
Setelah makan siang mamah Deswinta menyuruh Ridwan untuk istirahat di kamarnya sedangkan Kasih harus menunggu dulu sampai kamar untuknya selesai di rapikan oleh mba Dewi, sambil menunggu Kasih menemani di kamarnya Ridwan sambil berbincang-bincang.
"Ridwan, kamu istirahat dulu ya di kamar ajak juga Kasih ke kamar kamu karena kamarnya Kasih sedang di rapikan dulu oleh mba Dewi!" perintah mamahnya.
"Baik mah, kalo gitu aku kekamar dulu ya mah, tapi...?" Ridwan tak meneruskan uncapanya.
"Tapi kenapa, nak?" tanya mamahnya penasaran.
"Ridwan kan baru masuk rumah ini, Ridwan belum tahu dimana kamarnya Ridwan mah?" Jawab Ridwan bingung.
"Oh, ya ampun mamah lupa yasudah yuk mamah antar kamu kekamar ya, setiap hari mamah selalu bersihin kamar itu untuk kamu, karena mamah selalu berharap bisa kumoul kembali seperti dulu tidak menyangka saat seperti itu kini sudah tidak dan jadi kenyataan," uncap mamahnya mengajak Ridwan dan Kasih ke lantai dua.
Ridwan dan Kasih mengikuti mamah Deswinta dari belakang sambil mendengarkan ceritanya dulu yang selalu mengisi hari-harinya dengan menyiapkan kamar untuk Ridwan dan selalu menjaga agar kamar itu tetap rapih sampai saatnya tiba, mamah Deswinta bahkan tak mengijinkan mba Dewi untuk merapikannya ia ingin dirinya sendiri yang merapikannya.
Sampainya Mereka di depan kamar tiga ruangan dari anak tangga tadi kini mereka sedang berdiri di depan semua pintu kamar yang bertuliskan Nama Ridwan mamah Deswinta segera membuka pintunya dan masuk kedalam.
Betapa terkejutnya Ridwan begitu masuk kamarnya nampak rapih dan indah cat dindingnya yang berwarna biru muda warna kesukaan Ridwan serta banyak sekali buku-buku yang tertata rapi di pojok ruangan, juga meja belajar di samping rak buku tersebut dan masih banyak lagi aksesoris miniatur mobil-mobil kesukaan Ridwan, yang dulu Ridwan rajin memburu edisi terbarunya kini semua sudah lengkap terpasang di kamarnya.
"Wow! mah ini kamar aku! serius mah! bagus banget mobil-mobil ini yang dulu aku koleksi dan belum lengkap sekarang semua berkumpul disini?" tanya Ridwan takjub.
"Iya itu semua mamahmu yang merapikannya untukmu, mamah sengaja mencari edisi terbaru dari mobil-mobil itu dan mendekor sendiri ruangan ini, karena mamah yakin kamu akan pulang, dan hari-hari mamah selalu di sibukan di kamar ini," jawab ayah Surya yang tiba-tiba muncul.
__ADS_1
"Ayah, benarjkah wah mah! terima kasih karena selalu yakin kalo Ridwan akan pulang dan terimakasih juga karena sudah menyiapkan kamar sekeren ini untuk aku," uncap Ridwan seneng.
"Hmm iya sayang mamah juga seneng, kalo kamu suka dengan kamarnya mamah lakuin ini semua karena mamah sanggat rindu kamu," kata mamah menitikan air mata.
"Ridwan juga rindu sama mamah dan Ayah kok, selalu merindukan saat seperti ini, terima kasih mah, ayah karena tidak pernah berhenti mencari Ridwan," Ridwan memeluk kedua orang tuanya.
Lagi-lagi Kasih sedih melihat adegan ini, ingin juga rasanya ia segera bertemu dan kumpul lagi bersama keluarganya di kampung tapi entah Kasih bisa merasakan itu atau tidak karena mungkin mustahil baginya karena ia tidak tahu nama kampungnya.
"Yasudah sekarang kamu istirahat aja dulu ya, kalo butuh apa-apa panggil mba Dewi, dan untuk Kasih kamu tunggu sini dulu ya untuk sementara biar mamah suruh mba Dewi untuk siapin kamar untuk kamu," kata mamah Deswinta melepaskan pelukannya.
