Maafkan Aku Ibu!

Maafkan Aku Ibu!
Bab 65


__ADS_3

Waktu berjalan sanggat cepat sudah tak terasa waktu menunjukkan pukul 16.00 wib ibu segera bangun dari tidurnya dan segera bersiap untuk membersihkan diri menjalankan solat ashar, ibu tadi sempat mencari keberadaan Nadia tadi tidak ia lihat jadi ibu tidak mengajak Nadia untuk sholat bersama.


Selesai sholat ibu membuat makanan untuk nanti makan malam juga memasak air untuk para tamu pengajian nanti sehabis solat isya akan tahlilan malam kedua ayah, saat ibu sedang masak makan malam Nadia datang menuju dapur dan sepertinya ingin solat ashar mumpung waktunya masih sempat.


"Nadia! ibu pikir siapa?" tanya ibu terkejut dengan kehadiran Nadia.


"Emang kalo bukan aku yang datang siapa lagi? ibu berharap yang datang itu ayah, mana mungkin bu ayah sudah tidak ada lagi di sini," jawab Nadia, sekali.


"Nadia kalo kamu begini terus ibu khawatir kalo ayah akan sangat kecewa sama kamu nak, kamu sedih karena kepergian ayah, ibu juga sama merasa kehilangan tapi ibu mohon sekali aja percaya sama ibu dan maafkan kehilafan ibu yang sudah menyakiti kamu di makam ayah kemarin," pinta ibu Lirih.


"Sudah lah bu, aku mau doain ayah dulu mumpung masih ada waktu bicara sama ibu juga gak akan ada kelarnya, gak pernah mau ngalah," uncap Nadia meninggalkan ibu seorang diri.


Ibu sungguh sangat tidak mengerti dengan sikapnya Nadia yang semakin hari semakin membenci ibu, ibu sanggat khawatir jika ini akan terus berlangsung sampai Nadia dewasa nanti, pada siapa lagi ibu akan mengaduh saat ia sudah tak lagi sanggup melangkahkan kakinya untuk berjalan, pada siapa ibu akan bersandar jika ia sedang rapuh dan lelah ingin beristirahat.


Sedangkan putri yang kini ada bersamanya sedang enggan melirik dan memaafkan kesalahan yang tidak pernah ibu lakukan sama sekali.


"Ya Allah semoga kau sadarkan segera kekeliruan pada hati putri hamba yang sedang di tutupi rasa kebencian yang sanggat mendalam, semoga suatu saat hamba juga bisa bertemu lagi dengan Kasih putri yang selalu mengerti perasaan hamba," doa ibu dalam hati.


Waktu terus berjalan kini sudah menunjukan pukul 17.55 wib sebentar lagi azan magrib akan berkumandang dari masjid, ibu sudah selesai beberes memasak air dan juga masak makan malam untuk ia dan putrinya setelah semua siap ibu mengelar karpet du ruang tamu untuk para tamu nanti.


"Nadia!! tolong bantu ibu sebentar bisa! ibu sanggat kesulitan ini!" panggil ibu meminta bantuan.


"Bantu apa sih, aku lagi ngerjain tugas sekolah emangnya gak bisa kalo di urus, sendiri aja," jawab Nadia ketus dan sedikit kesal.

__ADS_1


"Maaf nak! jika ibu menganggu kamu, cuma ini berat bangget karpetnya ibu kesulitan kalo sendirian," ujar ibu memohon bantuan sekali lagi.


Nadia seakan tak perduli dengan permintaan ibunya bukannya membantu ia malah masuk kembali kedalam kamar untuk melanjutkan tugasnya,sedang ibu yang merasa kecewa dengan sikap putrinya hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Bahkan untuk sekedar membantu ibu saja kamu enggan nak, padahal dulu kamu yang paling bersamggat membantu ibu jika ibu sedang dalam kesulitan, tapi kini ,,, " gumam ibu sedih.


Ibu pun berusaha untuk mengelar sendiri karpet yang satu itu memang agak berat dan ibu harus sangat bersusah payah dulu baru bisa, kemari pun seperti itu harus berusaha sendirian untuk mengelar karpetnya.


"Alhamdulilah akhirnya selesai juga, yah walau butuh waktu lama tapi setidaknya tidak merepotkan orang lainlah,asya Allah sudah jam segini aku belum solat magrib,!" ibu terkejut saat melihat jam sudah hampir menunjukkan pukul 19.00 wib sudah hampir masuk waktu isya.


