
Selesai mandi Kasih langsung bersiap untuk berpakaian setelah Semuanya Rapih Kasih menunggu Arya du ruang Tamu sambil duduk menonton tivi terlebih dulu sedangksn mba Dewi hang juga sudah siap untuk pulang menunggu di ruang tamu.
"Nah sudah cantik deh, mau ketemu kakak Ridwan," puji mba Dewi.
"Hehe...makasih ya mba udah bantuin Kasih mandi dan berdandan, Kasih gak mau ketemu kak Ridwan dalam keadaan belum mandi bau nanti," uncap Kasih malu-malu.
"Iya ini udah jadi tugas mba untuk bantuin kamu bersiap, mba juga senang kalo Kasih di urusinnya nurut mba mau pamit pulang gak bisa ngurisin Kasih lagi, tugas mba udah selesai!" kata mba Dewi sekalian pamit.
"Emang habis ini mba Dewi mau kemana? kenapa tidak kerja disini aja jagain Kasih sama kak Ridwan?" tanya Kasih.
"Mba Dewi udah punya majikan sayang, tugas mba disini cuma sehari sambil nungguin majikan mba yang lagi pulang kampung, makanya mba mau terima kerjaan sementara ini buat jagain Kamu," jawab Kasih.
"Ohh padahal Kasih seneng banget kalo ada mba Dewi yang jagain Kasih loh, mba Dewi baik orang juga cantik dan sabar," puji Kasih.
"Makasih pujiannya tapi ini udah tugasnya mba, tanggung jawab mba sama majikan yang lama jadi harus kembali lagi deh kesana," mba Dewi menjelaskan.
Arya keluar dari kamar sudah rapi dengan pakaian santainya, ia di berikan libur dua hari dari tugasnya untuk menjaga Ridwan karena sudah berhasil menjalankan misi untuk membongkar kejahatan penculikan anak yang sedang viral terjadi, anak-anak yang jadi korbanpun sudah di antarkan ke rumahnya masing-masing.
"Duhh lagi pada ngobrolin apa sih kayanya seru banget?" tanya Arya yang melihat Kasih tersenyum.
"Omm!! lihat Kasih udah mandi dan wanggi siap mau ketemu kak Ridwan," jawab Kasih semanggat.
"Nah gitu dong, itu baru namanya Kasih adiknya kak Ridwan," puji Arya.
Saat Kasih dan Ridwan kabur dari markas Barong memang mereka tak ada baju hamya pakaian yang menempel saat mereka di culil dulu seragam sekolah yang sudah kumuh dan berubah warna, Arya yang membelikan mereka baju baru dan mengurusnya di rumah melindunginnya sampai mereka di kembalikan ke orang tuanya.
__ADS_1
"Nah Dewi ini untuk kamu, terimakasih karena sudah jagain dan ngurus Kasih, maafin sudah merepotkan," kata Arya menyerahkan amplop ke Dewi.
"Gak usah lah mas, saya iklas kok bantu mas buat jagain Kasih jadi gak usah ngasih apa-apa," Dewi menolak.
"Loh kenapa? ini kan udah jadi hak kamu, dan juga perjanjian kita juga, aku minta tolong kamu jagain Kasih di itung ketjs loh," Arya bingung tak mengerti.
"Iya mas, tadi emang saya betniat untuk kerja sehari sambil nungguin majikan saya pulang, tapi setelah saya tahu kalo anak yang saya urus ini korban penculikan saya berubah pikiran mas, jadi ya saya iklas bantu mas jagain mereka," Dewi menjelaskan.
Dewi juga menceritakan kalo anak majikannya juga hilang di culik orang saat sedang pulang sekolah dan itu membawa kesedihan dalam rumah tangga mereka, Dewi yang sudah lama kerja ikut majikannya seakan tahu perasaan mereka jadi kini Dewi berubah pikiran yang jadinya kerja untuk uang yang di janjikan, sekarang ia iklas membantu lagian cuma sehari ini gak lama.
Setelah mendengar penjelasan Dewi dan menerima alasan ia menolak bayaran darinya, Arya pun tak lagi memaksa hanya uncapan terimakasih yang berkali-kali terlontar dari mulut Arya melepas kepergian Dewi untuk kembali ke rumah majikannya lagi.
