
Sesampainya Ryan di rumah sakit ia segera menuju ruangan IGD tempat dimana ciko di rawat disana masih ada Mira dan bu Marni yang menunggu di depan ruangan Mira yang terus menatap dari balik jendela nampak raut wajah sedih yang mendalam, harapannya sangat besar ingin sekali melihat Ciko dari jarak dekat.
"Den Ryan?" sapa bu Marni saat melihat majikannya.
"Loh bi Marni masih disini ya? kirain udah pulang! ini siapa?" tanya Ryan saat pertama kali melihat Mira dari dekat.
"Oh ini Mira den temannya Ciko anak yang ada di dalam itu, oh iya tadi diw sempat kejang dan Mira sangat ketakutan jadi bibi menemani dulu di sini," jawab bu Marni.
"Ohh hai Mira kenalin saya Ryan, kamu gak usah khawatir ya teman kamu akan baik baik saja kok dan akan segera sembuh tapi untuk itu om perlu membawanya kesuatu tempat untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik, disini tidak ada alat yang cukup bagaimana Mira setuju tidak?" tanya Ryan membujuk mira takutnya tidak di perbolehkan.
Mira nampak diam tidak langsung menjawab dalam pikirannya saat ini adalah kalo Ryan akan memisahkan Ciko dari Mira setelah usahanya Mira untuk melarikan Ciko dari kemalangan kini sungguh tidak akan iklas dalam hatinya jika harus berpisah lagi.
"Tapi Mira ikut ya om boleh! Mira yakin saat Ciko nanti sadar yang dia cari adalah Mira, karena saat di belum mira bawa ke sini ia sempat sadar sebentar dan melihat Mira sedang mendorongnya, boleh ya om mira ikut," pinta mira menohon.
"Oke deh, Mira boleh ikut tapi sebelum itu Mira ikut bi Marni ya ke toko baju untuk beli baju baju baru khn tidak mungkin mira akan naik kapal dengan baju begini," kata Ryan yang memang sudah menyiapkan situasi seperti ini dimana ia tahu kalo mira akan meminta ikut.
"Bi ini tolong ajak mira ke pasar untuk membeli beberapa pakaian ganti untuknya, juga pilihkan buat ciko untuk nanti selama disana," perintah Ryan memberikan kartu ATM berserta sandinya ke bu Marni.
"Baik Den, yuk mira kita berangkat kepasar dulu, beli baju buat sehari hari kamu disana," ajak bu Marni.
"Tapi om tidak akan meninggalkan Mira kan? nanti saat mira tidak ada om main pergi saja ninggalin mira!" kata mira takut di tinggal.
"Tenang saja om akan disini menunggu sampai kamu selesai membeli baju kok, om tidak akan meninggalkan kamu," ujar Ryan meyakinkan Mira.
__ADS_1
Setelah percaya mira pun ikut bu Marni menuju pasar terdekat yang tidak terlalu jauh dari rumah sakit itu hanya butuh waktu tempuh berjalan kaki sekitar tiga puluh menit saat sampai disana mira di suruh memilih baju yang ia suka dan juga meminta mira untuk memilih baju untuk Ciko juga buat sehari hari mereka.
Sebelumnya tadi bu marni mampir dulu ke atm yang ada di rumah sakit untuk ambil uang, karena ini pasar tradisonal jadi tidak bisa menerima membayaran lewat kartu harus kes.
Selain beli baju bu Marni juga mengajak mira untuk membeli sandal dan kebutuhan lainnya seperti sabun, sikat gigi dan masih banyak lagi kebutuhan harian yang di butuhkan Mira dan ciko saat di sana nanti.
"Sudah semua kayanya ya? atau ada apa lagi mira yang ingin kamu beli?" tanya bu Marni memeriksa kembali barang belanjaannya.
"Hmm sudah lah bu, ini aja sudah lebih dari cukup gak usah lagi," jawab Mira merasa senang akhirnya untuk yang pertama kalinya ia akan mandi dan ganti baju.
"Yasudah kalo gitu kita pulang dulu yuk mandi dan betsiap, barang barang kamu juga butuh di rapikan di dalam koper agar lebih mudah membawanya nanti," ajak bu marni.
