
Setelah Ridwan dan ayahnya membersihkan diri karena habis olahraga pagi membuat tubuh mereka berkeringat setelah itu mereka sekeluarga makan bersama di meja makan, menyantap hidangan yang sudah di masak oleh bu Deswinta.
"Wahh masakan pagi ini terasa nikmat sekali mah, siapa yang masak?" tanya Ayah saat memakan perkedel.
"Yang masak mamah, tapi dengan bantuan Kasih yang membuat rasa masakannya menjadi lebih special karena di masak dengan cinta," jawab bu Deswinta tersenyum senang.
"Waah ternyata Kasih pintar masak juga ya? aku baru tahu coba lain kali mau tidak masakin buat aku?," tanya Ridwan memuji Kasih.
"Hahaha,,, cuma bantuin mamah sedikit saja kok, selebihnya mamah yang masak mana bisa,seperti itu di bilang bisa masak," kata Kasih malu.
"Kelak Kalo dewasa nanti pasti Kasih menjadi tipe istri idaman nih untuk calon suaminya," celetuk Ridwan ngasal.
Ocehan Ridwan membuat kedua orang tuanya Ridwan terkejut kaget, bagaimana tidak seorang anak seumuran Ridwan yang mana baru berusia 13 tahun tapi sudah mengerti pasal mengenai istri idaman yang baik itu seperti apa selain cantik juga harus pintar memasak.
"Ridwan kamu bicara apa? kenapa kamu bilang begitu tahu darimana kamu kata kata itu?" tanya Ayah terkejut.
"Hehehe maaf ayah, Ridwan hanya suka mendengar ayah memuji mamah jika mamah selesai masak dan selalu uncapan itu yang ayaj tunjukan untuk mamah kan," jawab Ridwan.
"Hufftt,, iya bener juga kata Ridwan pantas saja dia begitu tahu tetang salah satu kandidat istri idaman selain cantik juga harus pintar memasak, apa Ridwan nanti saat dewasa nanti mau menikah dengan Kasih?" tanya mamah Deswinta begitu yakin.
"Tapi... mah aku kan masih kecil masa iya udah mau di nikahkan, lagian belum tentu kan Kasihnya juga mau nikah sama aku," uncap Ridwan malu tapi mau.
__ADS_1
"Sekarang ia masih kecil bukan berarti tidak akan besarkan, pastinya suatu saat nanti akan ada masanya kalian tumbuh dewasa dan menikah karena itu sudah menjadi takdir insan yang hidup berdampingan," nasihat mamah Deswinta sepertinya sudah niat sekali ingin menjodohkan Kasih dan Ridwan.
"Sudah sudah obrolan perjodohan ini kita lanjut lain kali saja ya, kita juga butuh membicarakannya langsung kan keorang tua kandungnya Kasih tidak bisa main seenaknya begitu saja,memutuskan semuanya hanya sepihak," kata ayah menyudahi obrolan menenangkan pagi itu.
Semua menurut apa kata ayah, semua makan dengan lahap tanpa ada pembicaraan lain lagi hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang beradu saat menyentuh piring untuk menyendok nasi.
Sekitar tiga puluh menit kemudian semua sudah selesai makan pagi di meja makan dengan di bantu oleh mba Dewi mamah Deswinta merapikan meja makan dan piring kotornya di bawa mba Dewi untuk di cuci di dapur dan di letakan kembali di rak piring untuk piring yang sudah bersih.
"Sekarang mamah mau siap- siap untuk kita piknik nanti, Dewi," panggil bu Deswinta saat sedang duduk di ruang santai.
"Iya bu, ada yang bisa saya bantu!" sahut Dewi menghampiri ke ruang santai.
"Baik bu, laksanakan tugas," ujar Dewi mengerti perintah yang di berikan oleh majikannya.
Dewi pun mengikuti semua perintah majikannya dari mulai memasukan setiap kotak kecil ke kotak besar lalu menyusunya agar semua bekal muat dan tidak ada satu oun yang tertinggal, Dewi agak bingung kenapa bekalnya begitu banyak tidak emangnya mau berapa lama pikniknya.
"Banyak sekali bekalnya apa mungkin ibu dan bapak mau menginap dan akan pulang nanti malam? kalo gitu ngapain juga harus ngajak saya," gumam Dewi sendirian.
Saat Dewi sedang sibuk merapikan bekalnya ia mendengar pak Surya sedang mengobrol dengan seseorang dari pembicaraannya bisa di tebak kalo pak Surya mengajak orang di seberang telepon untuk turut serta dalam pikniknya kali ini, bagi sari ini adalah piknik keduanya setelah dulu saat pak Surya kecil ia juga di ajak piknik sama orang tuanya pak Surya majikan ibunya terdahulu.
Sekitar tiga puluh menit semua sudah siap di dalam bagasi mobil, begitu pula dengan bu Deswinta yang sudah memnyiapkan pakaian, karena mereka akan piknik ke ancol bu Deswinta membawa pakaian ganti siapa tahu mereka akan main basah basahan di sana nanti.
__ADS_1
"Mba Dewi sudah siap belum!" panggil bu Deswinta.
"Iya bu sudah sebentar saya mau mengunci pintu dulu," sahut Dewi dari dalam rumah.
"Oh yasudah cepat sedikit kita sudah hampir telat," uncap bu Deswinta lagi.
Sekitar pukul 08.00 wib mereka sekeluarga sudah siap untuk berangkat semua anggota keluarga sudah siap di dalam mobilnya, hari ini pak Surya menyetir sendiri karena ini acara keluarga jadi ia ingin menghabiskan waktu bersama lebih lama.
"Sudah siap semua kan? kalo gitu kita berangkat sekarang?" tanya pak Surya saat semua di mobil.
"Sudah siap ayah, ayo kita berangkat!" seru Ridwan senang.
Ini piknik pertama kalinya untuk Kasih karena sebelumnya ayah cuma mengajaknya keliling kampung saja itu juga tidak terlalu jauh dari rumahnya, sungguh senang perasaan Kasih hari ini karena akan berlibur bersama,keluarga barunya.
"Kasih senang kan! kita mau berlibur hari ini semoga saja setelah berlibur nanti hati Kasih akan menjadi lebih baik dan semua sakitnya di tinggal ya disana?" tanya bu Deswinta.
"Iya mah, aku senang banget hari ini karena ini pertama kalinya aku jalan-jalan di hari libur weekend ini," jawab Kasih senang.
Pak Surya masih pokus dengan setirnya mengendarai mobil menuju tempat piknik mereka hari ini.
Bersambung.
__ADS_1