Maafkan Aku Ibu!

Maafkan Aku Ibu!
Bab 21.


__ADS_3

"Nadia jawab ibu!!! " tanya ibu sekali lagi karena Nadia hanya diem.


Nadia masih diem pertanyaan ibu membuat ia takut untuk menjawabnya tapi Nadia paham dengan sifat ibu, ia akan terus bertanya sampai benar-benar dapet jawabannya.


"Bu sabar, Nadia masih kecil jangan terlalu kasar gitu, Nadia juga shok dengan kejadian ini," nasehat ayah.


"Maafin Nadia bu! tidak bisa menjaga Kasih dengan baik dan juga maafin Nadia karena tidak menurut apa kata ibu, seharus Nadia menuruti perkataan ibu untuk di antar jemput sekolahnya pasti hal ini tidak akan terjadi, gara-gara kelalaian Nadia, Kasih jadi hilang maafin Nadia Buu, Nadia menyesal huhu....." Jawab Nadia terisak kembali.


"Maaf!! kalo kamu minta maaf apa Kasih akan kembali!! kalo maaf Nadia bisa membawa Kasih kembali ibu akan memaafkan Nadia, sekarang kembalikan Kasih ke ibu, cepat Nadia kembalikan Kasih ke ibu..., " ibu menanggis merasa terpukul sekali mendengar kabar duka ini.


"Bu, ibu sabar bu, ini udah takdir dari yang maha Kuasa, ini ujian bu kita harus Terima ini, dan sekarang kita tenang pikirin kita harus segera mencari Kasih!! " kata ayah mencegah tangan ibu yang hampir saja melukai Nadia.


Nadia semakin menjadi takut ia tidak menyangka kami ibunya akan samarah dan sekhawatir ini, seketika itu juga muncul dalam benak Nadia sebuah pertanyaan yang membuat dirinya mimbang.


"Ibu semarah ini saat mendengar Kasih hilang? kalo aku yang hilang akankah ibu akan semarah dan sekhawatir ini? " gumam Nadia sedih.


Ibu sudah lama menanggis dan akhirnya karena kelelahan ibu jatuh pingsan selain karena shok dengan kabar ini, ibu juga belum makan jadi membuat tubuh dan pikiran ibu kurang kuat untuk menerima kabar duka.


"Ibuuu, ibu bangun bu, ibu!! " suara ayah mencoba membangunkan ibu.


"Ibuuuu...! ayah apa yang terjadi sama ibu?" tanya Nadia ketakutan.


"Ga Apa-apa Nadia ibu hanya pingsan saja, sebentar ayah akan bawa ibu ke puskesmas ya, kamu tunggu sini sebentar lagi ayah akan kembali, " pinta ayah lalu mengendong tubuh ibu yang tak berdaya.

__ADS_1


Ayah membawa ibu ke puskesmas untuk memastikan kako ibu tidak apa-apa, karena ayah juga tadi sebenarnya tidak begitu tahu apa yang terjadi pada ibu, hanya saja ayah tidak ingin membuat Nadia, tambah sedih jika hal buruk terjadi pada ibunya.


Puskesmas tidak terlalu jauh dari warung ayah cukup sekitar lima menit jalan kaki ayah sudah sampai di puskesmas, setelah mendaftar ayah, suster membawa ibu keruang perawatan untuk di periksa lebih lanjut.


"Dok, gimana keadaan istri saya? " tanya ayah begitu kembali dari ruang pendaftaran.


"Tidak apa-apa pak, istri bapak hanya shok saja, karena mungkin ada hal yang membuatnya terkejut gitu? " jawab Dokter balik tanya.


"Iya istri saya baru saja mendengar kabar tentang kehilangan putri kamu dan setelah dia pingsan, " jawab ayah lagi.


"Oh begitu ceritanya, pantes saja istri bapak sangat terpukul sekali tapi, sekarang istri bapa sudah saya infus kok, karena ini juga di akibatkan karena istri bapak belum makan, jadi biarkan dulu istri bapak istirahat di sini, " kata dokter menjelaskan.


"Ohh iya, Dok! Terima kasih kalo gitu saya ucapkan karena sudah menolong istri saya, " uncap ayah.


