
Satu jam sudah Ridwan dan Kasih bermain bersama Arya, karena lelah akhirnya mereka pun istirahat sejanak untuk melepas rasa penatnya, Kasih yang terakhir membawa bola tanpa sengaja ia lempar bolanya ke arah tepi pantai Ridwan yang ada di dekatnya pun segera, berlari untuk mengambil bola itu.
"Ahh!! bolanya!" teriak Kasih.
"Udah kamu tunggu sini biar aku yang ambil bolanya ya, duduk dan tunggu!" pesan Ridwan.
Ridwan segera berlari menghampiri tempat dimana bola itu berada, saat Ridwan sudah memnadapatkan bolanya dan hendak kembali ke tempat Kasih menunggu Ridwan yang jalan tidak hati hati menabrak seseorang.
Brukkk!!!
"Akhh, eh maaf maaf saya tidak lihat tadi!" kata Ridwan terjatuh.
"Tidak apa seharusnya saya yang minta maaf bukan kamu, kan yang terjatuh kamu bukan saya, mari saya bantu!" kata orang itu mengulurkan tangannya.
Ridwan meraih tangan orang yang ada di depannya, dan betapa terkejutnya ia saat melihat wajah orang yang ada di depan matanya sedang tersenyum ke arahnya.
"Cikooo!!!" Teriak Ridwan terkejut sungguh suatu kejadian yang sangat kebetulan, berkali kali Ridwan mencubit pipinya menggira kalo ini mimpi bagaimana tidak sahabat yang sudah di kiranya meninggal dua tahun lalu kini ada di hadapannya dia.
"Hai Wan! apa kabar lama ya tidak berjumpa," sapa Pria itu yang ternyata kenal dengan Ridwan.
"Ka-kamu beneran Ciko kan? aku tidak sedang mimpi kan? Ciko ini beberan kamu?!" tanya Ridwan terus mengoyang-goyangkan tubuhnya Ciko seakan tak percaya.
"I-iya,,, i-ini a-aku,,, k,, kamu bisa berhenti dulu gak!" jawqb Ciko menyuruh Ridwan berhenti.
__ADS_1
"Hehehe maaf, habis aku beneran terkejut banget bagaimana mana bisa kamu disini dan sehat sentosa," kata Ridwan heran.
"Kenapa? kamu seakan tidak suka melihat aku ya? yasudah kalo gitu aku pergi aja!" Ciko merajuk.
"Eehh tunggu dulu, bukan gitu maksudnya, maksud aku gini kamu kemana aja, kalo kamu masih hidup kenapa tidak kembali markas dan malah baru nonggol sekarang?" kata Ridwan membenarkan omongannya.
Saat Ridwan dan Ciko sedang berbicara berdua tiba tiba dari kejauhan berlari seorang anak perempuan menghampuri mereka, Ridwan yang masih belum percaya sekaligus sangat senang karena mengetahui kalo sahabatnya yang di kira,meninggal ternyata masih hidup.
"Ciko!! huftt... huftt lelah sekali mencari kamu ternyata disini?" kata wanita yang menghampiri Ciko.
"Miraa!! kamu juga ada disini?" tanya Ridwan yang semakin tak mengerti dang bingung.
Sebab saat itu terakhir yang Ridwan tahu kalo Mira mau pergi di bawa bang Barong entah kemana, karena takut membuat Ridwan sedih,Mira ijin ke Kamar kecil dan tak pernah kembali lagi.
"Eh! Hai! Ridwan apa kabar? wah tidak menyangka kita bisa kumpul lagi disini?" jawab Mira yang baru menyadari kehadiran Ridwan.
"Tenang dulu Ridwan aku akan jelaskan semuanya nanti, ceritanya panjang dan rumit, dan saat itu aku memang tidak bisa melibatkan kamu, tapi sukur aku dan Ciko sangat senang, saat tahu kalo kami sudah berhasil lolos dari jeratan bang barong," ujar Mira berjanji.
