
"Begitulah Cerita, bagaimana Ciko bisa selamat ia koma selama 6 bulan lamanya, dan sadar setelah bulan ke 7 kita di luar negeri, dan rencana untuk pulang je indonesia setelah sembuh tertunda karena Ciko mengalama ilang ingata dia tidak ingat apa apa, semuanya bahkan nama pun lupa," kata Mira mengakhiri ceritanya.
"Sukurlah kalo kamu baik baik saja dan bisa selamat dari maut, aku sangat senang mendengarnya," uncap Ridwan yang kini mengerti kenapa ia ciko dan mira tak langsung menemuinya begitu selamat.
"Iya dan saat kami kembali, aku langsung menuju markas untuk menolong kamu Ridwan dan kami sangat kanget saat tahu markas itu sudah kosong, ternyata bang barong sudah tertangkap ya," kata Mira.
"Iya markas itu di grebek dua tahun lalu, aku berhasil kabur dari markas bersama Kasih dan ada seorang yang menolong kami saat itu membantu kami untuk sembunyi dari anak buahnya bang barong dan aku juga sudah bertemu dengan orang tua kandungku," kata Ridwan.
"Wahh selamat ya kalo emang kamu sudah bertemu dengan keluarga kandungmu aku ikut senang dengarnya," uncap Ciko bahagia.
Setelah mendengarkan ceritanya mira dan ciko cukup lama hari sudah mulai siang, sudah waktunya untuk makan siang mba Dewi mencari Ridwan dan Kasih saat melihatnya sedang duduk di bawah pohon mba Dewi segera memanggilnya.
"Ridwan, Kasih ayo sini sudah waktunya makan siang!" panggil Mba Dewi.
"Ohh iya mba tunggu sebentar kita segera kesana," sahut Ridwan.
"Yuk Ciko dan kamu juga Mira ikut aku kita makan siang bersama biar aku kenalin kamu sama mamahku!" ajak Mira.
Mereka beremlat pun segera mendekat ke tempat dimana orang tuanya Ridwan dan Kasih menunggu bersama om Arya dan Mba Dewi.
"Mamah lihat siapa yang bersamaku sekarang?" tanya Ridwan saat sampai dekat orang tuanya.
"Siapa nak? kamu dapet teman baru ya?" jawab mamah Deswinta balik tanya.
"Ini coba tebak masa mamah tidak kenal ini siapa yang ada di sebelahku," Ridwan masih main tebak tebak dengan mamahnya.
__ADS_1
"Hmm, Cikoo,, ? iya Ciko kan bener? kok bisa Ridwan bukannya kamu pernah bilang kalo ciko,,," bu Deswinta tak meneruskan kata katanya.
"Iya mah, ini Ciko sahabat kecil aku, aku juga bingun dan terkejut waktu bertemu dengannya tapi ini kejutan yang sangat baik kan," jawab Ridwan menjelaskan betapa bahagianya ia hari ini karena bisa bertemu teman lamsnya.
"Masya Allah Ciko sini nak, tante kira kamu seperti yang di bilang Ridwan sukur kalo kamu baik baik saja tante senang sekali, kemana aja kamu selama ini?" tanya bu Deswinta senang.
"Alhamdulilah Tante aku baik baik saja dan bisa selamat dari maut juga berkat keberanian Mira dan juga kebaikan hati seseorang, tanpa mereka berdua Ciko tidak mungkin bisa seperti ini, ciko selama ini tinggal dengan orang yang sudah menolong ciko memberikan kehidupan kedua untuk Ciko," jawab Ciko bersyukur.
"Ohh sukur kalo begitu tante ikut senang dengarnya, dan Mira terimakasih karena sudah menjaga Ciko selama ini, mari sini gabung, kita makan siang bersama," uncap bu Deswinta mengajak Mira dan Ciko untuk gabung.
Mira dan ciko saling pandang, sebenarnya mereka tidak enak karena harus meninggalkan bu Marni dan Ryan terlalu lama tapi tidak sopan juga jika menolaknya, akhirnya mereka pun memutuskan untuk menerima ajakan bu Deswinta dan makan bersama walau cuma sebentar untuk menghormatinya.
