
Krieet..
Pintu di buka saat semua masuk dalam ruangan rawat inap milik Ridwan ibu Deswinta yang berdiri di sebelah Arya tiba-tiba saja betlari mendahuli Arya dan segera memeluk Ridwan saat pertama kali bertemu dengannya, Arya yang menyaksiksan itu menjadi bingung di buatnya.
"Silakan Masuk bu, ini kamar Ridwan yang menerima donor darah dari ibu," kata Arya mempersilakan masuk.
"Ridwannnn!!!" teriak ibu Deswinta berlari menghampiri Ridwan dan memeluknya erat, Kasih serta Arya yang menyaksikan semua itu hanya diam saling pandang tak mengerti, sementara Ridwan yang masih di peluk erat oleh ibu Deswinta membalas pelukannya sambil menanggi.
"Mamahhh... Ridwan kangen mamah,,, akhirnya Ridwan bisa ketemu mamah lagi setelah sekian lama! huhu...," isak tanggis Ridwan pecah dalam pelukan wanita yang ia panggil Mamah.
Arya semakin tidak mengerti dengan semua yang terjadi di ruangan itu Ridwan yang memanggil mamah pada ibu yang telah mendonorkan darahnya, Arya hanya diam menyaksikan semua yang terjadi sambil menunggu penjelasan dari Ridwa atau ibu Deswinta.
"Maaf, nyonya apakah nyonya mengenal adik saya? kebapa nyonya langsung lari bergiti melihat Ridwan? dan Ridwan juga kenapa panggil nyonya ini dengan sebutan mamah? apakah kalian saling kenal?!" tanya Arya bingung.
"Mas terima kasih saya uncapkan, karena sudah menolong dan menjaga Ridwan selama ini saya berhutang budi sama mas, dan saya akan kabulkan apapun permintaan mas sebagai tanda terima kasih saya," uncap ibu Deswanti tak menjawab pertanyaan Arya.
"Kakak, apa yang tetjadi? kenapa kakak ada disini dan, tante ini siapa kenapa kakak panggil beliau mamah?" tanya Kasih yang juga penasaran.
Ridwan masih terisak dalam tanggisnya belum bisa menjawab pertanyaan Kasih yang juga penasaran dengan apa yang sedang terjadi.
"Hikss,,, Kasih i-Ini adalah mamahku yang aku rindukan selama ini, mamah yang sudah terpisah selama 2 tahun, akhirnya aku bisa ketemu lagi dengan mamah," jawab Ridwan setelah beberapa saat diam.
"Apa!! mamah kamu Ridwan! orang tua kandung kamu maksudnya!?" tanya Arya terkejut dengan pengakuan Ridwan.
"Iya om, ini mamah yang melahirkan Ridwan, mamah yanf selalu Ridwan ingin bertemu lagi, huhu... mah! maafin Ridwan karena tidak nurut kata mamah dulu andai Ridwan nurut pasti semuanya tidak akan jadi begini," isak tabgis Ridwan pecah menyesali semua kesalahannya dulu.
__ADS_1
"Sudah sayang ga apa-apa semua yang berlalu biarlah berlalu sekatang yang terpenting mamah bisa bertemu kamu lagi, setelah lama mamah dan ayah mencari ternyata kamu ada di sini, apa yang terjadi selama dua tahun ini? cerita sama mamah," pinta Bu Deswinta memeluk putranya.
Bu Dewsinta sungguh sanggat tidak menyangka kalo ia akan bertemu dengan putranya di rumah sakit ini, yang tadinya ia datang hanya untuk periksa kesehatan, sampai ia mendengar pengumuman tentang pendonor darah, dan kesediannya untuk ikut menyumbang darah, menuntun ia sampai kepada putra yang ia rindukan selama ini sungguh suatu hari yang sanggat bahagia baginya.
Ridwan menceritakan semuanya kejadian yang masa lalu saat ia di culik, dan sampai ia bertemu dengan Kasih sampai saatnya ia berhasil melarikan diri, dan akhirnya sampai denfan saat ini ia terbaring di rumah sakit yang akhirnya mempertemukan Ridwan dengan mamahnya.
Ibu Deswinta mendengarkan dengan seksama cerita putra nya ia menanggis saat mengetahui putranya selama ini sanggat menderita bahkan sampai kehilangan teman baiknya waktu kecil, sungguh terasa sesak dada bu Deswinta memikirkan semuanya.
"Mah! kenalin ini Kasih yang tadi Ridwan cetitain itu," ujar Ridwan membuyarkan lamunan Deswinta.
"Ohh, hai Kasih senang bisa bertemu denganmu," sapa bu Deswinta lembut.
"Iya nyonya salam kenal, Kasih juga senang kok bertemu dengan nyonya," balas Kasih polos.
