
Satu jam kemudian karena Ciko belum juga sadarkan diri akhirnya Ryan memutuskan untuk membawa Ciko ke rumah sakit sedang kan keluarga pak Surya pun pamit pulang karena sudah siang dan acara pikniknya pun sudah selesai.
"Om bagaimana ini sudah satu jam, Ciko belum juga sadarkan diri?" tanya Mira panik.
"Iya juga ya apa Ciko baik baik saja om?" Ridwan ikut bertanya.
"Iya sangat mengkhawatirkan tapi agar tidak khawatir saya akan membawa Ciko ke rumah sakit karena disana alatnya lebih lengkap!" jawab Ryan meminta ijin.
"Oh yasudah kalo emang itu yang terbaik silakan di bawa kerumah sakit dan semoga Ciko baik baik saja,," kata pak Surya mengiyakan.
"Yasudah kalo gitu saya permisi dulu, mohon pamit semuanya ayo mira kita berangkat!" pamit Dokter Ryan mengajak Mira.
"Iya silakan hati hati di jalan," sahut pak Surya,dan istrinya.
"Dah Ridwan sampai Jumpa lagi, kamu juga Kasih dahh!" kata Mira,sambil melambaikan tangannya.
"Dah, sampai jumpa,lagi mira hati hati di jalan," sahut Ridwan membalas lambaian tangan Mira.
__ADS_1
Saat Kira dan Ryan yang mengendong Ciko sudah jauh dan tak terlihat oleh mata lagi pak Surya mengajak keluarganya untuk pulang kerumah.
"Yuk sekarang kita, juga harus pulang karena sudah sore, sudah puas kan bermainnya?" tanya pak Surya mengajak pulang.
"Sudah yah, yuk kita pulang! oh iya om Arya kemana yah kok tidak ada sih?" tanya Ridwan.
"Iya ya, mba Dewi juga gak ada! kemana mereka berdua?" sahut bu Deswinta yang juga kehilangan Dewi.
Mereka pun memutuskan untuk kembali ke parkiran siapa tahu kalo mba Dewi dan om Arya ada disana, karena tadi seingat bu Deswinta tadi Arya dan Dewi membantunya merapikan tempat kemah dan membawa semua perlengkapan ke mobil.
"Mungkin ada di parkiran kali! coba yuk kita cari disana!" kata bu Deswinta menebak.
"Ehh Ayah, itu bukannya Dewi ya? dan di sebelahnya Arya kan? bener gak sih atau mamah salah lihat?" tanya bu Deswinta memastikan benar atau salahnya.
"Mana? oh iya itu benar kok Dewi dan Arya, ayah yakin itu," jawab pak Surya meyakinkan kalo bu Deswinta tidak salah lihat.
"Mereka sedang apa ya disana? yuk Kasih kita juga kesana nyusul mereka!" tanya Ridwan mengajak Kasih untuk menghampiri Arya dan Dewi, tapi di tahan oleh bu Deswinta.
__ADS_1
"Eits,,, tunggu dulu! kalian mau apa kesana? itu urusan orang dewasa kalian masih anak anak tidak perlu ikut campur, dari pada kepo dengan urusan om Arya dan mba Dewi, lebih baik kita pulang saja oke!" cegah bu Deswinta menahan tangan Ridwan dan mengajaknya pulang.
"Loh, tapi mah! kalo kita pulang bagaimana dengan Mba Dewi masa mau di tinggal?" tanya Ridwan ingin tahu.
"Kalo Mba Dewi gak usah khawatir karena ada Arya, mamah yakin pasti om Aryamu tidak akan tega kan membiarkab Dewi pulang sendirian," jawab bu Deswinta lalu menarik tangan kedua anaknya untuk menjauh.
"Mah,,, mah! jangan keras keras narik tangannya ayah yakin itu pasti sakit," kata pak Surya melepaskan tangan istrinya, yang mengandeng tangan kedua anak mereka.
Sambil tersenyum konyol bu Deswinta melepaskan gengamannya saat sudah menjauh dari pantai dan kini mereka sedang ada di parkiran mobil.
"Oh iya maaf mamah terlalu betsemangat, jadi buat kalian terluka deh maafin mamah ya," ujar bu Deswinta menyesal karena melihat kedua anaknya sedang menahan sakit.
"Ya mah, tidak masalah?!" kata Ridwan dan Kasih.
Pak Surya sudah ada di dalam mobilnya menunggu keluarganya untuk segera masuk agar ia bisa segera tancap gas, karena hari sudah mulai siang.
Mereka pun melaju pulang menuju rumahnya karena hari sudah hampir sore, Dewi di tinggalkan biar nanti pulang di anterin sama Arya, sepanjang jalan mereka hanya diam saja tidak banyak bicara karena sudah lelah seharian tadi bermain saja.
__ADS_1
Bersambung...