Maafkan Aku Ibu!

Maafkan Aku Ibu!
Bab 84


__ADS_3

"Hallo, pak Ryan? maaf pak saya mau tanya apa,bener bapak mengutus seorang perempuan paruh baya datang ke rumah sakit membawakan makana untuk gadis yang semalam datang?" tanya suster setelah telepon tersambung.


"Hallo, iya benar itu pembantu saya, yang biasa masak di rumah, kenapa? ada masalah kah?" jawab Ryan balik bertanya karena ingin tahu.


"Ohh begitu, yasudah kalo emang itu betul jadi saya, tidak khawatir lagi dengan hal ini, karena tadi saya pikir ibu itu orang jahat," jawab suster yang kemudian mengakhiri obrolan teleponnya karenana masih ramai di rumah sakit.


Mira yang sudah terbangun melihat sekeliling ia merasa tidak ingat sedikit tempat ia berada sekarang.


"Hoaaammm,,, ini tempat apa? kenapa saya ada disini?" tanya Mira begitu bangun dan sadar kalo ia berada di tempat lain, yang dia inget klo dia sedang tidur bersama Ridwan di markas.


"Ini rumah sakit, semalam neng datang kesini untung mengantarkan teman, Neng yang terluka dan kemudian Neng tertidur di sini," jawab perempuan itu yang memang sudah tahu karena di ceritakan oleh dokter Ryan.


"Oh! iya! Ciko? dimana Ciko dan bagaimana dengan keadaannya?" tanya Mira begitu ingat kejadian semalam.


"Jangan khawatir semua baik-baik saja kok teman kamu yang semalam juga sudah selamat dan sekarang tidak parah lagi, hanya sedang istirahat dulu untuk memulihkan kondisi tubuhnya, dan kamu juga butuh memulihkan tenaga, sekarang kamu bangun dan makan dulu ya," jawab perempuan itu sambil menawarkan Mira makan.


Mira tak langsung mengiyakan ia memandangi dulu kotak yang di bawa, yang sedang di sodorkan ke arahnya karena kebetulan juga Mira yang lapa langsung beranjak mencari kamar mandi untuk cuci muka dan tangan lalu sarapan setelah semuanya bersih.


"Hati hati makannya pelan pelan saja tidak akan ada yang berebut dengan kamu!" pesan perempuan itu mengingatkan mira supaya tidak tersedak saat makan.


Mira tak mengiyakan tapi ia pelankan cara makannya agar tidak terlihat buru buru sekali, ia sekarang lebih menikmati makanannya dari pada tadi yang lebih mementingkan rasa laparnya saja.


"Hmm, enak sekali makannya ini beli dimana bu?" tanya Mira di sela istirahatnya.


"Masa sih?! alhamdulilah kalo emang enak dan neng doyan mah, oh iya kenalin nama ibu Marni! ibu kerja di rumah dokter yang semalam ngurusin ciko," jawab bu marni menjelaskannya.

__ADS_1


Mira hanya mengangguk pelan saja karena mulutnya sedang penuh dengan nasi yang baru aja masuk, Mira menelan dulu baru ia akan betbicara.


"Ooh begitu, kenalin aku mira bu, terima kasih bu Marni, karena sudah menolong aku, dan sampaikan juga terimakasihku pada dokter yang semalam," ungkap Mira mengenalkan nama dirinya.


Setelah makanan sudah selesai Mira kembali ke kamar mandi untul cuci piring karena mira makan dengan tangan kosong sampai lupa memakai alat, seperti s3ndok atau yang lainnya.


Sedangkan bu Marni merapikan kotak yang sudah kosong nasinya, dan duduk menunggu sampai Mira datang kemari untung saja bu Marni sudah mengejaikan tugas rumahnya makannya ia bisa sanggat santai.


Mira sudah kembali dari arah kamar mandi dan segera menyusul mendekat ke arah bu Marni, untuk duduk dan berbicara tentang keadaan lingkungan jakarta ini agar mira bisa lebih mudah untuk melarikan diri dari cengkraman bang barong...


"Sudah cuci mukanya?" tanya bu Marni saat melihat Mira.


"Oh iya sudah bu, jadi lebih seger deh aku, habis cuci tangan dan muka," jawab Mira.


