Maafkan Aku Ibu!

Maafkan Aku Ibu!
Bab 82


__ADS_3

"Akh!!," Mira segera menutup mulut dengan tangannya agar tidak terdengar kemana mana suaranya.


Saat Mira terjatuh ia menyentuh ada kaki yang menghalanginya dia pun langsung memikirkan Ciko saat itu dengan segera ia bangun dari posisi duduknya dan meraba raba tubuh manusia yang ada di ruangan gelap itu, kebetulan yang sangat memihak padanya ia menemukan sebuah senter tergeletak dengan tubuh tak berdaya itu ia nyalakan senternya dan ia arah kan ke tubuh tersebut.


"Hah tubuh siapa ini? hampir saja membuat aku jantungan? apa jangan- jangan ini tubuhnya Ciko? aku harus mencari sesuatu agar aku bisa melihat wajahnya, oh ini senter beruntung sekali aku malam ini! mungkinkah ini senter milik anak buah barong, peduli apa yang penting aku harus segera mencari tahu siapa ini?" Mira terus bermonolog dalan hatinya.


Perasaan yang tadi penuh kecemasan dan kekhawatiran atas keselamatan Ciko kini sedikit lega karena sudah menemukan titik terang karena sudah berada di dalam gudang yang tanpa penjagaan, seperti sudah di takdirkan ia menyelamatkan Ciko malam ini.


Dengan segera ia menyalakan senternya ke arah tubuh tak berdaya itu dan betapa terkejutnya Mira saat melihat tubuh tak berdaya penuh luka lebam dan memar darah di sekujur tubuhnya, sungguh kondisi yang sangat mengenaskan membuat Mira seketika itu juga menanggis.


"*Masya Allah Ciko!! sungguh tega sekali mereka menyiksa kamu sampai segini, ya Allah ciko maafkan aku karena tidak bisa menyelamatkan kamu saat mereka menyiksamu, tapi tenang aku akan membawamu kekuar dari sini agar kamu bisa di makamkan dengan baik," Mira mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk membawa tubuhnya Ciko yang tidak bisa bergerak itu, karena tidak mungkin ia mengendongnya keluar ruangan.


Mira terus mencari, kini lebih mudah baginya untuk melihat seisi ruangan dengan bantuan alat senter yang ia temukan dekat tubuhnya Ciko, setiap sudut dia padangi dengan senter tersebut berharapnada sesuatu benda yang dapat mempermudah dirinya untuk membawa ciko keluar.


Mata Mira pun tertuju pada sebuah troli tua yang tergeletak di pojok ruangan, karena ini gudang jadi isinya adalah barang barang bekas yang sudah tidak terpakai lagi, tanpa menunggu lama Mira pun meraih troli itu dan membawanya mendekat ke arah Ciko, dengan susah payah ia berusaha untuk memindahkan tubuh itu dari bawah ke atas troli agar bisa membawanya keluar.


"Ayo Mira sedikit lagi kamu pasti bisa membawa ciko kekuar dari sini, semoga saja tidak di ketahui oleh anak buah barong, hah masih ada sedikit kehidupan Ciko masih hidup," Mira menyemangati dirinya sendiri*.

__ADS_1


Mira menjadi lebih bersemangat lagi saat ia menyentug bagian dada Ciko masih ada sedikit detang jantung yang terasa itu artinya Ciko masih hidup walau dalam keadaan keritis, Mira pun segera mempercepat gerakannya dan akhirnya ia berhasil memindahkan tubuh ciko ke troli, lalu ia pun keluar lewat pintu belakang karena tidak mungkin lewat pintu depan karena suara troli saat di dorong pasti akan menimbulkan suara berisik.


"Hmm aku tidak mungkin keluar lewat depan, oh iya aky baru ingat sepertinya gudang ini posisinya dekat dengat pintu belakang? baiklah kalo begitu aku harus keluar lewat pintu belakang saja," kata mira mendorong troli itu.