"Iya mah, terimakasih karena mamah sudah mau menerima aku di keluarga ini, maaf jika kehadiran aku malah nambahin beban mamah dan ayah," uncap Kasih sungkan.
"Hus, gak boleh bicara seperti ini ya mamah gak suka kamu bukan beban kok untuk kami tapi kamu anugrah untuk kami, ya jadi gak perlu sungkan lagi anggap saja kalo ini rumah dan keluarga kamu sendiri," ujar mamah Deswinta.
Setelah kedua orang tuanya Ridwan keluar, ia pun segera merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk dan ruangan yang sanggat indah di pandang mata, dan sungguh Ridwan sangat merindukan suasana tenang dan damai seperti ini.
"Kak, Ridwan beruntung ya bisa bertemu dan kumpul lagi bersama kedua orang tuanya, sedangkan aku apa mungkun bisa bertemu lagi dengan mereka?" uncap Kasih sedih.
"Kamu jangan sedih Kasih, yakin suatu saat pasti kamu akan kumpul lagi kok, dan mulai sekarang orang tuaku adalah orangtuamu juga kita menjadi satu keluarga," hibur Ridwan membelai rambut Kasih yang sedang tiduran di sebelahnya.
"Iya kak, makasih karena sudah memberikan aku keluarga yang lengkap dan mengijinkan aku untuk merasakan Kasih sayang orangtua kakak," uncap Kasih senang.
__ADS_1
"Sudah lupain dulu itu semua sekarang mari istirahat dulu kita tidur siang dulu, sebelum nanti mamah manggil untuk makan malam!" perintah Ridwan.
Kasih mengiyakan perintah Ridwan ia pun memejamkan matanya walau awalnya sulit tapi lama kelamaan akhirnya kedua mata mereka pun terpejam, dan terlelap dalam mimpi indahnya.
Sementara di lantai satu mamah Deswinta, memanggil Mba Dewi menyuruhnya untuk merapikan kamar yang ada di sebelah kamarnya Ridwan, kamarnya memang sudah rapi hanya saja mamah Deswinta meminta untuk menganti seprainya karena sudah lama tidak di gunakan karena memang tak ada yang menempati.
"Mba Dewi!!" panggil manah Deswinta.
"Iya Bu! sebentar," sahut Dewi menghampiri.
"Dewi kamu tolong rapikan kamar yang ada di sebelah kamar Ridwan ya, ganti seprainya dan sapu karena akan di tempati oleh seseorang," perinta mamah Deswinta.
"Ohh ada tamu kah, Bu ya mau berkunjung?" tanya Dewi penasaran.
"Iya Dewi saya sudah bertemu dengan putra kandung saya yang sudah lama hilang, dan tidak hanya itu ia juga membawa temannya, seorang anak gadis cantik yang juga jadi korban penculikan karena ia tidak tahu rumahnya, jadi kami tidak bisa mengantarnya pulang, dan kami memutuskan untuk mengadopsinya hingga ia bisa berteny kedua orang tuanya," cerita mamah Deswinta menjelasksn.
"Oh begitu, selamat ya Bu karena sudah bertemu dengan putra, tapi saya belum bertemu dengannya jadi penasaran," uncap Dewi.
"Makasih Dewi, untuk saat ini Ridwan sedang istirahat dulu dia baru saja keluar dari rumah sakit karena suatu kejadian yang menimpanya," kata mamah Deswinta.
Dewi paham dan mengerti maksud majikannya tanpa banyak tanya lagi ia segera melaksanakan tugas yang di berikan oleh majikannya itu menganti seprai dan beberes membuat kamar itu jadi rapi dan layak untuk di tempati Kasih.
__ADS_1
Dewi sudah berkerja ikut dengan pak Surya sejak kecil dulu yang bekerja disitu orangtuanya Dewi tapi karena kedua orang tuanya sudah meninggal dan Dewi ingin membalas kebaikan keluarga pak Surya yang sudah menolongng dan juga memberikan tempat tinggal saat dulu ia telanjar di jalan bersama ibunya, kini Dewi yang mengantikan tugas ibunya, sedangkan Dewi sendiri sudah seperti keluarga bagi bapak Surya, walau kadang masih canggung.