"Kalo gitu saya uncapkan banyak-banyak terimakasih banget karena sudah membantu, sebagai gantinya saya antar kamu pulang kerumah majikanmu yuk!" uncap Arya memberikan tawaran bantuan.
"Iya mas sama-sama, tapi saya bisa berangkat sendiri kok mas juga bukannya harus mengajak Kasih bertemu Ridwab kan," Dewi menolak.
"Iya om, tidak masalah kok yang penting hari ini Kasih mau ketemu kak Ridwan," uncap Kasih sanggat bergembira.
Sekitar pukul 09.00 wib, mereka bertiga berangkat Dewi akhirnya setuju untuk di anterin kerumah majikannya, setekah mengunci pintu mereka siap naik kedalam mobil Arya, dan duduk dengan tenang sementara Arya yang mengendarai mobilnya yang sempat di servis di bengkel sebelumnya.
Sepanjang jalan hanya terdengar suara Kasih yang sedang mengobrol bersama Dewi entah obrolan apa yang mereja bicarakan kadang juga mereka menyanyi nyanyi membuat Arya yang mendengarnya hanya senyum-senyum sendiri.
Setelah berjalan sekitar tiga puluh menit Dewi menyuruh Arya berhenti di depan rumah mewah yang kelilingin pager tinggi warna hitam, dari kejauhan hanya nampak pagarnya saja sudah terlihat kalo pemilik rumah itu adalah orang Kaya.
"Mas stop di depan rumah itu, kita udah sampai aku turun disini!" pinta Dewi menunjuk.
__ADS_1
"Ohh iya, sebentar kita ambil posisi aman dulu," ujar Arya minggir.
Setelah mobil sudah berada di posisi pinggir Arya baru benar-benar berhenti, dan Dewi pun keluar mobil Kasih yang tadi duduk di belakang sama mba Dewi kini pindah tempat ke depan bersama Arya.
"Mas makasih ya sudah antar saya sampai sini," uncap Dewi ketika sudah di luar mobil.
"Iya sama-sama kalo gitu saya permisi dulu ya, mau ke tempat Ridwan!" balas Arya pamit.
"Iya hati-hati di jalan ya, dah Kasih salam ya untuk kak Ridwannya," kata Dewi melambai.
Mobil sudah di nyalakan lagi mesinnya siap untuk berangkat melaju ke tempat selanjutnya, Kasih melambai dari dalam sebelum kacanya di tutup Arya.
"Dah mba Dewi, sampsi jumpa lagi nanti salam mba Dewi aku sampaein kok ke kak Ridwan," uncap Kasih masih melambai.
Mobil sudah berada jauh dari pandangan Dewi, ia pun masuk ke rumah ada satpam yang menjaga pintu gerbang, rumah masih terlihat sepi sekali sepertinya majikannya belum pulang dari kampungnya.
"Assalamualaikum, pagi pak Yanto," salam Dewi pada satpam.
"Waalaikumsalam, pagi juga mba Dewi udah sampai sini aja," balas satpan membuka pintu.
"Iya pak! ohh iya sepertinya tuan dan nyonya belum pulang ya? kok masih sepi rumahnya?" tanya Dewi sudah di dalan.
"Tuan dan nyonya sudah sampai kota kok, cuma tadi mereka bilang sedang ada di rumah sakit nyonya pusingnya kumat lagi, kebetulan lewat rumah sakit sekalian mampir katanya," jawab pak satpam
"Ohh gitu, yaudah kalo gitu saya masuk duluan ya paj, mau beberes dulu jadi nanti tuan dan nyonya pulang sudah raoih rumahnya," Dewi pamit masuk kedalam.
__ADS_1
Di jawab dengan sebuah anggukan Dewi pun berlalu pergi meninggalkan pak Yanto untuk berjaga lagi di depan gerbang.
Arya melaju mobilnya dengan kecepatan yang tidak terlalu cepat juga tidak telalu kencang menuju rumah sakit temlat Ridwan di rawat, entah reaksi apa yang akan di tunjukan Kasih saat tahu kalo Ridwan di rawat di rumah sakit.