Maafkan Aku Ibu!

Maafkan Aku Ibu!
Bab 76.


__ADS_3

Sementara kita tinggalkan dulu kehidupan ibu dan Nadia yang sedang kedatangan orang baru dalam hidup mereka sebagai penghibur untuk ibunyang sedang kesepian karena di tinggalkan oleh orang orang tercintanya kini kita beralih dulu lihat kehidupan Kasih dengan keluarga barunya.


Pagi harinya di kediam keluarga pak Surya dimana tempat Kasih dan keluarga barunya tinggal, pagi pagi seperti biasanya bu Deswinta selalu sibuk di dapur membuat sarapan untuk keluarganya bukan bu Deswinta tidak percaya dengan pembantunya untuk bikim sarapan buat keluarganya sendiri, tapi bu Deswinta lebih senang memanjakan keluarganya dari pada harus menyerahkan semuanya ke pembantu.


Bagi bu Deswinta pembantu cukup untuk urusan rumah saja seperti nyapu, ngepel nyuci dan gosok baju saja urusan makanan dan kebutuhan keluarga lainnya biar bu Deswinta yang memenuhinnya.


"Selamat pagi mah! sibuk ya boleh Kasih bantu!" sapa Kasih.


"Pagi juga, ehh Kasih udah bangun ya, emangnya Kasih bisa bantuin mamah masak?" tanya bu Deswinta.


"Dulu waktu Kasih tinggal sama ibu, pasti Kasih selalu ikut ibu masak dan berjualan di warung bakso jadi Kasih sedikit tahu kalo di suruh bantuin," jawab Kasih yakin ada perasaan rindu dalam hati kala ia teringat dengan ibunya yang sedang jauh disana.


"Wahh beruntung sekali ya ibunya Kasih karena punya anak sebaik Kasih yang suka membantu, kalo gitu sini boleh mamah di bantuin mumpung hari ini libur kan sekolahnya," ujar bu Deswinta melihat kesedihan dalam raut wajah Kasih.


Kasih tersenyum lalu menghampiri bu Deswinta yang sedang memasak, mula mula Kasih membantu mengupas bawang dan mencuci sayuran yang akan di masak oleh bu Deswinta.


Hari ini menu sarapan mereka adalah capcay dan juga perkedel sama ayam goreng, selain itu bu Deswinta juga memasak lebih karena sesuai rencana mereka semalam yang di bicarakan sebelum tidur bahwa besok tepatnya hari ini saat libur mereka akan adakan piknik keluarga, tak lupa juga pak Surya mengajak om Arya seorang yang sangat berperan penting dalam kebahagian bu Deswinta dan pak Surya.

__ADS_1


Jadi sebagai rasa terimakasih dan membalas budi baiknya Arya hanya sekedar ini mereka bisa membalasnya mengajak libur bersama piknik kesuatu taman hiburan yang ada di jakarja yaitu ancoll.


Saat Kasih bersama keluarganya sedang berbahagia karena Kasih di manjakan dan tidak di bedakan perhatiannya seperti anak sendiri, berbeda dengan ibu yang di ibutirikan oleh anak kandungnya sendiri, terkadang Kasih dalam sepinya suka merasakan kesedihan yang ibu rasakan walau mereka jauh terpisah jarak dan waktu tapi ikatan sebagai anak dan ibu tak bisa memisahkan mereka.


Apa lagi sedari kecil Kasih lah yang lebih dekat dengan ibu lebih tahu perjuangam ibu, dari mulai ibu bangun tidur hingga ibu tertidur Kasih yang lebih paham akan semuanya, jadi saat ibu sedih bathin Kasih juga bisa merasakannya, seperti saat ayah meninggal kemarin Kasih sangat merasakan kesedihan itu membuat ia tidak mau makan selama tiga hari akhirnya ia pun jatuh sakit selama dua hati dan saat Kasih demam itu lah saat yang bersamaan dengan meninggalnya Ayah.


Dan selama tujuh hari ayah meninggal kondisi tubuh Kasih sangat rentan dan lemas, berbagai cara pun di usahakan oleh bu Deswinta dan pak Surya agar Kasih kembali ceria seperti hari sebelumnya.


