Maafkan Aku Ibu!

Maafkan Aku Ibu!
Bab 95


__ADS_3

Dimas hanya diam tak bisa melakukan apa apa saat menyaksikan Nadia berbicara kasar sama ibu, seandainya mereka adalah keluarga kandungnya Dimas, dan Nadia adalah kakak kandungnya Dimas pasti sudah sedari tadi memarahin Nadia tak perduli berapa usia mereka terpaut jauh.


"Kak Nadia aku minta maaf sebelumnya kalo aku lancang, tapi aku cuma mau mengingatkan kalo seharusnya kak Nadia itu bicara yang sopan kalo di depan ibu," kata Dimas memberanikan diri.


"Diam kamu! anak Kecil tahu apa sih! udah di bilangin jangan suka ikut campur urusan ku tapi masih ngeyel juga, urus urusanmu sendiri!!" bentak Nadia.


"Maafin aku kak kalo aku campurin urusan kakak, cuma aku tidak ingin kakak menjadi anak yang durhaka kepada orang tuanya terutams kepada ibunya," nasehat Dimas lagi.


"Sudah sudah, jangan ribut lagi ibu tidak apa apa kok Nadia besok uangnya ibu kasih ya, sekarang ibu belum ada jadi ibu mohon Nadia sabar dulu ya!" kata ibu melerai pertengjarab kedua anaknya.


"Yasudah awas aja klo uangnya besok tidak ada juga Nadia tidak mau bicara sama ibu lagi," ancam Nadia pergi meninggalkan Ibu.

__ADS_1


Dimas cuma bisa geleng geleng kepala saja melihat tingkahnya Nadia yang membuat ibu jadi sedih, Dimas pun menghampiri ibu dan mencoba untuk menghiburnya.


"Ibu yang sabar ya, kenapa kak Nadia kasar sih sama ibu? emang apa salahnya ibu?" tanya Dimas menghibur ibu.


"Iya Dimas ibu tidak apa apa kok, Nadia aslinya anak yang baik kok, hanya saja ia sedang kewaca sama ibu jadi dia marah sama ibu tapi nanti juga Nadia baik lagi kok," jawab ibu menghapus air matanya.


Mereka pun melanjutkan membuat pesanan kuenya karena sore nanti mau di ambil oleh si pemesan jadi harus selesai hari ini juga mana banyak lagi pesansnnya.


Sekitar pukul 12.00 wib sudah cukup banyak juga kue yang sudah selesai di buat setelah mateng di masak lalu di dinginkan habis itu baru di masukin ke dalam box sesuai menu kue yang berbeda beda, saat semua kue sudah masuk Box yang mana itu bagian Dimas, lalu Dimas menaruhnya di pojokkan dulu untuk nanti di iket jadi satu semua jumlah boxnya adalah sebanyak 100 box.


Hari sudah siang azdan duhur pun sudah berkumandang Ibu dan Dimas bergantian solat karena mereka masih membuat kue jadi tidak mungkin jika harus di tinggal takut gosong nantinya.

__ADS_1


"Dimas kamu solat duluan sana sudah waktunya solat duhur nanti baru ibu!" perintah ibu.


"Baik bu, kalo gitu Dimas tinggal ya bu," pamit Dimas meninggalkan ibu yang masih sibuk membuat beberapa adonan lagi dari masing masing kue.


Selesai Dimas solat gantian ibu yang solat dan kini bagian Dimas yang memasukan kue kue yang sudah adem ke dalam box lalu menatanya masing masing di tumpuk sepuluh box agar tidak ketinggian.


Selain jualan kue dan pecel keliling inilah usaha ibu untuk dia menafkahi putrinya untuk menuju masa depan, mengapai cita citanya walaupun tidak selalu ada pesanan tapi ibu tidak pernah menyerah untuk menjajakan keliling jualannya, yang penting bagi ibu adalah iya mendapat uang untuk pemasulan setiap harinya.


Sebagian uang ibu sisihkan dan sisahnya untuk kebutuhan ibu sehari hari membeli bahan makanan, tentunya itu sudah di ambil modal untuk jualan lagi di keesokan harinya.


Bersambung...

__ADS_1


(Maaf ya Up nya untuk hari ini sedikit dulu karena masih efek pegel tangannya akibat sibuk RL jadi mohon maaf semuanya🙏🙏)


__ADS_2