
Selesai makan siang ibu bersama Dimas langsung menuju rumah bu Puji dan sesampainya disana ibu segera bebersih di mulai dari lap lap dulu di seluruh ruangan mulai dari bagian atas sampai bawah sedangkan Dimas bertugas menyiram tanaman.
"Bu Dimas bagian menyiram bunga ya di depan!" pinta Dimas.
"Oke ibu bagian beres beres di dalam ya nanti kalo Dimas lelah istirahat saja ya," kata ibu mengiyakan permintaan Dimas.
"Baik bu," kata Dimas.
Ibu tersenyum dan menuju ruangan dalam rumah ibu me gambil lap basah dan mulai lap lapnya ibu melakukan pekerjaannya dengan senang dan gembira karena sudah menjadi kebiasaannya sehari hari di rumah walau baru pertama kalo kerja di rumah orang.
Selesai lap lap bagian atas ibu lanjut menyampu di bagian bawah dari sudut ke sudut agat tidak ada sampah yang tertinggal selesai menyapu ibu lanjut ngepel lantai dan selesai semuanya ibu lanjut masak untuk makan malam suaminya Bu Puji yang hanya di tinggal sendiri di rumah.
Sekitar pukul 17.00 ibu telah selesai semuanya lalu ibu menyiapkan makanan di meja makan dan menutupnya dengan tutup saji lalu ibu pulang tidak lupa mengunci pintunya kembali supaya tidak ada orang jahat yang masuk.
"Yuk Dimas kita pulang sudah selesai semuanya lanjut besok lagi!" ajak ibu kepada Dimas yang sedang duduk di teras sambil selonjor kakinya.
"Yuk bu, emang sudah selesai semua ya?" tanya Dimas bangun dari duduknya.
"Iya sudah kok, besok lagi kita lanjut beres beresnya," jawab ibu tak lupa mengunci pintu gerbang juga.
Saat ibu sedang berjalan menuju rumah ibu di kejutkan oleh suara seseorang yang memanggil namanya.
"Bu Ningsih tunggu sebentar!" panggil seseorang yang suaranya sangat ibu kenal yaitu seperti suara bu Rt.
__ADS_1
Ibu pun menoleh kebelakang dan berhenti untuk mengetahui siapa yang menanggilnya, ternyata tebakan ibu itu benar yang memanggil ibu itu adalah bu rt dan ada dua irang ibu ibu lain bersamanya tapi ibu tidak kenal dengan orang tersebut.
"Iya bu Rt ada apa ya? kok tiba tiba manggil?" tanya ibu penasaran.
"Iya nih ada perlu tapi kayanya gak enak kalo mau ngobrol di jalan boleh kita,ke rumah bu Ningsih dulu gak?" jawab vu Rt minta ijin.
"Oh mari silakan bu Rt yuk kita kerumah!" ajak ibu setuju.
Ibu, dan juga yang lainnya pulang kerumah ibu tidak tahu kalo ada yang kepo dengan urusannya ibu dan bu rt dari balik jendela sedang memperhatikan penuh iri dan ingin tahu banget.
"Ada perlu apa ya? bu rt mencari Ningsih tidak seperti biasanya sih, terus dua orang yang bersama bu Rt itu siapa ya?" gumam Sari dari balik jendela. "Terus tadi kayanya Ningsih dari rumah bu Pujinya habis ngapain juga dia disana? kalo gak salah bu Puji lagi ke jakarta deh kemarin di rumah cuma ada suaminya atau jangan jangan Ningsih ada apa apa lagi sama suaminya bu Puji? waduhh bahaya nih," sambung Sari berburuk sangka.
Sari yang sedari tadi cuma mengintip di balik jendela ia pun mencoba mendekat dengan alasan pergi ke kebun miliknya yang berada tidak terlalu jauh dari rumah ibu untuk mengambil sayuran, padahal niatnya cuma satu yaitu untuk mendengarkan obrolan ibu dan bu Rt juga dua orang yang bersama bu rt barusan.
