Maafkan Aku Ibu!

Maafkan Aku Ibu!
Bab 81


__ADS_3

Di bawah pohon yang teduh keempat anak yang menuju remaja itu sedang duduk bersama sambil memandangi lautan lepas yang luas membentang di hadapan mereka, Ridwan yang saat itu sedang menyimpan Sejuta tanya tentang keadaan dan kabar dari dua orang sahabatnya ini sedang menanti penuh harap.


"Sekarang kita sudah duduk di sini, penjelasan apa yang seharusnya kamu katankan tolong jelaskan?" tanya Ridwan.


"Hufftt,,, iya oke! aku akan menjelaskan semuanya tenang aja," jawab Mira.


Kilas Balik masa itu (Mira sedang Cerita).


Masa itu saat Ridwan telah kembali dari gudang karena di paksa oleh bang Barong ikut dan menyaksikan keadaan sahabatnya yang sedang di siksa para, sedangkan Mira duduk menanggis sedih memikirkan keadaan Ciko yang saat itu di paksa masuk kedalam gudang oleh kedua anak buahnya Barong, dan selama satu bulan lamanya di kurung tanpa di kasih makan dan minum tapi terus di siksa oleh mereka.


"Huhuhu,,, Ciko gimana keadaan kamu, aku khawatir banget," isak tanggis Mira.


Saat Mira sedang terus menunduk meratapi nasib Ciko akan seperti apa? ia melihst kehadiran anak buahnya Bang Barong yang sedang menarik tangan Ridwan, disana terlihat Ridwan sedang meronta meminta di lepaskan.


Brakkk!!!


Suara pintu yang di buka paksa, dan tubuh Ridwan pun terlempar jatuh karena di dorong oleh mereka, spontan saja Mira yang sedang duduk langsung menghampiri Ridwan dan mencoba membantunya untuk bangun.


"Akhh,,, om tolong lepasin Ciko!!" teriak Ridwan.


"Hahaha,,, lepasin?? lue gak liat hah tadi temen lue itu uda M***," hardik kedua anak buahnya barong.


"Ridwan kamu tidak apa-apa kan?" tanya Mira membatu bangun. "Bang kenapa cuma Ciko yang di hukum kita juga bersalah hukuk kita juga!" kata Mira.


Teriakan Mira tak di hiraukan oleh kedua anak buahnya Barong mereka malah pergi keluar, dan saat pintu hendak di tutup masuklah bang barong dengan wajah sangarnya menghampiri Mira dan Ridwan yang saat itu sedang duduk di lantai.


"Ridwan ceritakan apa yang terjadi sama Ciko? apa tadi yang aku denger itu bener? Ciko telah tiada?" tanya Mira.


Ridwan tak menjawab dia hanya tertunduk sambil menanggis sedih membayangkan kejadian yang ia lihat tadi.


"Ridwan! jawab aku!!?" teriak Mira karena Ridwan diam.


"Hahaha! biar gue yang jawab! iya Ciko udah gak ada itu humuman untuk anak yang mencoba melawan gue , dan siapa lagi di antara kalian yang berani untuk kabur gue bakalan lakuin hal yang sama kaya Ciko, paham lue pada!!" suara bang Barong bergema sambil tolak pinggang dia berbicara membuat anak-anak ketakutan.

__ADS_1


"Kenapa bang kok tega banget ngebunuh Ciko? kamu juga bersalah kenapa gak hukum kami juga? kenapa cuma ciko?" tanya Mira histeris, sungguh perasaan mira saat itu sangat sedih kala mendengar kabar kematian dari Ciko.


"Hahah, lue juga ingin di hukum? oke dengan senang hati tar juga ada saatnya giliran lue berdua di hukum, dan lue Mira siap-siap ya bentar lagi gue bakalan bawa lue keluar dari sini menuju satu tempat yang indah!" jawab bang barong mengancam Mira dan Ridwan.


"Jangan bang! udah cukup abang hukum Ciko jangan abang hukum lagi Mira, kalo abang mau hukum? hukum aja aku!" pinta Ridwan membela Mira, dalam hati Ridwan saat itu sanggat kacau sekali.


"Lue masih berharga buat gue, jadi mana mungkin gue hukum lue, lebih baik gue hukum aja anak ini yang udah membantah gue, ngerti lue!!" bentak Barong. "Kunci pintunya awasi mereka jangan sampai salah satu dari mereka ada yang mencoba melarikan diri lagi!!" perintah barong je anak buahnya lalu ia pun keluar.


Mira membantu Ridwan untuk bangun dari tempanya kini ia duduk, pindah ke tempat tidur mereka yang cuma beralaskan kardus.


"Kenapa kamu terluka Wan? apa bang barong juga memukuli kamu?" tanya Mira saat melihat luka lebam di sekujur tanfan dan kaki Ridwan.


"I-iya tadi aku mencoba untuk menolong Ciko, dan mereka langsung memukul tangan ku dan terus memukul setiao kali aku berusaha untuk melepaskan ikatan talinya Ciko, dan dalam keadaan terluka parah Ciko memintaku untuk berhenti," jawab Ridwan lirih.


"Lalu Ciko sekarang ada di mana?" tanya Mira ingin tahu.