Mereka pun makan bersama di bawah pohon dekat pantai sambil menikmati angin sepoy sepoy, setelah acara makan selesai semua duduk bersantai sambil menikmati waktu istiraha siangnya di minggu yang libur ini.
"Ciko... Mira... dimana kalian!" suara seorang pria memanggil manggil Ciko dan Mira.
"Ohh itu pasti suara om Ryan, beliau yang merawat kami selama ini, pasti mencari menyuruh kami makan," jawab Ciko.
"Ohh begitu syukur deh kalo kamu di rawat oleh orang yang baik tante tenang dengarnya, tapi kalo kamu mau tinggal bersama tante juga tidak apa apa nak, kamu kan bisa lebih dekat lagi dengan Ridwan!' kata bu Deswinta menawarkan.
Belum sempat ciko menjawab tawaran bu Deswinta Ryan sudah melihat keberadaan Ciko dan Mira dari jauh, tanpa memanggil lagi ia pun segera menghampirinya.
" Ohh rupanya disini kalian? di cari cari kemana mana juga," kata Ryan begitu di tempat keluarga Surya.
"Iya om maaf, ciko lagi kumpul sama teman lama Ciko, oh iya om kenalin ini Ridwan dan keluarganta, Ridwan ini teman kecilnya ciko waktu masih di kampung," kata Ciko mengenalkan.
__ADS_1
"Ohh begitu hai Ridwan apa kabar?" sapa Ryan ramah melambai ke arah Ridwan dan keluarganya yang di sambung dengan lambaian juga senyum ramah.
"Terima kasih ya tuan karena sudah menjaga dan membantu Ciko selama ini, kami pikir Ciko sudah bernasip malang seperti yang di katakan Ridwan," uncap bu Deswinta betsyukur.
"Iya nyonya, sama sama itu sudah menjafi tugas saya sebagai umat islam untuk saling membantu saat ada yang membutuhkan," ujar Ryan sungkan.
Ryan pun ikut gabung bersama dengan keluarganya Ridwan dan mengobrol bersama.
"Oh iya tante, bagaimana keadaan nenek? apakah nenek baik bail saja?" tanya Ciko ingin tahu kabar kekuarganya di kampung.
Bu Deswinta tak menjawab ia tertunduk sedih, padahal sudah sangat betusaha sekali untuk menberi tahu Ciko yang akan bertanya nanti.
"Hmm, A-anu N-nenenya Ciko sudah meninggal dunia sebulN seteka Ciko dibculik," jawab bu Deswinta.
"T-tidak mungki, nenek tidak mungkin meninggal dunia, ini pasti bohon kan tante?" tanya Ciko tak percaya, ciko tampak sangatt hancur dengan hidupnya di tambah. mengetahui kalo nenek meninggal Dunia.
"Maafin Tente Ciko semuanya itu benar, dan itu ternjadi setelsh tiga bulan kalian hilang tidak di temukan, setelah nenekmu meninggal tinggal orang tuamu yang selalu mencari tanpa henti keberadaan Ciko sampai memgorbankan segalanya, akhirnya karena lelah mereka pun jatuh sakit dan tak bisa berobat karena kehabisan uang," bu Deswinta bercerita.
Ciko mengengarkan ceritanya sambil berkaca kaca matanya sungguh kehilangan dirinnya menjadi musibah yang sangat terpukul untuk keluarganya apalagi bagi neneknya yang sudah sedari kecil merawatnya.
"Lalu orang tua Ciko setelah mereka sakit apa yang terjafi tante? apakah mereka baik baik saja?" tanya ciko lagi penasaran karena bu Deswinta berhenti.
"Hmm mereka... juga meningal Dunia Setahun setelah nenekmu meninggal nak, begitu pula dengan ayahmu semua ," jawab bu Deswinta melanjutkan Ceritanya.
Langsung Saja Ciko yang mendengar keluarganya satu persatu meninggal Dunia sangat terkejut dan terpukul akhirnya ciko jatuh pingsan...
__ADS_1
Bersambung.