Maafkan Aku Ibu!

Maafkan Aku Ibu!
Bab 72


__ADS_3

Setelah lima menit Nadia masuk kamar akhirnya ia keluar kembali dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum akhirnya pergi makan, karena sudah masuk waktu solat duhur Nadia melaksanakan kewajibannya dulu, semenjak ayah meninggal Nadia harus rajin mendoakan ayah.


Karena biarpun ia masih tidak betbicara dengan ibu tapi setiap pesan yang di sampaikan ibu selalu Nadia turuti dan patuhi, karena Nasihat yang di berikan ibu adalah yang terbaik untuk masa depannya itu yang Nadia percaya.


"Alhamdulilah ya Allah biarpun Nadia masih membenci hamba dan tidak bicara seperti dulu lagi kepada hamba tapi hamba bersyukur karena Nadia tidak pernah meninggallkan Solatnya untuk mendoakan ayah di alam sana, semoga doa Nadia selalu di terima dan hamba tidak sama sekali membenci putri hamba, hamba sudah memaafkan Nadia sejak lama," uncap ibu bersyukur saat melihat Nadia sedang solat.


"Bu kenapa kak Nadia begitu kasar sama ibu? tidak sopan dan tidak salim saat balik dari sekolah?" tanya Dimas binggung melihat tingkah Nadia tadi.


"Tidak apa-apa Dimas, kak Nadia hanya sedang lelah saja dari pagi sekolah dan sampai siang baru pulang, biarkan kak Nadia istirahat dan Dimas jangan ganggu kak Nadia tidak ia sedang tidak mood ya," jawab ibu berpesan kepada Dimas.


Karena ibu khawatir kalo nanti Dimas akan membuat Nadia marah dan itu akan membahayakan posisi Dimas nantinya.


"Yasudah yuk kita makan di meja belakang!" ajak ibu pada Dimas.

__ADS_1


"Kenapa di belakang bu? tidak di meja saja bareng sama kak Nadia setahu aku satu keluarga akan terasa nyaman dan bahagia saat mereka sedang makan bersama di satu meja," tanya Dimas tak mengerti dengan ibu angkatnya.


"Dimas sayang tidak sama ibu? Dimas mau nurut kan apa kata ibu? kalo Dimas anak baik sekarang ikut ibu kita makan di dapur dan jangan banyak tanya karena semua yang ibu lakuin untuk kebaikan kita ya," jawab ibu menjelaskan tapi tak mau menceritakan semua yang terjadi.


Dimas masih belum mengeti dengan maksud omongan ibunya tapi Dimas juga tidak ingin bertanya lagi karena Dimas tahu jika ia bertanya lagi ibu akan sedih maka dari itu Dimas hanya Diam dan mengikuti perkataan ibu tanpa bertanya.


"Baik bu!" sahut Dimas menuruti ibu.


Ibu tersenyum karena Dimas sedikit menurut walau ibu tabu masih banyak bertanyaan Dimas untuk dirinya tapi ibu lupakan itu karena sudah waktunya untuk makan siang karena,setelah ini ibu juga harus menyiapkan dagangan untuk besok pagi.


"Entah lah bu, aku juga lupa kapan terakhir kali aku makan nasi, karena sudah sangat lama sekali, karena selain makan roti hasil mencuri aku juga terkadang makan, makanan bekas," carita Dimas sedih air matanya pun mengalir dari kedua belah matanya.


"Ya sudah mulai hari ini kamu tidak akan pernah lagi kelaparan, karena ibu akan selalu masak untuk kamu, dan mulai hari ini juga Dimas mau kan jadi anak angkat ibu? tinggal disini apapun yang terjadi!!" kata ibu menghibur Dimas sekalian memintanya untuk menetap dan menjadi putra angkatnya.

__ADS_1


"Ibu beneran mau jadiin aku anak angkat ibu? terimakasih bu Dimas pasti terima tawaran ibu karena sudah lama sekali Dimas tidak rasain kasih sayang dari seorang ibu, Dimas Rindu sama ibu kandung Dimas," uncap Dimas setuju ia terharu dan akhirnya menanggis lagi.


Ibu mengusap air mata yang jatuh membasahi pipi Dimas dan akhirnya mereka pun makan siang bersama di satu meja, sedangkan Nadia makan sendirian di meja makan, Nadia sempat mendengarkan obrolan Dimas dan ibunya ada perasaa iri yang muncul saat itu karena Nadia merasa ibunya sangat bersikap lembut pada orang lain sedangkan pada dirinya ibu bersikap kasar, yang pasti itu hanya pikiran dari Nadia saja.


"Bu ini mana susu untuk Nadia kok tumben tidak ada!" panggil Nadia cari perhatian.


Ibu yang mendengar panggilan dari Nadia langsung menghampiri nya, ibu merasa heran dengan sikap Nadia siang ini karena memang kalo siang hari bu tidak pernah membuatkan susu untuk Nadia kecuali kalo pergi hari, tapi karena ibu berpikir mungkin Nadia sedang ingin minum susu jadi ibu pun menghampiri Nadia.


"Iya sayang, Nadia mau minum susu sebentar ibu bikinin dulu ya," kata ibu memnghampiri Nadia.


"Yaudah cepetan aku pengen minum susu nih," uncap Nadia.


Ibu pun segera ke dapur tak butuh waktu lama hanya lima menit saja ibu sudah selesai membuat susunya dan langsung memberikannya pada Nadia, setelah itu ibu segera kembali kedapur untuk melanjutkan makannya.

__ADS_1


Nadia menerima susunya dan segera menghabiskan makanannya, Dimas juga di dapur bersama ibu sedang menikmati makanannya hingga nasi mereka pun habis, setelah itu ibu merapikan mejanya piring kotor semua di cuci lalu ibu mulai membuat persiapan untuk jualan besok.


__ADS_2