Hingga berangsur angsur kesehatan Kasih pun kembali pulih dan saat sehari sebelum Kasih benar benar pulih banget pak Surya merencanakan untuk berlibur untuk menyenangkan Kasih dan Ridwan agar mereka bersemanggat kembali,karena memang semenjak keluarga mereka kumpul kembali belim sekali pun pak Surya mengajak kedua anaknya jalan jalan karena kerjaan pak Surya sangat sibuk sekali.


Sekitar satu jam kemudian Kasih dan bu Deswinta sudah selesai memasak Kasih kembali membantu bu Deswinta untuk menata makanannya di meja makan, Kasih hanya membantu membawakan piring piring dan gelas kosong sedangkan untuk menata makananya bu Deswinta, tidak lupa mba Dewi juga membantu membawakan sayurannya yang ada di dapur kedepan agar lebih cepat.


"Sama-sama mah, ini sudah jadi kewajiban Kasih untuk membantu orang tua, tanpa mamah Kasih tidak mungkin bisa seperti ini, kebaikan mamah dan ayah sudah sangat luar biasa karena mau menampung bahkan menyekolahkan Kasih," puji Kasih memeluk mamahnya sungguh ada petasaan haru saat itu.


Kasih kini sudah dua tahun lebih dewasa saat pertama kali bu Deswinta bertemu dengannya, Kasih dua kelas 3 SD, jadi pemikiran Kasih sudah semakin dewasa seiringan bertambahnya umurnya Kasih.


"Anak gadis mamah ternyata sudah besar ys, sudah pinter berkata bagus membuat hati mamah senang dan berbunga bunga, oh iya bagaimana keadaan tubuh kamu udah agak baikan belum?" tanya bu Deswinta menyentuh keningnya Kasih khawatir Kasih masih demam.

__ADS_1


"Alhamdulilah mah Kasih sudah membaik, sudah sembuh kok ini juga betkat mamah, ayah dan juga kak Ridwan yang selalu berusaha untuk merawat Kasih, tanpa kalian semua Kasih tidak mungkin bisa sembuh, dan semoga kebaikan mamah dan keluarga di balas berlipat ganda oleh Allah," uncap Kasih mendoakan bu Deswinta.


"Aminn," uncap bu Deswinta.


"Aminn," dua suara pria yang begitu familiar bagi Kasih imut mengaminkan doa dan harapan Kasih saat mereka mendengarnya.


"Ehh, ayah kak Ridwan sudah bangun ternyata kirain masih tidur," kata Kasih terkejut dengan kehadiran ayah dan kakaknya.


"Kita udah bangun sedari tadi, Kasih! aku sama ayah habis olah raga lari pagi di luar mumpung libur," jawab Ridwan.


"Loh kok aku gak di ajak sih lari paginya, padahal aku juga mau ikutan lari lagi supaya sehat badanku," rengek Kasig merajuk.


"Maafin aku ya! tadi aku gak tega mau bangunin kamu soalnya kamu lagi tidur nyenyak banget, dan itu kali pertamanya kamu bisa tidur senyaman itu sejak seminggu terakhir ini," uncap Ridwan penuh sesal karena membuat Kasih sedih.


"Iya sayang, lagian Kasih kan baru mendingan jangan dulu terlalu cape," kata bu Deswinta menjelaskan.


"Ohh gitu yasudah aku ngerti kol, kalian semua selalu memimirkan yang terbaik buat aku, terimakasih karena sudah begitu perhatian sama aku," Kasih terharu dengan pethatian yang di berikan keluarga barunya.

__ADS_1


"Ibu lihat, Kasih disini baik baik saja, ibu gak usah khawatirin Kasih karena aku selalu di kelilingin oleh orang oranf yang baik tulus dan iklas merawat Kasih, semoga ibu disana baik baik saja, begitu pun dengan kak Nadia dan juga ayah, Kasih selalu berdoa semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi bu seperti dulu kumpul bersama, Kasih selalu merindukan kalian semua," doa Kasih dalam Hati.


__ADS_2