Maafkan Aku Ibu!

Maafkan Aku Ibu!
Bab 83


__ADS_3

Mira yang masih mendorong troli membawa tubuh ciko yang sedang tidak berdaya masih terus mencari seseorang yang bisa,membantunya untuk mengantar ke rumah sakit tapi sudah dua jam dia mencari belum juga menemukannya padahal tubuh kecilnya sudah sangat lelah.


Hingga saat Mira sampai di kompleks perumahan mira berencana untuk istirahat sebentar untuk melepas penat, ia pun menuju gubuk pos ronda yang tidak jauh dari tempatnya sekarang berdiri, sampainya Mira di pos ronda ia pun segera duduk dan selonjor sebemtar.


"Duh!! lelah sekali, kenapa malam ini begitu sepi sekali tak ada orang yang berlalu lalang, padahal aku sudah jauh berjalan dari gudang sampai ini, aku khawatir dengan kondisi ciko kalo tidak segera di tolong," mira bermonolog sambil menatap tubuh lemah ciko yang tak berdaya.


Sekita tiga puluh menit saat Mira hendak melanjutkan perjalanannya kembali Mira di kejutkan dengan suara yang memanggilnya, ia sangat takut jika dirinya akan tertangkap lagi oleh Bang barong dan anak buahnya, jantungnya pun langsung berdebar lebih cepat dari biasanya.


"Hei! tunggu!" panggil suara itu membuat langkah kaki Mira kaku.


"I-Iya ada apa ya?" tanya mira gugup berhenti tapi tak menoleh kebelakang.


"Kamu siapa? terus kenapa dengan anak ini?" tanya orang tersebut yang ternyata adalah hansip yang habis berkeliling kompleks.


"Akh, pak hansip untung saja saya, bertemu bapak, pak! tolong saya," pinta Mira langsung mengebu.


"Apa emangnya yang sedang terjadi? terus bantuan apa yang kamu butuhkan?" tanya seorang yang baru datang.


"Ehh pak RT," sapa Hansip kepada orang yang baru muncul.


"Pak, ceritanya bisa nanti saja tidak saya sedang buru buru nih, teman saya sedang sekarat dan harus segera di bawa kerumah sakit kalo telat saya khawatir akan berakibat buruk!" jawab Mira memohon agar mereka mau membantu.


"Oh yasudah kalo gitu ayo kita bawa ke rumah sakit, memang lukamya cukup parah hansip kamu jaga keamanan saya akan antar anak ini dulu ke rumah sakit," perintah pak Rt dan membawa tubuh ya Ciko yang terkulai, Mira mengikutinya dari belakang dan trolinya di tinggal begitu saja, di pos.


Pak RT terus lari kecil sambil membawa tubuhnya ciko, Mira di belakang berharap cemas semoga saja Ciko bisa selamat, pak RT membawa kerumah sakit mengendarai mobil miliknya karena rumah sakitnya lumayan jauh.

__ADS_1


"Memangnya apa yang terjadi sama teman kamu, kok bisa penuh memar begini?" tanya pak rt saat di dalam mobil miliknya ya g di parkir di luar rumah.


"Kami baru saja melarikan diri dari rumah dan teman saya tidak hati hati jadi saat kami sedang jalan kami di hadang oleh beberapa penjahat dan mereka,menyerang," jawab Mira memberikan kesaksian palsu.


Mira tidak ingin rencananya gagal sebelum ia bisa menyembuhkan Ciko, karena ia khawatir kalo anak buah bang barong akan melukai mereka terutama Ciko yang sedang tidak sakit.


"Ohh begitu! lagian masih kecil udah berani main kabur kaburan dari rumah dan sampai terluka begini," kata pak rt percaya.


Setelah menempuh perjalanan sekita tiga puluh menit akhirnya mereka sampai juga di depan rumah sakit setelah memarkir mobilnya pak rt segera mengendong lagi tubuhnya Ciko dan membawanya ke dalam rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.


