
Saat makan Malam tiba, sebwlumnya mamah Deswinta membangunkan Ridwan dan Kasih yang tertidur di di kamar sesat sebelum magrib untuk bersiap-siap merapikan diri, mereka mandi dan dan berganti pakaian, mba Dewi pun telah selesai merapikan kamar untuk Kasih betapa senangnya Kasih saat tahu kalo kamarnya bersebelahan dengan Ridwan.
Makanan telah tersedia di meja makan makanan kesukaan Ridwan yang di makan langsung oleh mamah Deswinta karena sudah lama tidak memasak untuk Ridwan kali ini mamah Deswinta memanjakan Ridwan dengan memberinya perhatian yang istimewah, ada sayur sop ayam dan juga goreng perkedel kesukaan Ridwan.
"Anak-anak ayo turun makan dulu nanti keburu dingin makanannya!" panggil mamah Deswinta.
Ridwan dan Kasih segera turun saat mendengar suara mamahnya memanggil.
"Baik Mah!" sahut Ridwan dan Kasih bersamaan.
Mereka duduk bersama sebagai satu keluarga yang utuh ada mamah, ayah kakak dan adik, saat makan malam berlangsung tak ada satu pun suara yang terdengar hanya ada hentakan sendok yang menyengol piring. setelah makan malam selesai mereka masih belum beranjak dari tempat masih duduk untuk mengistirahatkan perutnya.
"Ridwan, Kasih kalian mau minum susu atau tidak?" tanya mamah Deswinta.
"Mau mah, sudah lama aku tidak minum susu! kamu mau juga kan Kasih?" tanya Ridwan lalu bertanya pada Kasih.
"Iya mah, Kasih mau," jawab Kasih malu-malu.
Mamah Deswinta tersenyum dengan tingkahnya Kasih yang masih canggung.
"Kasih kamu gak usah malu-malu kalo kamu mau apa-apa tinggal minta sama mba Dewi ya, anggap seperti keluarga kamu sendiri," ujar Mamah Deswinta menasehati. Kasih menganguk mengerti.
"Mba Dewi tolong buatkan susuh coklat ya dua!" perintah mamah Deswinta.
"Baik, Bu," sahut Dewi.
Lima menit menunggu susunya sudah selesai di buat Dewi menghampiri meja makan dengan nampam berisikan dua gelas susu coklat dan meletakannya di meja.
"Ini bu, silakan susunya," ujar Dewi.
__ADS_1
"Mba Dewi! tuh kan bener ternyata mba Dewi yang ada di rumah om Arya!" uncap Kasih saat melihat wajah Dewi.
"Ehh Neng Kasih, loh kok bisa ada di sini, mas Ridwan juga?" tanya Dewi terkejut.
"Loh Kalian udah saling kenal tohh?!" tanya mamah Deswinta.
"Iya mah, jadi mba Dewi ini sebelumnya yang jagain Kasih waktu di rumah om Arya dan waktu itu aku dan om Arya sedang ingin menjalankan misi untuk menyerbu markas," Ridwan bercerita.
"Oh begitu, nah Dewi ini Ridwan putra saya yang selama ini saya cari-cari dan ini Kasih sekarang juga jadi putri sayw, jadi saya minta tolong sama kamu jika mereka butuh apa-apa tolong di bantu, untung saja kalian sudah saling kenal," kata Mamah Deswinta memberitahu.
"Baik, Bu! Saya akan laksanakan tugas ibu dan saya juga akan selalu menjaga dan membantu kedua putra putri ibu," sahut Dewi setuju.
"Makasih ya,mba Dewi!" uncap Ridwan dan Kasih bareng.
Setelah memberikan susunya Dewi merapikan meja makan lalu pergi ke dapur untuk mencuci piring kotor, sementara keluarga pak Surya berpindah tempat ke ruang keluarga untuk bercerita melepas rindu yang sudah dua tahun terpendam.
Mamah Deswinta berencana untuk menyekolahkan Kasih dan Ridwan karena seusia mereka masih butuh pendidikan untuk bekal masa depan, Ridwan dan Kasih pun sangat senang mendengar rencana kedua orang tuanya.