Dalam hati Ridwan masih ada perasaan tidak karuan antara senang dan marah, senang karena mengetahui kalo kedua sahabatnya masih selamat dan baik baik saja, Marah karena merasa di permainkan selama ini, tengelam dalam perasaan bersalah karena tidak bisa menyelamatkan Ciko atau Mira saat itu.
Saat Ridwan masih dalam emosinya tengelam dalam setuja tanya tentang kedua sahabatnya, Kasih yang mesih menunggu kedatangan Ridwan merasa lama sekali kareba terlihat dari jauh Ridwan sedang berbicara dengan dua orang Kasih pun menghampirinya.
"Kak Ridwan! kok lama!" panggil Kasih memegang tangan Ridwan.
__ADS_1
Seketika itu juga perasaan Ridwan menjadi damai karena mendengar suara Kasih dan merasakan sentuhan tangannya.
"Kasih! ngapai kamu kesini kan tadi aku suruh kamu nunggu disana?" tanya Ridwan.
"Maaf kak, aku tidak nurut aku takut nunggu kakak sendirian habisnya kakak lama banget jadinya aku nyusul kakak kesini," jawab Kasih polos. "Mereka ini siapa kak?" gantian Kasih yang bertanya.
"Hai, Kenalkan Saya Mirah, dan ini Ciko kita ini temannya Ridwan! kalo boleh nebak kamu pasti adiknya Ridwan ya?" jawab Mirah memperkenalkan diri dan Ciko.
"Iya kak, salam kenal saya Kasih!" sahut Kasih mengulurkan tangan.
Mirah dan Ciko menyambut uluran tangannya Kasih dan di balas dengan senyuman manis dari wajahnya Kasih.
"Ridwan Sini kita duduk disitu yuk! aku akan ceritain semuanya, apa sebenarnya yang terjadi pada kita! Kasih juga boleh ikut gabung kok kalo emang mau tidak apa-apa!" ajak Mira.
Sementara Kasih masih menatap bingung ke arah Mira dan Ciko, dan bergantian menatap ke arah Ridwan seingat Kasih Ridwan pernah menceritakan tentang kedua temannya yang bernama Ciko dan Mirah saat mereka masih jadi tawanan bang barong, saat itu Ridwan bercerita kalo mereka sudah hilang salah satunya meninggal karena di siksa, satunya hilang tanpa kabar, tapi kenapa sekarang ada di sini di hadapan mereka.
"Kak, sebenarnya ada apa sih? bukankah mereka ini sahabatnya kakak yang dulu kakak pernah ceritain waktu kita masih di tempat bang barong?" tanya Kasih akhirnya karena merasa penasaran.
"Iya benar Kasih mereka dua orang sahabat aku, yang dulu aku ceritain ke kamu, aku juga tidak tahu sekarang kenapa tiba tiba bisa bertemu mereka disini," jawab Ridwan.
"Apa!! Kasih juga pernah di markas sama kamu? loh tadi katanya Kasih ini adik kamu Wan! kita pikir kamu itu sudah bertemu dengan orang tua kandung kamu?" tanya Ciko.
"Iya alhamdulilah aku sudah bertemu dengan keluargaku, dan Kasih ini adik aku yang dulu juga bertemu di markas banh barong 6 bulan setelah kalian berdua pergi datenglah Kasih yang di bawa Bang barong dari kampung," jawab Ridwan.
__ADS_1
"Ohh jadi begitu ceritanya, yaudah yukk kita kesitu kalo emang kamu mau tahu semuanya , aku akan ceritakan semua supaya kamu tidak salah paham sama kita," ajak Mira sekali lagi, karena tadi belum di respon Ridwan.
Akhirnya tanpa menjawab ajakan Mira Ridwan mengandeng tangan Kasih menuju tempat yang di tunjuk oleh Mira, lalu di susul Mira dan juga Ciko, Ridwan mau meminta penjelasan yang sejelas jelasnya tentang mereka berdua.