
Sampainya Dewi dan Arya di tempat majikannya, ternyata majikan Dewi sedang menunggu Dewi sedari tadi, karena tikernya masih di bawa Dewi jadi mereka belum bisa duduk masih menunggu dengan berdiri di bawah pohon yang Rindang.
"Aryaa!!"
"Lohh, pak Surya!!"
Suara Arya dan pak Surya berbarengan tak kala mereka saling bertatap muka, Dewi yang menyaksikan itu jadi bingung di buatnya bagaimana bisa Arya dan pak Surya sudah saling kenal? apakah mereka sudah pernah bertemu sebelumnya?
"Omm Aryaaa!!!" seru Ridwan dan Kasih bareng memeluk Arya.
"Hai kalian apa kabar, sudah besar rupanyanya!" sahut Arya, membalas pelukannya kedua anak yang pernah ia lindungin walau cuma sebentar.
"Loh, mas kamu udah Kenal sama majikan aku?" tanya Dewi yang masih belum mengerti dengan situasinya.
"Hehehe... iya Dew! dan orang yang aku mau temui dan sedang aku tunggu itu pak Surya, kami janjian untuk bertemu di sini sejak dua tahun terakhir," jawab Arya garuk kepala walau tidak gatel, "Loh jadi pak Surya ini, majikan kamu toh, jadi selama ini Ridwan dan Kasih bersama mba Dewi?" tanya Arya gantian.
"Iya mas, pak Arya ini majikan aku, dan aku udah lama kerja sama pak Arya udah dari jama ibu aku masih hidup," jawab Dewi.
"Iya Ar! Dewi itu udah seperti keluarga sendiri buat keluarga saya dulu udah kaya adik kandung saya, cuma yaitu suruh panggil mas aja gak mau dia, mintanya manggil saya bapak, kan jadi berasa tua saya," canda ayah.
"Hahaha,,, pak Surya bisa aja, tapi benar juga sihh masih muda ya pak," sahut Arya.
__ADS_1
"Hahahaha...," gelak tawa Ridwan dan Kasih.
Sementara Dewi yang salting cuma bisa tertunduk malu dengan uncapan pak Surya.
"Yaudah yuk, kita gelar dulu saja tikarnya lalu kita duduk dan minum dulu pasti, sudah pada haus kan kebetulan nihh mamah udah pesan ess kelapa muda tadi," timpal bu Deswinta memecah reuni dua remaja yang mungkin sedang di mabuk cinta itu tanpa disadari.
"Baikk," sahut mereka serempak.
Semuanya pun bergotong royong untuk mengelar tikarnya di bawah pohon yang sangat teduh, semilir anginnya menambah kesejukan saat santai mereka, setelah tikar selesai di gelar mereka semua duduk bersama sambil menikmati es kelapa muda yang segar dan manis sambil melihat pemandangan yang sangat indah kaut luas terbentang di depan mereka.
"Jadi, kamu apa kabar Arya, udah lama ya dua tahun loh kita gak ketemu sejak terakhir kali kita pisah di rumah sakit, katanya kamu mau berkunjung main, tapi di tungguin kok tidak datang datang?" tanya pak Surya memecah kesunyian.
"Alhamdulilah pak, kabar saya baik! iya saya juga sangat menyesal soal itu, waktu itu saat kita pisah di rumah sakit, atasan saya nelpon saya dan menyuruh saya untuk ke kantor, ada tugas baru katanya! karena memang saat itu masa ijin cuti saya sudah habis ya saya datang lah ke kantor," jawab Arya bercerita. "Waktu itu saya juga udah ada rencana mau menenggok Ridwan tiga hari setelahnya, ehh pas saya udah siap mau berangkat ke rumah pak Surya atasan saya ngebel lagi dia bilang saya harus di pindah tugaskan dulu selama dua tahun ke kota lain, karena tidak ada kandidat lain jadi terpaksa saya yang pergi," sambung Arya berhenti untuk minum.
"Makasih pak karena sudah mengkhawatirkan saya," uncap Arya terharu.