"Iya ayah setuju mah, tapi dengan satu sarat harus mau di antar jemput sekolahnya selama kalian masih duduk di bangku SD," jawab ayah Surya menyarankan.
"Nah iya! tuh bener kata ayah harus mau di antar jemput supaya kejadian yang serupa tidak terulang lagi," kata Mamah Deswinta setuju.
"Baik mah! Ridwan juga setuju dengan saran ayah dan mamah lagian Ridwan juga udah janji kan akan nurut dengan semua perkataan mamah, karena Ridwan juga tidak ingin berpisah lagi," Ridwan mengiyakan saran dari orang tuanya.
"Kalo Kasih setuju aja mah, sudah di rawat saja Kasih sanggat senang ehh ini mau di sekolahin juga Kasih jadi tambah senang," ujar Kasih.
"Nah, gitu dong mamah kan jadi tenang dengarnya yaudah besok kita daftar sekolah ya, sekarang udah malam kalian tidur dulu sana biar besok bisa, bangun pagi-pagi sekali," kata Mamah Deswinta.
"Baik mah!" sahut Ridwan dan Kasih tak ada penolakan.
__ADS_1
Hari memang sudan larut sudah pukul 21.00 wib akhirnya mereka semua pun pergi tidur pak Surya juga tidur karana besok mau kerja, mamah Deswinta akan mendaftarkan sekolah besok.
Udara dingin di malam hari membuat mereka begitu cepat untuk memejamkam mata di tambah hari ini yang begitu sangat bahagia untuk suasana hatinya jadi tambah semanggat untuk mereka menyambut hari esok.
*****
Keesokan harinya pagi hari di kediaman bapak Surya wijaya mamah Deswinta sedang sibuk di dapur membuat sarapan untuk putra putrinya, ya beginilah keseharian mamah Deswinta jika sedang berada di dekat anaknya ia akan lebih memilih untuk memasak langsung untuk kedua anaknya sebagai bentuk cintanya, sedangkan Mba Dewi di suruh mengerjakan tugas lainnya.
Sementara Ridwan dan Kasih sudah terbangun sedari tadi saat azan subuh dan melaksanakan solat subuh betjamaah, sekarang mereka sedang menikmati susu hangatnya sambil menonton acara televisi bersama ayah Surya.
Sekitar pukul 06.30 sarapan sudah tersedia di meja makan mamah Deswinta memanggil keluarganya untuk bersiap untuk sarapan sebelum dingin.
"Ayah, anak-anak hayo sarapan dulu, semua sudah siap!" panggilnya.
"Iya mah!!" sahut ketiganya bareng.
Lima menit semua sudah duduk di bangkunya masing-masing hanya tersisa Dewi yang masih menyiapkan piring dan gelasnya.
"Mba Dewi sini sarapan bareng sama kita,!" Ridwan mengajak Dewi.
Dewi diam tak segera menjawab tawaran Ridwan ia merasa terkejut, apa pantas dirinya makan semeja dengan majikannya?
"Ayo mba sini kita sarapan bareng, kok malah bengong sih!" suara mamah Deswinta mengagetkan Dewi.
"Ehh, i-iya bu t-terimakasih tapi saya makan di belakang saja," jawab Dewi cangung.
"Ayo Dewi duduk sini gabung sama kita gak usah malu, kamu juga kan bagian dari keluarga ini," timpal pak Surya.
Kalo yang berbicara pak Surya, Dewi sudah tidak bisa menolak lagi karena setiap kali pak Surya berkata Dewi srlalu teringgat akan kebaikan dan ketulusan hati pak Surya, karena sebelum ibu Deswinta datang ke kota dan menempat di rumah itu, Dewi lah yang selalu membantu pak Surya merapikan rumahnya, dengan ragu-ragi Dewi pun duduk di bersama.
__ADS_1
"Terimakasih, bu, pa! karena sudah injinin saya untuk sarapan bersama," uncap Dewi malu.
Mereka hanya tersenyum sambil menganguk kecil, dan tanpa banyak bicara lagi acara sarapan pun berlangsung semua menikmati masakan mamah Deswinta dengan sanggat lahap, masakan yang di masak dengan bumbu dan penuh dengan suka cinta akan terasa sanggat nikmat melebihin masakan restauran sekali pun.