"Oh iya bu, aku mau lihat kondisinya ciko kira kira apa boleh ya?" tanya mira penasaran.


"Ohh oke deh kalo gitu aku mau lihat dari jauh saja, dari kaca juga tidak apa apa , tapi aku tidak tahu dimana kamarnya?" tanya mira lagi.


"Yasudah yuk kita cari suster rawat saja, kita tanya karena dokter tang jaga semalam tidak memberi tahu dimana kamarnya jadi bu marni juga tidak tahu deh," jawabnya lalu mengajak mira pergi.


Bu Marni dan Mira lalu pergi ke ruangan suster di depan untuk bertanya dikamar mana Ciko di rawat, kondisi rumah sakit masih ramai oleh pengunjung yang hendak berobat atau menjengguk orang atau keluarganya yang di rawat.


Sampainya bu marni di tempat suster, bu Marni menyuruh Mira menunggu sebentar di pojok ruangan biar bu Marni yang bertanya saja.


"Permisi suster saya, ingin bertanya?" salam bu Marni begitu di depan susternya.

__ADS_1


"Oh silakan ibu mau tanya apa," jawab Suster ramah.


"Saya mau tanya ruangan rawat Ciko sebelah mana ya? itu temannya hendak melihatnya sebentar?" tanya bu Marni lagi.


"Ohh, ciko berada di ruang IGD, dari sini lurus saja nanti belok kiri, lurus sedikit dan belok kanan di sebalah kiri itu ruangan IGD, tapi tidak boleh masuk ya bu, hanya boleh lihat dari luar karena itu ruangan steril!" jawab suster mengarahkan dan berpesan.


"Ohh ok suster terimakasih kalo begitu, saya permisi," uncap Bu Marni pamit.


Bu Marni menghampiri Mira yang sedang duduk di bangku sambil melihat orang yang sedang berlalu lalang, sekilas ia teringat Ridwan yang ia tinggal sendirian semalam entah keadaannya bagaimana sekarang, karena saat Mira tinggal semalam ia dalam keadaan terluka.


"Yuk ibu sudah tahu dimana kamarnya Ciko!" ajak bu Marni saat ada di dekat Mira.


"Yang benar bu? yaudah yuk kita kesana, aku udah gak sabar mau ketemu Ciko," kata Mira senang.


"Iya tapi suster berpesan kita cuma bisa lihat dari kaca saja belum boleh masuk," kata bu marni mengingatkan


"Oke, aku mengerti," seru mira menyatukan cari jempol dan telunjuknya membentuk sebuah lingkaran.


Mereka pun berjalan menyusuri lorong rumah sakit, bu MArni mengingat kembali yang di katakan suster katanya dari sini lurus di depan belok kiri, lalu lurus lagi belok kanan dan kamarnya Ciko ada di sebelah kiri, mira memgikuti bu Marni dari belakang sambil terus mengandeng tangannya karena takut nyasar berada di rumah sakit sebesar ini.


Sampainya mereka di ruangan IGD yang di maksud suster tadi Mira dan Bu Marni langsung menempelkan kepalanya di kaca ruangan, dari situ terlihat Ciko yang terbaring lemas di dalam ruangan yang tubuhnya di tempeli selang infus dan oksigen agar, Mira menanggis melihat kondisi ciko yang begitu parah.


Mata mira terus menatap Ciko tanpa mau memalingkan wajahnya hingga saat itu pun terjadi, terlihat ciko sedang kejang kejang di dalam ruangan tak ada satu orang pun yang ada di ruangan itu cuma Mira yang sedang melihatnya dari balik jendelan, mira segera menarik tangan bu Marni yang duduk di bangku yang ada di sebelah mira berdiri terus memandang kedalam ruangan IGD.


"Bu... bu tolong lihat itu Ciko apa yang terjadi sama ciko kenapa dia kejang kejang begitu?" tanya Mira panik menarik lengan baju bu marni.

__ADS_1


Bu Marni pun terkejut dan langasung berdiri saat melihat dari luar ruangan betapa terlejutnya bu Marni melihat ciko yang sedang kejang kejang seperti sulit untung bernapas padahal sudah terpasang selang oksigen.


__ADS_2