Ibu dengan segera menuju kamar mandi untuk bersiap ambil air wudhu lalu segera melaksanakan solat isya pintu depan senggaja di biarkan terbuka karena ibu takut jika nanti saat ia belum selesai solat ada yang datang agar bisa segera duduk di dalam, sebaliknya jika pintunya di tutup mereka akan mengira kalo ibu sedang tidak ada.


Setelah selesai solat isya ibu menuju kamar Nadia hendak memanggilnya untuk menyuruhnya makan malam dulu sebelum tidur.


"Nadia! Nadia! Makan dulu yuk sayang udah waktunya untuk makan malam, tugasnya di tinggal aja dulu nanti lanjut lagi!" panggil ibu dari luar.


Nadia yang berada di dalam diam tak menyahuti panggilan ibu tapi ia mendengar suara ibu, Nadia hanya mengeleng-gelengkan kepalanya.


Di Dalam Kamar Nadia


"Huh! ibu ganggu saja sih kan tadi udah aku bilang kalo aku sedang ada tugas sekolah kok masih aja di panggil-panggil masalah makan malam kalo aku lapar juga pasti keluar kok, ngapain sih repot-repot emangnya aku anak kecil apa!" umpat Nadia kesal.


"Lagian ibu sudah ku jahati juga masih aja, perhatian sama aku, bukannya sebelumnya ia sanggat marah saat aku bicara kasar waktu di pemakaman ayah bahkan sampai tega menampar aku dan itu sanggat sakit," gumam Nadia Lagi.

__ADS_1


Tok!tok! tok!


Suara ketukan pintu ini sudah yang ketiga kalinya Nadia dengan sejak tadi ia mendengar suara ibunya yang memanggil ia, Nadia yang merasa terganggu akhirnya bangkit dari kursi meja belajarnya dan membuka pintu.


Cekrek...


"Ibu ganggu deh!! kan aku sudah bilang kalo aku sedang ngerjain tugas sekolah kenapa masih ganggu aja!" hardil Nadia kesal.


"Maafin ibu, Nak kalo ibu ganggu ibu cuma ingin nawarin kamu makan malam aja kok, takutnya kamu lupa makan dan nanti perutmu sakit," kata ibu menjelaskan.


Biarpun sudah berkali-kali Nadia bicara kasar pada ibu, tapi ibu masih tetap mencoba untuk mengendalikan diri mencoba untuk sabar dan selalu menguncap istigfar dalam dihati ibu tidak ingin amarahnya menyakiti hati putrinya lagi saat seperyi yang terakhir kali tetjadi.


"Yasudah aku makan, tapi lain kali enggak usah panggil aku untuk menawarkan makan, ibu kalo mau makan makan aja aku kalo udah lapar juga pasti akan makan sendiri yang penting siapin aja di meja!" uncap Nadia lalu memberi tahu ibu untuk tidak menganggunya lagi.


"Baik nak! ibu tidak akan menganggu lagi jika kamu ada di kamar dan ibu juga akan dengarkan permintaan kamu," kata ibu mengerti.


Nadia menutup pintu kamarnya dan menuju meja makan untuk mengambil makanannya dan duduk di kursi, saat hendak menyupa makanannya Nadia segera pindah dari kursi meja makan saat melihat ibu mendekat ke arah yang sama dengan tempatnya berada, ibu yang melihat itu segera bertanya dengan Nada sedih.


"Nadia, kenapa pindah? kamu tidak ingin makan semeja dengan ibu lagi?" tanya ibu sedih.


"Aku sudah nurut saat ibu menyuruhku untuk makan, bukan berarti aku mau makan semeja lagi sama ibu, karena aku tidak mau berlama-lama dengan dengan ibu karena ibu sanggat membuaymt aku sedih karena teringgat wajah ayah, jadi aku mau makan di kamar aja," jawab Nadia membawa makanan dan minumannya ke kamar dan menutup pintunya.


Hati seorang ibu mana yang tidak terluka saat ketika putri kandungnya yang ia kandung selama 9 bulan bahkan lebih dan mencoba melahirkannya dengan taruhan nyawa lalu menyusuinya selama dua tahun dalam kepayahan rela tidak tidur saat malam, kini putrin itu bukanya menghormatinya ia malah menjauhinnya, bahkan hanya untuk sekedar menatap wajah ibunya saja tidak mau, sungguh hati ibu menjerit saat itu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2