADS_1
"Maaf dok sebelumnya, sebenarnya dia bukan adik kandung saya dia seorang anak malang yang di culik, dan saya menyelamatkan dia dalak keadaan terluka setelah ia membantu saya untuk membongkar sindikat penculikan anak dan mempekerjakannya," jawab Arya menjelaskannya.
"Ohh begitu, saya mengerti sebentar saya tanya kepada bank darah pihak rumah sakit apakah masih ada stok darah A+ disini, kalo saya permisi dulu ya mas pasien sedang istirahat jangan dulu di jenguk." Dokter menjelaskan.
Arya mengerti penjelasan dari Dokter, setelah Dokter pergi meninggalkan tempat, arya duduk menunggu di ruang tunggu harapannya sanggat besar semoga pihak rumah sakit mempunyai stok darah yang di butuhkan oleh Ridwan.
*****
Sementara di rumah Kasih yang sedang menunggu dengan perasaan khawatir dan cemas terus saja memikirkan Ridwan atau Arya yang tidak kunjung memberi kabar tentang keadaan disana, membuat Kasih tidak mau makan siang walaupun telah di bujuk berbagai cara oleh sang pengasuh sehari.
"Ayo Kasih makan dulu sudah siang, kalo tidak makan nanti kamu sakit!" bujuk mba Dewi pengasuh sehari Kasih.
Sebenarnya mba Dewi ini seorang pembantu yang bekerja di rumah seorang pengusaha mebel cuma karena bosnya sedang pulang kampung jadi Dewi tak ada kerjaan mungkin baru besok majikannya kembali, jadi dengan senang hati ia mau menerima tawaran dari Arya, yang juga tahu saat Bayu yang menyarankan.
"Aku gak mau makan mba, aku mau tahu dulu kabarnya kak Ridwan! aku mau makan kalo Kak Ridwan udah pulang," renggek Kasih.
Berbagai cara Dewi lakukan untuk membujuk Kasih agar mau makan tapi usahanya sia-sia saja, Kasih tetap menolak dan tidak mau makan selalu bersih keras untuk menunggu Ridwan kembali.
Dewi yang tidak tahu lagi harus bagaimana ia segera menelpon Arya, untuk menanyakan soal Ridwan padanya agar Kasih mendengar suaranya dan mau makan setelah itu.
Tut!! tut... tut!
Suara telepon tersambung tapi lama tidak di angkat oleh Arya membuat Dewi harus menunggu dulu hingga sepuluh menit dan berkali-kali melakukan panggilannya.
"Hallo assalamualaikum, ya Mba Dewi ada apa?" tanya Arya menjawab telepon.
__ADS_1
"Waalaikunsalam mas Arya, masf nih kalo saya ganggu mas saya cuma mau bilang bagaimana keadaan Ridwan di sana, soalnya Kasih ini loh, gak mau makan kalo belum denger suara Ridwan katanya," jawab Dewi.
Arya sedikit kaget mendenggar jawaban dari Dewi tadinya ia menggira kalo Dewi tahu Ridwan terluka dan sedang tidak sadarkan diri di rumah sakit, begitu juga dengan Kasih perasaan Arya makin panik, bagaimana kalo Kasih sedih dan menanggis, bagaimana cara, menenangkannya cuma Ridwan yang bisa.
"Hallo!! mas Arya masih di situ kan!" suara Dewi mengagetkan Arya yang sedang melamun.
"Eehh I-Iya saya masih disini kok, loh Dewi kamu tahu dari mana kabarnya?" tanya Arya.
"Loh bukannya tadi pagi sebelum berangkat mas Arya yang bilang kalo Ridwan ikut mas Arya,tugas untung menanggap seseorang, nah kalo bukan telepon mas Arya saya mau telepon siapa lagi?!" jawab Dewi binggung.
"Oh, i-iya ya saya lupa! hmm keadaannya Ridwan baik-baik saja cuma agak sulit untuk menangkap tersangkanya jadi butuh waktu lama, ini juga belum selesai kok, dan tidak tahu harus membutuhkan berapa lama lagi," jawab Arya berbohong.
"Ohh gitu ya mas, padahal ini Kasih pengen banget denger suaranya Ridwan, baru habis itu dia mau makan, kalo begini caranya saya malah jadi khawatir mas sama Kasih," kata Dewi sedih.
Arya yang mendenggarnya pun ikut sedih, tak bisa membayangan reaksi Kasih saat tahu kakaknya ada di rumah sakit tergeletak tak berdaya pasti hatinya akan hancur.
"Mana sini Kasihnya saya mau bicara sama dia, biar saya yang bujuk nanti!" pinta Arya.
"Hallo om, gimana keadaan kak Ridwan? apakah baik-baik saja? terus kok lama om tugasnya kapan kembali aku udah rindu sama kak Ridwan, soalnya cuma kak Ridwan yang aku punya disini ga ada lagi," Suara Kasih yang terus ngoceh ketika hape di berikan padanya.
Ridwan yang mendengar suara Kasih memberikan banyak pertanyaan membuat hatinya teriris, entah kenapa ia begitu ceroboh melibatkan Ridwan yang tak berdosa padahal sudah sanggat berusaha sekali Ridwan melarikan diri dari tempat itu tanpa terluka sedikit pun, tapi Arya malah mengajaknya lagi terjerumus dan membuatnya terluka parah.
"Hallo om!! om Arya dengger Kasih kan?!" tanya Kasih, Arya lagi-lagi diam melamun tak tahu harus jawab apa.
"Kasih kak Ridwannya baik-baik saja sedang membantu om Bayu di dalam membebaskan teman-teman Kasih yang sedang di kurung oleh orang-orang jahat, sambil nunggu kak Ridwannya pulang Kasih makan dulu ya sama mba Dewi jangan sampai sakit, kalo Kasih sakit, kak Ridwan pasti marah loh! mau di marahin kak Ridwan?!" bujuk Arya betharap semoga berhasil.
__ADS_1
"Oh iya ya, lupa kalo Kasih gak makan kak Ridwan yanf bakalan repot jagain Kasih kalo Kasih sakit, Kasih gak mau nyusahin kak Ridwan lagi," Kata Kasih nurut.
Arya berhasil membujuk Kasih, setelah pembicaraan ini betakhir Arya menutup teleponnya Dewi menuncapkan terimakasih pada Arya karena sudah membantu tugasnya untuk membujuk Kasih.