Mira mengiyakan ajakannya mereka pun pulang kerumahnya Ryan bukan kerumah sakit karena mira harus mandi dulu sebelum ikut terbang naik pesawat.
"Loh bu! kita kok naik mobil sih bukannya tadi kita kesini jalan kaki ya?" tanya Mira bingung.
"Ohh begitu yasudah deh lagian aku juga sudah gatel banget nih mau mandi," kata mira senang.
Mobil melaju terus mengikuti jalan sesuai jalunya sekita tiga puluh menit naik mobil untung saja tidak terlalu mancet kalo tidak bisa lebih lama naik mobilnya, mereka pun turun dari mobil tepat di depan rumah Ryan yang menang berada di depan jalan besar.
Mira sanggat kagum saat pertama kali melihat rumahnya Ryan yang begitu besar dan mewah ia terpesona.
"Wow ini rumahnya bu? besar sekali ini mah bukan rumah tapi istana gede banget cakep lagi," puji Mira terkagum kagum.
__ADS_1
Bu Marni hanya tersenyum saat itu pertama kali ia datang je kota dan melihat rumah ini juga sama sanggat terpesona, bu marni segera mengajak mira untuk masuk dan menuju kamar mandi karena mereka harus bergegas untuk segera berangkat ke rumah sakit lagi.
"Yuk Mira kita harus cepat, kamu mandi dulu biar baju bajumu ibu rapiin di koper ya, sini bajunya dan disana kanar mandinya pakai saja dulu perlengkapan di kamar mandi itu semua baru kok," kata bu Marni menunjukan kamar mandi belakang khusu untuk tamu dan pembantu.
"Baik bu, aku mandi dulu ya," sahut mira mengerti.
Mira menuju kamar mandi yang di tunjukkan bu Marni ia mandi dengan bersih, setelah lima belas menit kemudian Mira telah selesai ia pun segera berganti pakaian di kamar bu Marni, dan bu marni membantunya untuk dandan setelah semuanya siap mereka kembali lagi kerumah sakit karena hari sudah semakin siang dan garus bergegas sebelum terlambat.
Sampainya di rumah sakit semua mobil ambulans yang akan membawa ciko ke bandara sudah siap, nampak disitu para perawat juga sudah menunggu kedatangan pasiennya yang akan di pindahkan ke luar negeri.
"Iya ini sebentar lagi kita akan berangkat ke bandara mungkin malam hari akan sampai sana siapkan dulu segara sesuatunya disana soalnya ini pasien darurat dan harus segera di tangani," Ryan sedang menelpon dengan seseorang disana(anggap saja Ryan bicara pake bahasa inggis yaðŸ¤)
"Bu itu mereka sudah mau berangkat untung saja kita sudah samai sini kalo tidak bisa di tinggalin," seru Mira yang baru turun dari mobil angkot.
"Cepat cepat bawa sini pasiennya masukkan kedalam mobil kita harus segera berangkatt," kata Ryan pada perawat yang keluar membawa ciko.
Ciko yang sedang tidak sadarkaj diri di masukan ke dalan mobil ambulans nampak Ryan yang sedang melihat sekeliling mencari sesuatu, bu marni yang menyadari itu segera menghampirinya ia tahu kalo majikannya pasti mencari mira.
"Den, apa aden mencari mira?" tanya bu Marni menghampiri Ryan.
"Huh, ya ampun untung saja sudah sampai ayo kita, harus segera berangkat ke bandara, bi marni ikut yuk anter, nanti pulangnya bareng pak Dadang, pak Dadang itu adalah sopirnya Ryan.
Rombongan ambulan dan mobil Ryan pun berangkat menuju bandara sampainya di sana pesawatnya langsung lepas landas agar tidak menunda lagi, bi marni pun pulang kerumah bersama pak Dadang, sedangkan Ryan dan Mira juga ciko menlakukan perjalanan udara untuk menuju kesembuhan untuk ciko.
__ADS_1
Flass backnya sudah selesai maaf agak lama🤫ðŸ¤
Karena biar jelas ceritanya, tapi kalo terkesan agak berbelit belit ya mohon di maafkan namanya juga pemula.