Maafkan Aku Ibu!

Maafkan Aku Ibu!
Bab 33.


__ADS_3

Ridwan dan Ciko sudah hampir setahun berada di tempat orang tempat yang tidak mereks ketahui seluk beluknya Ridwan yang saat itulah seorang anak kecil lemah hanya bisa menanggis, sedang Ciko selalu berusaha mencari jalan keluar setiap kali ada kezempatan.


Saat mereka sudah 9 bulan di sana bang Barong membawa anak baru seorang gadis kecil yang usianya seumuran dengsn Ciko dan Ridwan, rntah bang barong menculiknya dimana, gadis itu bernama Mira seorang gadis yang tangguh dan mandiri.(Baca Novel Semua Demi Anakku ada peran Mira disana).


Singkat cerita mereka menjadi sahabat dekat usia Mira yang hanya terpaut beda dua tahun saja, walau sebelumnya mereka selalu bertengkar dan berselilih tapi itu tidak berlangsung lama kok hanya sekitar satu bulan, dan sejak saat itu Ridwa, Ciko, dan Mira merencakan sebuah rencana melarikan diri Ciko yang menyusun rencananya.


Saat itu tepat setahun mereka di tahun sama bang barong pas sekali saat bang barong sedang tidak ada di markas karena sedang pulang kampung biasa untuk mencari korban lagi. Tapi saat itu bang bangring pulang sebulan lebih cepit dan balik ke jakarta lebih lama.


"Ehh, siap ya ini kesempatan kita untuk kabur mumpung bos mereka bang baro sedang tidak ada di tempat itu sudah pasti pengawasan mereka akan mengendor," bisik Ciko.


"Tapi... Cik! aku takut kalo kita gagal gimana? mereka bakalan lebih keras lagi nyiksa kita seperti peringgkatan sebelumnya?" tanya Ridwan takut.


"Udah kamu tenang aja aku yakin, kali ini rencana kita bakalan berhasil kabur dari sini, emang kamu mau Wan terjebak terus di sini? sampai kapan?" jawab Ciko meyakinkan Ridwan.


"Iya kita harus berkerja sama untuk kabur dari sini dulu, habis itu baru kita pikirkan cara untuk menyelamatkan teman yang lainnya," sambung Mira.


Pagi hari saat semua anak seperti biasa di bawa ke lapangan untuk kerja cari uang dengan cara mereka sendiri-sendiri yang penting dapat uang.

__ADS_1


Saat hari semakin siang dan semua anak di suruh menepu untuk istrihat Ridwan, Ciko dan Mira baru akan menjalankan aksi mereka yaitu kabur dari tempat itu, dengan cara yang sama saat Ridwan kabur membawa Kasih saat ini, cara itu pula yang di pikirkan Ciko semua Ciko yang mengaturnya.


Ya selangkah lagi mereka akan berhasil kabur dari situ sebab mereka sudah berada didalam mobil yang bethenti bm karena lampu merah, saat mobil hampir saja mau jalan karena sebentar lagi akan lampu hijau tiba-tiba saja anak buah bang barong datang ke mobil dan berlaga seakan jalo mereka bertiga anak nakal yang sedang lari dari pengawasan sang kakak, akhirnya anak buah pun dengan mudah membawa mereka kembali.


Saat itu anak buah bang barong murka dan segera membawa mereka bertiga ke markas dan mereka mendapat siksaan hukuman dari kelanjangan mereka untuk kabur, ya karena di markas sedang tidak ada boss maka anak buah jadi penguasa seenaknya mereka menghukum anak-anak.


Dari tidak boleh makan sampai mereka di kurung di bawah tanah, saat itu demi menyelamatkan kedua temannya Ciko menggaku kalo dialah yang menyusun semua rencana ini sedangkan kedua temannya hanya ikut-ikut saja, akhirnya anak buah mekepaskan Ridwan dan Mira kemudian Ciko di bawah keruangan yang lebih jauh dari situ.