"Ciko masih ada di gudang itu, dan akan di buang tubuhnya ke sungai saat tengah malam nanti," jawab Ridwan.


"Gudang? sebelah mana letak gudang itu?" tanya Mira lagi penasaran.


"Gudang itu ada di ujung ruangan dari kamar mandi belok kiri dan tempatnya emang sanggat gelap," jawab Ridwan.


"Ohh, yaudah kamu istirahat aja dulu ya biar luka lebammu ini lekas sembuh," kata Mira khawatir lalu berdiri hendak tidur ke tempatnya.


"Iya terimakasih Mir, karena sudah perhatian sama aku dan maaf aku gak bisa menyelamatkan Ciko," uncap Ridwan menyesal merasa taj berguna.


"Sudah bukan salah kamu juga, semua ini sudah terjadi gak bisa di ulang lagi, lagian kamu juga kan terluka yasudah tidur aja tidak usah di bahas dulu," kata Mira menghibur Ridwan supaya tidak bersedih.


Malam itu sudah hampir tenggah malam Mira dan Ridwan belum juga bisa tidur karena selalu memikirkan Ciko yang begitu malang nasibnya. Sesaat sebelum benar benar tenggah malam suara pintu di buka dan ternyata yang datang dua orang anak buah barong biasa mereka bertugas untuk mengecek apakah anak-anak udah pada tidur atau belom.


Mira dan Ridwan yang saat itu masih terjaga langsung pura-pura tidur dan tidak bersuara, kedua anak buah barong berkeliling mengitari memeriksa setiapa anak.


"Hah udah tidur semua kok aman, yuk ahh kita keluar," kata anak buah 1.

__ADS_1


"Yaudah yuk, bentar lagi bos nyuruh kita untuk buang tuh tubuh anak pembangkang itu," kata yang kedua.


"Iya yuk,"


Mereka pun pergi keluar tapi pintunya tak lagi di kunci hanya di tutup saja, Mira yang mendengar perkataan mereka langsung bertambah cemas dari balik tangannya yang menutupi mata ia mencoba mengintip apakah mereka sudah pergi atau belum.


Saat situasi sudah mulai aman Mira yang sedari tadi sedang pura-pura tidur bangun dan beranjak dari tempatnya, namun Mira tidak tahu kalo Ridwan juga sedang pura-pura tidur, ia mendengar pegerakan Mira dan Ridwanpun bangun.


"Mira,,," panggilnya lirih.


"Hah! Ridwan kamu belum tidur, bikin kaget saja," sahut Mira berhenti.


"Aku gak bisa tidur, kamu mau kemana Mir, malam malam begini?" tanya Ridwan masih berbisik takut di dengar orang lain.


"Hemm, a-aku,,, m-mau kekamar mandi," jawab Mira berbohong.


"Ohh! mau aku antar? ini udah malam!" tawar Ridwan.


"Oh tidak usah aku berani kok sendiri, lagian malu juga kalo harus di anterin kamu," jawab Mira.


"Oh yasudah hati-hati," kata Ridwan khawatir.


Mira hanya menganguk dan tersenyum lalu pergi keluar dengan sangat perlahan agar tidak ketahuan oleh anak buahnya bang Barong atau teman yang sedang tidur, malam ini Mira berencana ingin menyelamatkan Ciko tanpa melibatkan Ridwan yang sedang terluka parah karena di pukul oleh anak buah barong.


Mira terus berjalan menyusuri lorong markas yang dulunya adalah pabrik tapi sudah lama tidak terpakai jadi terbengkalai, setiap sisi markas seperti ruangan khusus dari proses pembuatan dulu semasa pabriknya masih aktif.


"Tadi kalo tidak salah, Ridwan bilang kalo gudangnya ada di dekat kamar mandi mudah mudahan tidak ada yang jaga agar aku bisa leluasa jalankan rencana ini," gumam Mira dalam hati.


Mira terus berjalan dengan sangat hati hati sekali ia tidak ingin ketahuan yang bisa membuat rencananya gagal nanti, sampainya Mira di depan gudang Mira masih terus berjalan mengendap endap, sungguh beruntung malam ini Mira karena pintu gudang di biarkan terbuka yang biasanya selalu terkunci.


"Inikah gudang yang di maksud Ridwan? gelap sekali semoga saja di dalam tidak ada yang jaga, Ciko aku datang menyelamatkan kamu," kata mira lagi dalam hati.


Jantung Mira saat itu berdegub lebih kencang dari biasanya membuat ia lebih hati hati lagi dalam menjalankan tugasnya Mira membuka pintu gudang begitu gelap di dalam tidak ada cahaya lampu sama sekali, lalu Mira mencari sesuatu alat yang bisa di pakai untuk menerangi jalannya agar lebih mudah menemukan Ciko di dalam ruangan itu saat Mira sedang berjalan sambil terus mencari alatnya, karena kondisi ruangan yang begitu gelap membuat mira tidak bisa melihat dengan baik.

__ADS_1


Saat Mira sedang berjalan maju menuju dekat jendela sambil meraba raba, Mira tiba tiba terjatuh seperti menabrak sesuatu di bawahnya dan ia pun jatuh tersungkur...


Bersambung.


__ADS_2