"Tolong... tolong... dokter tolong ini ada anak terluka parah!!" teriak pak RT begitu masuk kedalam.


Dua orang suster yang sedang menjaga meja kasir segera berlari dan membawa teTubuh ciko ke ruang IGD, untung saja saat itu ada dokter jaganya suster itu pun langsung menanggil dan memberitahu kalo ada pasien gawat darurat.


Tok!! tok! tok!.


Saat melihat kondisi tubuh ciko membuat suster iba dan gemetar sampai samlai lupa kalo ada bell, ruangan Dokter jaga.


Setelah Dokter kekuar ia pun tak menunggu lama lagi langsung sajs segera menyuruh suster untuk menyiapkan perlalatan untuknya dines.


Mira yang melihat itu merasa lega karena sudah sampai rumah sakit membuat ia sangat banyak berharap untuk keselamatannya Ciko dan tidak khawatir lagi akan ketahuan bang barong, karena lelah Mira merebahkan dirinya di atas bangku dan bersandar.


Karena rasa lelah yang teramat dalam Mira pun terlelap sudah tak mengkhawatirkan keadaan ciko lagi karena ia yakin kalo ciko akan selamat dari mautnya setelah ada di rumah sakit ini.


Keesokan Harinya masih di rumah sakit dan Mira juga masih tertidur di tempat yang sama belum pindah karena memang tidak ada yang mindahin.

__ADS_1


Pagi sudah menunjukan pukul 07.00 wib, artinya rumah sakit sudah di buka untuk umum dan banyak orang orang yang datang untuk berobat dan saat masuk kerumah sakit pandangan mereka tertuju pada Mira yang tertidur di pojok ruangan..


karena semalam Dokter sudah berpesan pada suster untuk tidak mengsnggu Minra karena kasiha suster pun menurut saja apa kata atasannya, sementara pak Rt yang mengantar semalam sempat menemani sebentar dan pergi meninggalkan Mira setelah mendapat panggilan dari teleponnya karens sangat penting katanya.


"Sus! itu anak siapa kenapa tidur disitu apa ada keluarganya yang sakit di rawat di sini?" tanya seorang pada suster jaga.


"Iya semalam anak ini mengantarkan temannya yang sedang terluka parah akibat di serang oara preman tak bertangung jawab, mungkin ia lelah jadi tertidur disitu dan saya juga di pesani agar membiarkannya istirahat," jawab suster yang sedang mencatat pendaftaran pasien.


"Dek! dek bangun dek udah siang!" suara seorang perempuan paruh baya menghampiri Mira dan mengoyang goyangkan tubuhnya supaya bangun.


Suster yang tadi di tanya pengunjung segera menghampiri perempuan itu dan bertanya.


"Maaf bu, permisi apakah ibu kenal dengan anak ini?" tanya suster itu cemas.


"Oh suster, saya tidak kenal dengan anak ini," jawab perempuan itu.


"Ohh! kalo begitu silakan ibu keluar dari sini dan jangan ganggu anak yang sedang tidur ini, kalo memang tidak kenal!" perintah suster tegas menjaga Mira.


"Ooh, ehh maaf sus! maksudnya, saya emang tidak kenal dengan anak ini! tapi majikan saya kenal dan saya di suruh datang kesini untuk memberikan sarapan untuk anak ini," kata perempuan itu menjelaskan.


"Majikan? siapa? kenapa majikan kamu bisa kenal dan tahu kalo anak ini ada di sini?" tanya suster lagi tegas.


"Majikan saya adalah Dokter yang semalam membantu menangani anak laki laki yang terluka yang datang bersama anak gadis ini," jawabnya jelas.


Suster itu hanya diam dan tak memberikan pertanyaan lagi tapi ia memutuskan untuk menelpon pak Ryan selaku dokter yang semalam jaga agar lebih jelasnya.

__ADS_1


....


__ADS_2