Ayah hanya mengangguk mengiyakan dokter tadi, dan setelah dokter pergi ayah segera mendekati ibu dan duduk di sampingnya ayah pandangin wajah ibu tersirar suatu kekhawatiran yang dalam di wajahnya, rasa takut sedih, dan cemas.


Ayah mengerti dengan perasaan ibu saat itu, orang tua mana yang tidak khawatir saat putrinya telah di kabarkan hilang.


"Kasih dimana kamu nak! lihat ibu begitu terpukul saat jauh dari kamu, bukan hanya ibu, ayah juga kak Nadia kami semua merasa kehilangan, semoga dimana pun kamu berada kamu tetap dalam lindungan Allah, " Doa ayah dalam hati.


Satu jam ibu sudah tidak sadarkan diri, ayah yang menunggu ibu di ruangan mulai khawatir dengan keadaan Nadia yang di tinggal di warung, ayah pun keluar setelah menitipkan ibu ke perawat dan berjanji akan kembali lagi dengan cepat.


Di warung ayah memeriksa dagangannya ternyata tinggal sedikit, karena pikirannya sedang tidak karuan ayah pun menutup warungnya, dan mengajak Nadia untuk pulang ke rumah untuk istirahat, ayah berpesan ke Nadia untuk tidak pergi kemana-mana dan jangan sampai kabar tentang hilangnya Kasih dan ibu yang masuk rumah sakit terdengar ke orang dulu.

__ADS_1


****


Di rumah.


"Nadia di rumah dulu ya, istirahat jangan pergi kemana-mana dulu dan satu lagi pesan ayah, jangan bilang ke siapa-siapa tentang apa yang terjadi biarkan ini menjadi rahasia keluarga kita, ayah mau ke rumah sakit dulu nemenin ibu, " kata ayah menasehati.


"Iya ayah Nadia ngerti kok, tapi kenapa ibu di rawat yah? apa ibu baik-baik saja? terus yang nyari dek, Kasih siapa? " tanya Nadia.


"Ibu baik-baik saja kok, cuma tadi ibu agak kaget saja denger kabar ini, dan masalah Kasih besok ayah akan lapor polisi biar polisi yang bantu kita untuk nyari Kasih," jawab ayah.


Nadia sedikit lega mendengar jawaban dari ayah, setelah ayah menjelaskan mengapa Nadia semuanya dan menyuruhnya untuk tenang ayah pun kembali ke rumah sakit sedangkan Nadia masuk ke kamarnya dan menutup pintu dari dalam.


Di dalam kamar Nadia mengambil potonya Kasih dan terus ia, pandangin tak terasa air mata, mengalir dari kedua matanya membasahi pipi gembilnya.


"Dek!! maafkan kakak ya karena kakak tidak bisa menjaga, kamu dengan baik, gara-gara kakak kamu jadi terpisah dari kami, gimana keadaan kamu dek! apakah kamu udah makan atau belum terus luka kaki kamu apakan udah diobati lagi? dek! kakak kangen sama kamu, " Nadia menangis, di hadapan potonya Kasih.


Kini Nadia hanya bisa memandangi Kasih melalui poto saja, tak tahu sekarang keadaannya Kasih seperti apa, semoga saha besok saat ayah melapor ke polisi, polisi akan segera, menemukan keberadaan Kasih, dan membawanya pulang kerumah kumpul lagi bersama-sama seperti dulu.


Nadia pun tertidur karena hari yang lelah ini telah menguras tenaga dan pikirannya, Nadia tertidur sambil memeluk potonya Kasih, membawa ia bermimpi bertemu dengan adiknya, dalam mimpi Kasih terlihat sanggat menderita ia menangis memanggil kakaknya, dan juga kedua orang tuanya.


Karena mimpi itu membuat Nadia jadi tidur dengan keadaan yang tidak tenang ia begitu gelisah menyaksikan adiknya yang menderita dalam mimpinya itu. Apa yang sebenarnya terjadi sedang di alami Kasih yang berada jauh entah dimana.


MAAF JIKA ADA TULISAN YANG TIDAK SESUAI DENGAN ALURNYA KARENA SAYA HANYA SEORANG PENULIS AMATIRAN YANG SEDANG MENCOBA MENGEMBANGKAN IMAJINASI SAYA LEWAT TULISAN SEDERHANA INI.

__ADS_1


TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DAN BACA.


__ADS_2