"Iya saya tentu boleh, sini peluk mamah," kata bu Deswinta memeluk Kasih.
Seketika air mata Kasih mengalir ia sejenak merasakan pelukan hanggat dari ibunya yang juga ia rindukan selama ini, sejenak muncul dalam benaknya mungkinkah orang tuanya selalu metindukannya dan mencarinya seperti orang tua Ridwan.
"Kok Kasih nanggis, kenapa?" tanya Deswinta melepaskan pelukannya.
"Hiks, gak apa-apa, Kasih hanya rindu ibu, Kasih ingin bertemu ibu juga, seperti kak Ridwan yang kini sudah bertemy dengan mamahnya!" jawab Kasih sedih.
"Kan ada kami yang selalu ada di samping Kasih, gak usah di pikirin dulu ya, nanti suatu saat om yakin Kasih akan berkumpul lagi dengan keluarga Kasih, ya sekarang Kasih harus senyum gak boleh nanggis!" pinta Arya mengaous air mata Kasih.
"Iya Kasih, bener kata om Arya kan sekarang ada aku sama mamah yang akan jagain kamu, dan kamu gak boleh sedih lagi juga tidak boleh takut ya, suatu saat pasti kamu bisa bertemu dengan keluarga kamu," Ridwan ikut menghibur Kasih.
__ADS_1
Ya selama ini Kasih hanya bersama Ridwan kemana pun ia pergi, Ridwan yang selalu memberinya semanggat dan kekuatan hingga Kasih bisa kuat dan tidak cengeng lagi seperti saat pertama kali mereka bertemu.
"Makasih om, dan kak Ridwan karena kalian udah semangatin aku, tapi habis ini pasti kak Ridwan bakalan lupain Kasih deh, dan ninggalin Kasih! terus Kasih sama siapa kalo kak Ridwan pergi," suara Kasih sedih memikirkan nasibnya.
"Loh kok Kasih bicara begitu sih, kenapa?" tanya Ridwan tak paham.
"Kan, kak Ridwan udah ketemu sama mamahnya pasti habis ini kak Ridwan akan pulang kerumah bersama keluarga kaj Ridwa terus Kasih di tinggal sendirian, hiks,,," suara serak Kasih memberikan alasan.
"Emangnya Kasih gak mau ya ikut tinggal sama aku di rumah? jadi keluarga aku, anaknya mamah juga! boleh kan mah?" Ridwan meminta persetujuan mamahnya untuk menghibur Kasih.
"Tentu boleh kenapa enggak, kita tunggu Ridwan sembuh dulu habis itu Kasih ikut kita pulang kerumah ya, anggap mamah seperti orang tua kandung Kasih ya," kata bu Deswinta setuju.
Baginya kini adalah kebahagiannya apapun permintaan putranya akan ia turuti, lagian gak ada salahnya juga kan merawat dan membesarkan Kasih toh selama inu juga bu Deswinta dan suami selalu mendambakan kehadiran seorang putri dalam keluarganya.
Kasih senang dan setuju dengan tawaran yang di berikan Ridwan selain ia bisa terus bersama Ridwan ia juga akab memiliki keluarga kedua saat ia jauh dari kekuarga pertamanya, Arya pun tidak keberatan dengan keputusan orang tuanya Ridwan untuk mengadopsi Kasih sebagai putrinya dan akan berusaha untuk membantunya menemukan orang tua kandung Kasih.
Hari sudah semakin siang saat terdengar suara adzan dari masjid tidak jauh dari rumah sakit, suasana ruangan yang sedang dalam masa kebahagianpun masih berlangsung Bu Deswinta yang tak hentinya memeluk Ridwan, sungguh tiada di sangka bahwa seorang pasien yang sedang koma yang ia tolong adalah putra semata wayangnya yang selama ini di cari-cari.
Sangking bahagianya bu Deswinta ia sampai lupa memberikan kabar bahagia ini kepada suaminya yang sedang ia tunggu kehadirannya untuk menjemputnya pulang hari ini.
Sementara suaminya ibu Deswinta yaitu tuan Surya pemilik perusahan mebel, sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit kemari saat sedang transfusi memang suaminya mendampingi bu Deswinta tapi karena membawa barang bawaan banyak dan baru juga kembali dari kampung terpaksa ia membawa pulang dulu barang miliknya sambil menunggu istrinya sehat dan bisa di bawa pulang.
*****
Note: Masf jika tulisannya berantakan alurnya kurang jelas, karena saya bukan penulis pro saya hanyalah penulis amatiran yang masih butuh banyak belajar dalam penulusan alur cerita dan sebagiannya, sekali lagi mohon maafkan saya ya🙏🙏🙏
__ADS_1