"Jadi kamu ini sedang liburan ya? makanya bisa ikut kita piknik begini?" tanya bu Deswinta ikut kepo.
"Oh, gak kok bu, kebetulan memang tugas saya disana sudah selesai, dan kebetulan baru sampai sekitar tiga hari yang lalu, karena saya rindu sama kedua keponakan saya jadi saya aktifin nomer pribadi, karena selama sedang tugas tidak boleh ada kontak pribadi jadi saya khusus pakai nomer dinas," jawab Arya menjelaskan alasan kenapa ia tidak bisa di hubungi.
"Ohh gitu pantes saja ayahnya Ridwan tidak bisa menghubungin kamu berkali kali, lalu bagaimana dengan orang tuamu? pasti mereka rindu juga kan? dua tahun tanpa kabar dari kamu?" tanya bu Deswinta lagi.
__ADS_1
"Kebetulan saya sudaj tidak ada orang tua lagi bu,saya di kampung hanya tinggal bersama paman dan bibi, kalo paman dan bibi sudah tahu kalo sedang dinas saya akan lama pulang dan akan susah di hubungi," jawab Arya.
"Ohh maaf Arya, saya tidak bermaksud membuat kamu sedih dengan memberikan pertanyaan ini," uncap bu Deswinta menyesal.
"Oh tidak masalah bu, biasa saja," kata Arya.
Saat Arya sedang menceritakan masalah kenapa ia tidak bisa di hubungin selama dua tahun ini, ada seorang yang sedang mencuri dengar diam diam rasa kecewa dan salah paham dalam hatinya berunah menjadi rasa bangga, karena ia baru tahu kalo cowo pujaannya begitu propesional dalam menjalankan tugasnya, bisa membedakan mana yang tugas dan bukan.
"Ohh jadi itu alasan dia kenapa selama dua tahun ini menghilang dan tidak ada kabar, saya pikir dia sudah melupakan Ridwan dan Kasih, ternyata saya emang benar kalo kedua anak ini memang sangat berarti baginya buktinya begitu pulang langsung mereka yang di cari," kata Dewi dalam hatinya sambil mencuri pandang dengan Arya.
Arya yang sedang di pandangi oleh Dewi sedari tadi pun menyadari itu, sekilas ia pun menoleh ke arah Dewi, dan Dewi yang terkejut dengan gerakan Arya langsung memalingkan pandangannya tempat lain sambil jantungnya terus bedegub kencang, pak Arya dan bu Deswinta yang menyadari ada yang aneh dengan mereka cuma bisa senyum senyum saja.
"Dewi makin cantik aja! udah dua tahun tidak bertemu siapa yang sangka ternyata dia dekat dengan pak Surya, kesempatan bagus dong ini! semoga saja Dewi cinta sedang berpihak pada saya!" gumam Arya sambil terus memandang Dewi.
"Om, kita berenang yukk! biar seru masa mau duduk duduk aja disini bosen tahu," suara Ridwan membuyarkan lamunan Arya
"Eh, i-iya ayo kita berenang kebetulan cuacanya enak nih untuk berenang," sahut Arya terkejut.
"Ridwan!! gak boleh gitu dong itu gak sopan namanya, om Aryanya kan baru pulang jadi pasti cape, kamu main sama Kasih aja sana, biar om Aryanya istirahat dulu," kata mamah Deswinta menasehati.
"Gak apa-apa kok bu, biasa saja saya sudah agak hilang kok capenya lagian saya juga sudah kangen sama kedua anak pintar ini, yuk kita berenang!" jawab Arya malah bersemangaat.
__ADS_1
Karena bagi Arya, Ridwan dan Kasih bukan hanya sekedar keluarga baru baginya, tapi juga seorang penyelamat pasalnya setelah Arya dan Ridwan berhasil membongkar sindikat penculikan anak dua tahun lalu, Arya yang dulu tugasnya hanya panggilan saja, sebagai menjalankan misi rahasia, sekarang sudah naik pangkat menjadi polisi yang bertugas menangani segala kasus.