Maafkan Aku Ibu!

Maafkan Aku Ibu!
Bab 75


__ADS_3

Hari sudah mulai larut sekitar pukul 21.00 wib Dimas sudah mulai mengantuk karena lelah,sedangkan pekerjaan ibu masih banyak ingin Dimas ijin tidur tapi tidak tega meninggalkan ibu sendirian akhirnya ia paksa untuk melek.


"Hoaammm," suara Dimas yang menahan kantuk.


"Dimas sudah ngantuk ya? yasudah tidur aja dulu jangan di paksain?" tanya ibu.


"Tidak apa-apa bu, Dimas kuat kok nemenin ibu sampai selesai," jawab Dimas berbohong.


"Yasudah sini ikut ibu kamu tidur aja duluan ibu masih banyak banget kerjaannya nanti kamu sakit kalo di paksain melek!" perintah ibu mengajak Dimas masuk ke kamarnya.


Karena Nadia sudah berpesan tidak ingin tidur sekamar dengan Dimas akhirnya ibu menyuruh Dimas untuk tidur di kamarnya ibu, untuk sementara waktu dulu karena ibu belum sempat merapikan kamar satunya lagi yang memang di sediakan untuk Kasih jika sudah besar.


"Nah, untuk sementara kamu tidur di kamar ibu dulu ya, besok ibu akan bersihin kamar kosong untuk kamu, biar kamu bisa tidur sendiri berani kan?" kata ibu bertanya saat sudah sampai di kamarnya.

__ADS_1


"Berani dong bu masa enggak, Dimas kan anak laki-laki! oh iya kalo Dimas tidur disini ibu tidur dimana dong?" tanya Dimas ingin tahu.


"Kalo misalnya ibu ikut tidur disinin bersama Dimas bagaimana? Dimas keberatan tidak?" jawab ibu balik bertanya.


"Ya enggak lah bu! Dimas malah seneng bisa lebih dekat lagi sama, ibu lagian kan ini emang kamar ibu jadi udah haknya ibu untuk tidur disini," jawab Dimas.


"Yasudah kalo gitu, nanti ibu juga tidur disini sekarang ibu mau kembali lagi ke dapur untuk kerja, kamu tidur aja ya jangan nungguin ibu nanti ibu datang kok.," uncap ibu lalu pergi meninggalkan Dimas.


"Hmm sekarang tinggal merapikan kuenya dulu deh ke dalam wadah, habis itu baru di rapiin semua piring kotornya untung saja ada Dimas yang membantu jadi bisa cepat selesai biasanya jam segini aku baru mau mulai bikin kue," gumam ibu seorang diri.


Ibu bersyukur banget atas kehadiran Dimas dalam hidupnya karena selain bisa menemaninya untuk menghilangkan rasa sedih akibat di cuekin Nadia, Dimas juga bisa membantu semua pekerjaan ibu yang berat menjadi ringan, Dimas memang di kirimkan oleh yang maha kuasa untuk ibu didik dan asuh dengan baik, seperti anaknya sendiri dan itu akan ibu lakukan.


Saat ibu sedang sibuk di dapur Nadia keluar kamar menuju dapur mungkin Nadia sedang haus ia keluar untuk ambil air minum.

__ADS_1


"Nadia belum tidur?" tanya ibu saat melihat Nadia.


"Sudah tidur tadi, cuma kebangun karena haus mau minum kenapa ibu sendirian Dimas kemana? bukannya tadi dia disini membantu ya?" tanya Nadia melihat-lihat sekelilingnya.


"Oh iya Dimas sudah tidur tadi, Nadia terimakasih ya karena sudah ijinin Dimas untuk tinggal disini bersama ibu," uncap ibu senang.


"Ya selama dia tidak ganggu Nadia, itu boleh saja lagian bukan urusannya Nadia juga yang penting kebutuhan Nadia harus selalu di penuhin dan di utamakan, karena yang anak ibu tuh Nadia bukan dia," kata Nadia mengingatkan ibu.


"Insya Allah ibu akan selalu berikan yang terbaik untuk kamu selama ibu bisa," ujar ibu tersenyum akhirnya ibu bisa bicara dengan Nadia.


"Ya... ya ya, yasudah aku ngantuk mau lanjut tidur lagi, udah malam sebaiknya ibu juga tidur jangan begadang jaga kesehatan jangan sampai sakit nanti Nadia yang repot!" pesan Nadia agak sinis.


Setelah berbicara seperti itu Nadia lalu pergi kembali kekamarnya lagi, sementara ibu yang masih di dapur hanya senyum-senyum sendiri walaupun Nadia berbicara dengan nada sinis tapi ibu senang karena masih ada sedikit rasa khawatiran dalam hati Nadia, dan ibu yakin suatu saat nanti Nadia akan kembali menjadi anak yang baik seperti dulu lagi.

__ADS_1


__ADS_2