Sebulan lamanya Ridwan tak mendengar dan melihat Ciko lagi sejak kejadian melarikan diri itu, karena penasaran Ridwan diam-diam mencari keberadaan Ciko seminggu lamanya Ridwan mencari akhirnya dia melihat Ciko yang sedang di siksa di kurung di ruangan gelap dan dengan keadaan kaki tangan terikat tampa di beri makan, ia melihat Ciko dalam keadaan tidak sadar dan samar-samar mendengar kalo Ciko tekah tiada.


"Ehh bro gimana nih, kayanya nih bocah mati deh! lihat gak bergerak lagi!" kata suara pria satu.


"Terus gimana dong nih kita?" tanya pria yang pertama.


"Akhh gini aja mumpung boss belum pulang kita, buang aja nih bocah ke jembatan di ujung jalan sepi itu, pasti kan gak ada yang tahu soal ini," jawab pria yang bersamanya.


Ridwan yang mendengar itu terasa sedih hatinya tersayat sembilu menyesali kejadian ini, ia pergi menjauh dari tempat itu dengan berlahan dan tidak mau membuat suara khawatir akan ketahuan.

__ADS_1


Selama seminggu Ridwan diem tak berdaya memikirkan nasib sahabatnya yang tewas di tangan para penjahat itu, sekembalinya Ridwan dari tempat di mana Ciko di sembunyikan Ridwan tidak lagi melihat Mira yang terakhir kali pamit mau ke kamar mandi tapi tak kembali lagi sejak saat itu Ridwan sendirian, kematian Ciko membuat ia menjadi sosok yang berani dan tidak akan cengeng lagi.


Setelah dua bulan kematian Ciko Ridwan sudah bisa melupakan itu, dan saat itu ia bertemu Kasih yang di bawa oleh bang barong saat kembali dari kampung.


**FLASH BAKC OFF (cerita ciko selesai)


Ridwan tertunduk sedih saat menceritakan saat bagaimana dia bisa sampai di tempat itu, yang membuat ia harus kehilangan sahabat kecilnya, sampai sekarang pun ia masih belum tahu penyebab kegagalan kenapa bisa rencana Ciko saat itu bisa ketahuan.


"Hiks, seandainya dulu saya mendengarkan nasihat mamah, untuk di antar sekolah oleh ayah pasti saat ini tidak akan terjadi pasti sekarang saya masih bersama keluarga saya di rumah," tanggis Ridwan penuh sesal.


Iya memang itulah namanya penyesalan selalu datang terlambat tanpa permisi, datang di saat kita merasakan sakitnya sebuah perpisahan saat seorang yang kita sayangi pergi jauh dari kita.


"Udah sabar, semua yang terjadi pasti ada ikmahnya, sekarang yang harus kamu lakukan hanyalah bersabar dan iklas, dan bertahan sampai akhirnya bisa bertemu dengan orang tuamu," nasihat om Arya.


Setelah berbincang bercerita masa lalunya Ridwan mereka melanjutkan perjalanan, om Arya mengajak mereka untuk ikut bersamanya ke rumah tempat tinggal Arya dan membantu Arya menyelesai kan kasus seminggu kemudian, mengantar Arya ke markasnya barong, sambil menunggu saat yang tepat yaitu saat barong sudah kembali dari kampung.


Satu hal yang harus Arya lakukan adalah melundungin saksi mata, agar aman karena jika Ridwan dan Kasih tertangkap lagi rencana Arya untung membongkar sindikat penculikan anak akan gagal.

__ADS_1


"Yuk kalian harus ikut om, kalo berada di sini atau di jalan juga tidak aman untuk kalian, bisa-bisa barong yang kalian bilang tadi bisa menemukan kalian lagi, dan kejadian Ciko terulang lagi!" ajak om Arya menyarankan.


Ridwan agak sedang menimbang tawaran Arya ia dilema antara tidak percaya dengan keselamatan Kasih, berkali-kali ia melihat Kasih yang sedang ketakutan akhirnya Ridwan pun menerima ajakan Arya untuk ikut bersamanya**.


__ADS_2