Maafkan Aku Ibu!

Maafkan Aku Ibu!
Bab 88


__ADS_3

"Ciko... ya Ampun di pingsan!" teriak Mira kaget.


"Cepat bawa Ciko ke tempat yang teduh biar aku priksa dulu," kata Ryan memerintah.


Arya mengendong tubuh Ciko ke tempat yang lebih teduh lalu membaringkan tubuhnya di atas bangku panjang di salah satu toko yang ada di situ.


Ryan segera memeriksa Ciko dengan alat seadanya yang selalu dia bawa bawa dalam mobil kemana pun ia pergi sedangkan bu Deswinta dan Dewi merapikan tempat mereka kemah karena hari sudah mulai sore mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah.


"Bagaimana? om keadaannya Ciko apa dia baik baik saja?" tanya mira khawatir.


"Dia hanya shok kok, tidak ada yang serius nanti juga sadar sendiri hanya butuh istirahat saja, dia sangat terpukul sekali mendengar semua ini," jawab Ryan menjelaskan.


"Iya aku juga tidak menyangka, orang tua yang selalu di nantikan oleh Ciko betharap suatu hari bisa bertemu kini malah sudah tiada semuanya, sungguh berita duka yang menyedihkan," ujar Mira lirih membayangkan kalo dirinya ada di posisi Ciko.


Mira pun jadi teringat oleh ibu dan adiknya, bagaimana sekarang keadaan mereka setelah dirinya pergi, padahal mereka selalu bergantung pada mira untuk mencari sesuap nasi, dan tempat untuk berteduh tapi bagaimana keadaanya kini saat mira tak lagi ada di sisi mereka.


"Bagaimana keadaan ibu adikku ya disana, aku juga sangat rindu sekali dengan mereka, sudah 6 bulan saat itu aku mencarinya tak juga ketemu, hingga pada akhirnya aku di tipu oleh barong dan anak buahnya yang mengatakan kalo mereka tahu dimana ibu dan adiknya, dan malah berakhir penculikan seperti ini, aku jadi makin khawatir," gumam Mira sambil matanya terarah pada Kasih.

__ADS_1


Kasih yang menyadari dirinya di perhatikan oleh Mira menjadi risih dan salah tingkah dia merapat ke arah Ridwan yang berdiri dekat dengan Ciko yang masih berbaring lemah tak sadarkan diri.


"Kamu kenapa? kok tiba tiba merapat begitu?" tanya Ridwan kaget dengan tingkahnya Kasih.


"Hmm a-anu aku takut," jawab Kasih.


"Kenapa kamu merapat saat aku sedang perhatikan? kamu takut sama aku ya?" tanya Mira sadar jika Kasih menghindar.


Kasih hanya mengangguk malu entah sikapnya ini wajar atau tidak tapi ia takut kalo mira akan tersingung dan marah.


"Kenapa emangnya Mir, kok kamu liatin Kasih mulu aku perhatiin dari tadi?" tanya Ridwan yang juga ikut penasaran.


"Ohh begitu! lalu setela kamu terus perhatikan Kasih terus apa sudah menemukan jawabannya?" tanya Ridwan penasaran.


"Iya sudah, Rupa wajah Kasih ini mengingatkan aku dengan seorang bapak penjual bakso yang baik hati, yang sudah membagikan baksonya secara gratis setiap hari Jumat di lingkungan ku dulu, dan membuat kita semua para orang jalanan bisa makan enak, ya mungkin saja hanya mirip," jawab Mira menjelaskan.


"Benarkah, berarti kakal kenal dong sama ayahku? kakak betarti tahu di mana rumah aku, kakak tolong beritahu aku dimana alamat rumahku aku ingin sekali bertemu dengan ayah dan ibu!" pinta Kasih sangat bersemanggat sekali hingga tidak ada yang menyadari sejak kapan Kasih lewat sampai dia sudah ada di sebelah Mira.

__ADS_1


"Maksud kamu? jadi tukang bakso itu beneran ayah kamu?" tanya Mira memastikan.


"Iya... ayah dan ibu memang selalu membagikan bakso gratis setiap Jumat dan menamakannya Jumat Berkah," jawab Kasih membenarkan.


"Mira berati kamu tahi dong Kasih tinggal dimana? kami sudah mencari cari rumahnya Kasih tapi tak pernah ketemu karena Kasih tidak tahu jalan dan alamat kampungnya,?" tanya Ridwan.


"Iya nak, jika kamu tahu dimana rumahnya Kasih bisa anter om kesana? supaya om bisa mempertemukan Kasih dengan keluarga aslinya.?" sambung pak Surya ikut bertanya.


Kasih yang mendengar semua itu menjadi gembira kareba ia sangat berharap sekali bisa segera bertemu dengan keluarga aslinya yang selama 4 tahun ini ia rindukan.


"Maaf semuanya dan terumatama untuk Kasih aku emang kenal dengan ayahnya Kasih dan pernah bertemu sebelumnya, tapi aku tidak tahu dimana rumahnya dan aku juga tidak tahu jalan menuju pulang karena saat aku di bawa oleh barong, aku dalam keadaan tidak sadarkan diri dan tidak bisa menghafalkan rute jalannya," jawab Mira penuh dengan penyesalan.


Kasih kembali kecewa karena lagi lagi ia harus menahan keinginanya untuk bertemu dengan keluarganya, entah sampai kapan waktu akan terus menjaga jarak antara Kasih dan Keluarga kandungnya, rasa rindu yang sudah lama terpendam entah kapan akan tercurahkan? akankah waktu berbelas kasih kepadanya untuk segera memberikan ijin bertemu dan berkumpul kembali, Kasih sangat memimpikan hal itu.


"Maafkan aku Kasih, karena tidak bisa bantu kamu, kalo aku tahu rutenya, mungkin aku udah pulang dari kemarin kemarin karena aku juga rindu dengan adik dan juga ibuku," lanjut mira menghibur.


"Hikss,,,, tidak apa apa kak ini bukan salah kakak kok, ini salahku mungkin Allah masih ingin menghukum aku, karena dulu aku tidak nurut sama kakakku dan membantah omongannya dan inilah hukuman yang aku terima harus pisah jauh dari orang tuanya, tapi aku ingin sekali bertemu ingin menguncapkan kata maaf karena sudah tidak mendengarkan perkataan mereka,," kata Kasih sedih air mata berlinang dikedua bola matanya hingga menutupi pandangannya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2