Maafkan Aku Ibu!

Maafkan Aku Ibu!
Bab 96


__ADS_3

Hari Demi Hari ibu lalui dengan susah payah dan perjuangan yang sangat berat, di mulai dari ibu yang harus mencari nafkah sendiri karena ayah sudah tidak ada lagi, di tambah ibu juga harus menghadapi Sikap Nadia yang semakin hari semakin semena mena terhadap ibunya dan juga Dimas tapi itu ibu hadapi dengan lapang dada dan iklas ibu terima semua perlakuan Nadia terhadapnya.


Kini kondisi ibu tidak lah seperti dulu yang selalu sehat dan kuat, ibu sudah semakin tua dan juga sering sakit sakitan itu karena ibu terlalu memaksakan diri untuk tetap bekerja keras tanpa memikirkan kondisinya yang tidak lagi sekuat dulu.


Enam Tahun Kemudian, saat dimana Nadia sudah lulus sekolah dengan nilai terbaiknya Nadia di nyatakan lulus SMA pada usia 19 tahun, sudah semakin Dewasa saja Nadia harus di usianya yang sudah bukan lagi anak kecil Nadia bisa lebih membanggakan Ibunya dan juga membantu untuk keungan ibunya tapi tidak kenyataannya, di usianya yang sudah meranjak Dewasa Nadia semakin menyiksa bathin ibunya.


Dengan terus bersikap malas dan Acuh tak acuh saat ibunya sedang jatuh sakit Nadia bukannya membantu ibunya untuk merawatnya dia malah menyiksa ibu dengan terus memibta uang jajan untuk ia bisa bersenang s3nang dengan teman temannya di luar sana.


"Uhuk uhuk... uhuk,,," ibu sedang sakit di kamar.


Sudah seminggu ibu sakit dan tidak bisa berangkat keliling berjualan, tugas ibu di gantikan oleh Dimas yang saat ini sudah berusia enam belas tahun sedang duduk di bangku sekolah SMA kelas, dengan bersusah payah ibu bisa juga menyekolahkan Dimas di sekolah yang sama dengan Nadia.


Dimas anak yang berbakti untuk membalas kebaikan ibu yang sudah merawatnya selama enam tahun ini selalu menjaga dan menyayangi seperti putra sendiri bahkan rela kerja keras dengan mencari kerja tambahan menjadi pembantu rumah tangga semata untuk menyekolahkan Dimas.

__ADS_1


Setiap kali Dimas pulang sekolah ia selalu menjajakan dagangan milil ibu, bahkan Dimas juga suka membawa kue kue kesekolahnya untuk di jual, walaupun banyak yang menghinanya tapi Dimas tidak perduli semua itu ia lakukan untuk ibunya bisa berobat dan makan setiap harinya.


Pagi itu di kediaman ibu Ningsih saat selesai sarapan, Dimas yang memasak semua menu sarapan pagi ini, walaupun Dimas seorang laki laki tapi ia juga sangat pandai memasak, karena ia selalu ikut ibu saat ibu sedang sibuk di dapur dari itu ia jadi bisa masak dan berbanding kebalik dengan Nadia yang tidak bisa apa apa selain menyakiti hati ibunya.


"Bu Dimas berangkat sekolah dulu ya! ini minuman ibu jika ibu haus dan juga ada kue kue disini barang kali ibu mau ngemil jadi tidak udah repot ambil di dapur," kata Dimas bepesan.


"Iya Dimas terima kasih karena kamu sudah mau perhatian sama ibu, di saat putri kandung ibu sendiri tidak perduli sama ibu," uncap ibu sedih.


"Sudah ibu jangan terlalu di pikirkan, sekarang lebih baik ibu istirahat saja supaya ibu lekas sembuh dan bisa beraktifitas lagi!" pesan Dimas.


"Iya nak, ibu di sini kamu minta uang untuk apa?" tanya ibu.


"Ya untung nongkrong lah sama teman teman emangnya buat apa lagi," jawab Nadia.

__ADS_1


"Kak Nadia jangan begitu dong sama ibu, seharuasnya Kak Nadia merawat ibu bantu ibu supaya bisa berobat, bukan malah meminta uang mulu sama ibu!" nasehat Dimas.


"Hei Hei anak kecil tahu apa diam aha sih ah!! ini ibu gue terserah dong gue mau ngapain juga, ga ada urusannya sama lue," hardik Nadia.


Kata kata Nadia Sering kali membuat Dimas sakit hati, karena Nadia selalu mengingatkan tentang Status Dimas yang cuma anak angkat di rumah itu dan tidak ada hubungan apa apa dengan dirinya, tapi Dimas tidak pernah berkecil hati ia selalu sabar dalam menghadapi semua uncapan Nadia.


"Tapi nak, ibu belum ada uang jadi ibu tidak bisa ngasih kamu," jawab ibu lirih.


"Pokoknya aku gak mau tahu, ibu harus kasih aku uang hari ini kalo tidak aku akan jual rumah ini dan terserah ibu mau tinggal dimana!" ancam Nadia.


Ancaman yang sama setiap kali Nadia tidak mendapatkan apa yang ia mau dengan segera, nama rumah itu memang atas nama Nadia dan Kasih jadi Nadia merasa berhak atas rumah rumahnyq tanpa perduli masih ada hak Kasih juga disana, karena Kasih juga putrinya ayahnya.


"Kak! kakak jangan terus terusan ancam ibu begitu dong pikirkan kondisi ibu yang sekarang ini, masa kakak tega usir ibu dan menbiarkan ibu pergi dalam kondisi begini!" ujar Dimas kesal.

__ADS_1


Nadia tersenyum sinis tidak perduli dengan Nasihat Dimas, ia tetap kekeh meminta uang sama ibu...


Bersambung...


__ADS_2