
Plakkk!!!
Bahu Ridwan di pegang seseorang dari belakang dengan tetkejut Ridwan menolah dan ia tambah terkejutnya saat melihat yang berdiri di belakangnya saat ini adalah bang barong dengan tampang yang sanggat marah ia menatik tanggan Ridwan, Arya yabg menyaksikan itu menyuruh seseorang yg dekat dengan Ridwan untuk mengikutinya.
"B-bang B-barong!!" Ridwan terkejut.
"Yok ikut, ada yang harus gue omongin!" ajak bang barong menarik tangan Ridwan.
"Auh bang, sakit jangan keras-ketas nariknya bang, saya bisa jalan sendiri," pinta Ridwan metinggis kesakitan.
"Kamarin kenapa tidak kepikiran akibatnya kalo lue berani kabur dari sini hah! sekarang kalo gue gak narik lue kenceng tar lue kabur lagi!" kata bang barong tegas.
"A-ampun bang, iya saya tahu saya salah udah kabur dati abang, tapi tolong lepasin dulu tanggannya sakit," pinta Ridwan terus memohon.
Saat sudah sampai di pojokan tempat biasa bang barong mengawasin dari jauh dia baru melepaskan tangannya Ridwan, sambil melihat-Lihat seperti sedang mencari sesuatu.
"Mana si Kasih kenapa dia gak sama lue?" tanya Barong keras.
"S-saya ga tahu bang, saya kehilangan dia waktu mau kabur kemarin makanya saya balik lagi, buat nyari dia kalo tahu dia gak ada di sini saya gak akan balik lagi bang," jawab Ridwan berbohong.
"Jangan bohong, cepet bilang dimana Kasih kalo lue mau selamat! jangan salahin gue ya kalo gue berbuat kasar sama lue!" ancam Barong.
"Serius bang saya bener-bener gak tahu dimana Kasih saya juga lagi nyariin dia," Ridwan tetap berusaha meyakinkan Barong.
Karena kesal tak mendapatkan jawaban dari Ridwan, barong membawa Ridwan pergi dengan mengunakan mobil betsama denga anak-anak yang lain, sepertinya barong sudah masuk dalam perangkap.
Arya segera memberi kode kepada yang lain untuk mengikuti mobil tersebut dengan mengunakan Alat pelacak yang sudah di tempelkan dalam bajunya Ridwan tanpa sepengetahuannya,mobil terus melaju menuju tempat markasnya Barong.
__ADS_1
Sampainya disana, Ridwan di seret paksa oleh barong dengan kasar yang lain hanya melihat dengan takut membuat mereka jadi ciut untuk mengikuti jejaknya Ridwan yang mencoba untuk melarikan diri.
**Bakk!! Bukk!
Barong memukuli Ridwan dengan tangannya meminta Ridwan untuk menjawab memberi tahu keberadaan Kasih, tapi Ridwan tetap diam ia hatus bertahan melawan serangan dari Barong bethasilnya rencana ini, walaupun sakit ia tetap harus bertahan.
"Cepet ngomong dimana Kasih lue sembunyiin?" tanya barong terus.
"Serius bang saya gak tahu dimana Kasih, kalo saya tahu dia gak ada disini ngapain saya balik lagi ke markas ini, padahal saya udah berhasil kabur," jawan Ridwan lemas.
Barong terus menyiksa Ridwan sebagai hukuman karena sudah berani kabur dari tempatnya, sedangkan Arya yang sudah sampai di tempat target sedang menunggu kedatangan teman yang lainnya, untuk bersama-sama menyerbu markas Barong.
"Akhh!!" rintih Ridwan kesakitan**.
"Ya Allah kuatkan lah saya untuk bertahan sampai bala bantuan datang menolong saya om Arya cepetan datang om, saya udah gak kuat lagi kalo harus suruh menunggu lebih lama lagi ini terlalu sakit," doa Ridwan penuh harap.
Ketika Barong keluar dari tempat itu ia terkejut saat sebuah serangan datang menyerbu markas, ia sanggat panik betusaha untuk melarikan diri tapi gagal pasukannya Arya lebih banyak dari pada jumlah anak buah Barong, anak-anak yang menjadi korban penculikkan langsung di amankan.