Ibu selesai cuci tangan dan duduk kembali untuk berbicara dengan bu rt dan tamunya juga lalu menyiapkan minum yang di bawa Dimas teh manis hanggat.
"Maaf ya bu rt saya tadi tinggal cuci tangan dulu, tadi habis beberes di rumah bu puji, silakan ibu di minum tehnya maaf cuma air minum saja yang bisa saya sediain!" tawar ibu mempersilakan.
"Oh iya bu Ningsih tidak apa apa kok, terima kasih untuk air minumnya, oh iya katanya bu puji sedang keluar kota ya? terus di rumah cuma, ada suaminya aja itu juga pulang malam ya?" tanya bu Rt.
"Iya bu tugas saya cuma beberes rumah juga masak untuk suaminya bu Puji saat pulang kerja nanti, lalu mencuci baju kotor kalo ada," jawab ibu menjelaskan.
"Ohh begitu, oh iya bu Ningsih ini kenalin saudara saya dari desa sebelah dan ini tetangganya, bu Dina, dan bu asih," kata bu rt memperkenalkan.
__ADS_1
"Salam kenal bu saya Ningsih senang bisa kenal sama bu Dina dan bu Asih," sahut ibu mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
Kedua tamu ibu pun menyambut uluran tangan ibu dan mereka pun bersalaman, setelah saling kenal bu Rt melanjutkan lagi tujuan kedatangannya bersama dua orang di sebelahnya itu.
"Jadi gini bu Ningsih bu Asih ini ada perlu sama bu Ningsih dan untuk lebih jelasnya lagi biar bu Asih langsung saja yang berbicara," kata bu Rt menjelaskan maksudnya.
"Oh iya silakan bu," kata ibu siap mendengarkan walau sedikit gugup.
"Iya terimskasih sebelumnya untuk bu Rt ya sudah mengantar saya kesini, jadi gini bu Ningsih saya lagi ada butuh untuk pesen kue buat acara arisan keluarga minggu depan, tadinya saya kan mau bikin sendiri karena, emang selalu bikin sendiri kalo ada apa apa cuma kebetulan pas hari Hnya saya ada kerjaan dadakan yang tidak bisa di tinggal," kata bu Asih menceritakan maksudnya.
"Ohh begitu jadi rencananya emang bu Asih ini butuh kue berapa banyak dan apa saja?" tanya ibu.
"Saya kira kira butuh kue sepuluh jenis kue dan masing masing butuh enam puluh lima biar tetangga juga kebagian," jawab bu Asih.
"Oh iya insya Allah saya siap bu, untuk minggu depan kan ya?" tanya ibu lagi.
"Iya bu bener untuk minggu depan dan kira kira berapa ya harganya?" jawab bu Asih balik tanya.
"Hmm satu kue biasa saya jual dengan harga seribu rupiah satuannya, tapi karena belinya banyak saya kurangin deh dua ratus jadi harganya delapan ratus rupiah saja nanti di kalikan," jawab ibu mulai menghitung di bukunya.
Ibu pun mencatet semua kue yang di pesan bu Asih beserta harganya, karena masing masing kue harganya berbeda yang harganya seribu ibu jual delapan ratus, sedangkan yang harganya seribu lima ratus ibu jual jadi seribu tiga ratus, pokoknya intinya setiap harga jual kuenya ibu kurangin dua ratus rupiah.
Setelah selesai menulis bonnya ibu menyerahkan catatan itu ke bu Asih untuk di priksa lagi hitungan harganya, setelah di rasa bener semua bu Asih menyerahkan uang lima ratus ribu sebagai uang tanda jadinya, harga telah di sepakati dan kerja sama pun sudah di putusnya, uang tanda jadi sudah di terima sekarang bu Asih, dan yang laimnya pamit undur diri karena,sudah sore dan waktunya masuk solat magrib.
__ADS_1
...