Bagi Mira mendorong troli yang berisikan satu orang bukanlah hal yang sulit karena saat di kampung sebelum dirinya di culik barong ia juga sering mendorong ibu dan adiknya dalam gerobak sampah, saat itu ibunya memang sedang sakit dan tak berdaya sedangkan adiknya masih kecil dan tidak mungkin membiarkannya jalan kaki jadi mira menyuruhnya untuk duduk bersama dengan ibunya juga.


Mira terus berusaha sekuat tenaganya untuk mendorong Ciko membawanya keluar dwngan sangat hati hati sekali hingga akhirnya ia pun tiba dengan selamat di luar gedung melalui jalan pintu belakang yang dulu pernah ia dan Ciko temui sebagai jalan rahasia untuk mereka melarikan diri.


"Huh akhirnya aku sampai juga dengan selamat di pintu belakang dan dengan selamat bisa keluar dari gedung itu, Ridwan maafkan aku karena tidak melibatkan kamu dalsm rencanaku ini, aku khawatir dengan kondisimu tetap berada di sini sampai pulih itu jalan yang terbaik, tapi kamu jangan khawatir saatnya tiba nanti aku dan Ciko akan kembali untuk menyelamatkan kamu," gumam Mira dalam hati.


Saat tenggah malam tepat pukul 00.30 wib, Mira sudah selesai melepas penatnya ia pun melanjutkan kembali langkah kakinya sambil mendorong Ciko membawanya kerumah sakit terdekat dan berharap kalo nyawanya ciko masih bisa di selamatkan.


"Ciko kamu harus bertahan, aku akan membawa kamu ke rumah sakit terdekat dan semiga saja tidak bertemu dengan anak buah bang barong, semoga keberuntungan ada di pihak kita malam ini," doa Mira dalam hati sangat berharap.


Dengan wajah yang penuh dengan keringat Mira mendorong troli yang membawa tubuhnyw ciko melewati jalan setapak, jalan ini sangat sepi apa lagi ini sudah sangat larut dan tidak ada satupun orang yang bisa di mintai pertolongan, tidak jauh dari tempat tadi ia di sekap adalah perkampungan Mira mengorong gerobaknya menuju kampung tersebut berharap ada oramg yang masih terjaga.


Sementara itu di gudang setelah kedua anak buahnya barong kembali dari luar karena mereka habis bersenang senang, malam ini mereka di perintahkan oleh bang barong untuk membuang jasad Ciko ke sungai agar tidak ada yang tahu.

__ADS_1


"Yuk, sekarang waktunya kita jalani tugas dari bos untuk membuang mayat anat tak berguna itu sungguh sanfat menyusahkan saja!" gerutu anak buah 1.


"Ya gimana lagi, kita cuma bawahan yang harus nurut dengan perintah bos, kalo tidak bisa bisa nyawa kita yang melayang," kata anak buah dua.


Mereka terus berjalan dari pintu luar utama menuju gudang tempat ciko di sekap tadi, tapi mereka kaget saat mekihat pintunya terbuka mereka berpikir kalo ada yang menusup masuk dan dengan segera mereka langsung masul ke dalam dan menyalakan lampu yang saklarnya ada di tempst tinggi walaupun Mira tahu disitu ada lampu belum tentu juga ia bisa menjangkaunya.


"Hah!! kenapw pintunya bisa terbuka! jangan jangan anak itu masih hidup lagi terus pergi melarikan diri!" uncap anak buah satu.


"Waduh gawat nih kalo sampai bos tahu bisa tamat kita yuk cepetan masuk priksa lagi," kata anak buah dua betvegas masuk ke dalam.


Saat di dalam setelah lampunya menyalah mereka tak lagi menyari atau heboh karena ciko hilang, sebab Mira telsh menipu mereka sebagai ganti untuk membohongi para penjahat Mira meletakan patung menequeen di lantai dan menutupinnya dengan kain hitam, jadi tidak ada yang tahu kalo ciko sudah di selamatkan.


Mereka pun segera mengotong mayat bohongan itu dan membawanya,keluar untuk di buang ke laut, entah apa yang akan mereka lakukan jika sadar kalo itu mayat tipuan akal akalan dari Mira si gadis tegar yang cantik dan berani.


Bersambung.


Bab kilas baliknya masih berlanjut ya.

__ADS_1


__ADS_2