"Jangan Bergerak angkat tanggan!!" seru semua pasukan yang datang menyerbu markas.
"Akh apa!! polisi?! dari mana mereka tahu tempat ini? bukannya selama ini tempat ini aman!" Barong terkejut khawatir kalo usahanya akan hancur.
"Bayu selamatkan dulu anak-anak jangam sampai tertangkap dan di jadiin sandera!!" perintah Arya pada rekannya.
"Baik pak laksanakan!" seri Bayu lalu mengajak anak-anak keluar markas.
Kejadian itu tidak berjalan mudah, karena penjahat melakukan penyerangan sekitar satu jam setelah baku tempat dengan musuh akhirnya musu pun dapat di taklukkan, musuh kalah karena peluru dalam senjatanta habis dan ini menjadikan keuntungan untuk lihak polisi.
__ADS_1
"Bawah mereka semua ke mobil, saya mau cari Ridwab dulu!" petintah Arya.
"Siap pak!" seru rekannyan
Saat mendengar nama Ridwan di sebut dari situ ia sadar kalo ternyata kembalinya Ridwan adakah jebakan para polisi , barong tak menyadari semua rencana ini.
"Ridwan!! Ridwan! dimana kamu Ridwan!" suara Arya teriak memanggil Ridwan.
Dari satu ruang ke ruangan lainnya Arya terus mencari keberadaannya, walaupun seisi tempatnya sanggat berantankan tetaplah menjadi markas mereka, hingga Arya sampai di suatu ruangan di ujung markas ruangan yang taramat gelam gulita.
"Itu ruangan apa ya? sangat mencurigakan, hmm semoga saja Ridwan ada di ruangan itu," gumam Arya seorang diri.
Arya pun mendekati ruangan itu dan memcoba membuka pintunya tapi terkunci Arya mencoba untuk mendobraknya dengan sekuat tenaga dan setelah pintu betbasil di buka Arya segera masuk dan betapa terkejutnya ia saat melihat Ridwan yang sedang tergeletak di bawah dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Ridwan!! ya ampunn kenapa jadi seperti ini kejadiannya, kalo tahu bakalan parah gak akan aku melibatkan kamu Ridwan," ujar Arya menyesal.
Tanpa membuang waktu lagi Arya pun segera mengendong tubuh Ridwan yang sedang tidak berdaya itu menbawanya ke dalam mobil dan segera mengantar Ridwan ke rumah sakit terdekat, untuk urusan penjahat lainnya Arya serahkan ke pada rekannya yang lain.
"Hallo Bayu tolong kamu urus, yang lainnya dulu ya, untuk urusan anak-anak bawa mereka dulu ke kantor polisi dan berikan mereka makanan!" pinta Arya mebelpon Bayu temannya.
"Loh kamu sendirin mau kemana emang Arya! kenapa tidak keluar bareng dengan yang lain saat burunon sudah tertangkap?" tanya Bayu dari sebereng telepon.
Bayu teman kecil Arya yang mereka kalo sedang berdua tidak seperti atasan dan bawahan tapi hanya teman biasa.
"Aku harus membawa Ridwan segera ke rumah sakit dulu, lukanya cukup parah ternyata kita datang terlambat dati, hingga di penjahat itu sempat melukai Ridwan dengan sangat sadisnya, klo kamu sempat juga beri kabar ke Kasih bilang padanya kalo Ridwan baik-baik saja, jangan sampai dia tahu yang sebenarnya!" pinta Arya bercerita.
"Oh oke, kalo hati-hati di jalan masalah di sini serahin padaku dan untuk urusan Kasih, gak usah di khawatirkan pasti saya akan ikuti kemauan kamu," kata Bayu.
__ADS_1
Setelah memastikan semuanya baik-baik saja dan masalah kabar untuk Kasih pun sudah di atur, Arya pokus membawa Ridwan ke rumah samit dengan cepat karena takut terjadi hal buruk pada Ridwan, karena kecerobohannya.