
Seminggu kemudian tepat di hari minggu sesuai yang minggu lalu telah di sepakati hari ini ibu lembur bikin pesanan kue yang sudah ibu terima Dpnya jadi msu tidak msu, sempat tidak sempat ibu harus memenuhin pesana itu sesuai yang sudah di sepakati.
Seperti biasa Dimas selalu membantu ibu di dapur membuat kue atau memasak, karena hari ini ibu sedang banyak pesanan jadi ibu libur jualan kelilingnya, ibu cuma pikus untuk bikin kue saja.
"Bu aku bisa bantu apa?" tanya Dimas menawarkan bantuan.
"Oh iya Dimas bisa bantu ibu ambilin semua bahan kue yanf di perlukan saja," jawab ibu masih sibuk menimbang ukuran terigu dan yang lainnya.
"Oke bu siap laksanakan," seru Dimas semanggat.
Ibu pun mulai aksinya bergelut di dapur untuk membuat pesanan Kue yang jumlahnya cukup lumayan banyak, pertama ibu akan membuat kue putu ayu, kue yang berwarna hijau yang ada kelapanya di atasnya, sambil membuat kue bolunya, sekali jalan ibu membuat dua menu sekaligus supaya cepat.
"Ibu ini di apain?" tanya Dimas saat melihat kardus bok kue.
__ADS_1
"Oh iya ibu sampai lupa, itu di tekuk tekuk saja ikuti polanya di bentuk supaya menjadi kotak yang nanti akan di isi kue kuenya," jawab ibu.
"Ohh yasudah kalo gitu Dimas bantuin ini saja yang mudah," uncap Dimas mulai berkerja nengerjakan tugasnya.
Di dapur saat itu sedang sibuk sekali cuma ada Dimas dan Ibu sedangkan Nadia malah asyik diam diri di kamar entah sedang apa ibu juga tidak tahu karena pintunya, kunci dari dalam.
Waktu terus berlalu hari pun sudah semakin siang kerjaan ibu sudah separohnya selesai kue yang sudah matang di biarkan dulu sampai dingin baru di masukan ke dalan kardus supaya kue bisa bertahan agak lama.
Saat ibu sedang membuat menu kue selanjutnya yaitu kue lapis dan kue klepon, tiba tiba ibu di kejutkan oleh suaranya Nadia yang tiba tiba datang.
"Iya Nadia ibu di dapur nak! ada apa!" sahut ibu bertanya.
"Bu, aku minta uang untuk beli pulsa!" pinta Nadia saat berada di dapur.
__ADS_1
"Oh iya sebentar ya nak! ibu lagi tanggung dulu," jawab ibu yang sedang membuat adonan kue selanjutnya.
Nadia bukannya membantu ia malah memarahin ibu kareba ibunya tidak langsung bangun auto Nadia mefitnah kalo ibu tidak mau memberinya uang.
"Kalo gak mau kasih bilang lah bu, gak usah nyuruh orang nunggu sampai lama begini membuat aku jenuh tahu!" bentak Nadia.
"Bukannya ibu tidak mau memberi nak, cuma ibu sedang repot karena ada pesanan banyak hari ini, masalah kamu minta uang sabar dulu pasti nanti ibu ambilin kok," kata ibu membenarkan tuduhan Nadia.
"Akh lama, Nadia butun cepet noh lagi ada tugas sekolah," Nadia tetep tidak mau mengerti.
Dimas yang ada di sebelahnya merasa tidak nyaman melihat ibu yang di maki maki oleh Nadia nembuat Dimas ingin sekali membela ibu, tapi ia teringat pesan ibu bahwa tidak akan pernah ikut campur urusannya Nadia apapun yang terjadi.
"Huh, kak Nadia tidak sopan banget sih sama orang tua, udah jelas ibu menyuruhnya tunggu ehh malah bilang yang macem macem lagi, bener bener ya kak Nadia ini bikin ibu nanggis aja bisanya," omel Dimas dalam hati.
__ADS_1
Dimasnya bukannya takut kepada Nadia, cuma saja ia sudah berjanji sama ibu untuk tidak menganggu Nadia, jadi Dimas cuma bisa diam melihat ibunya di perlakukan tidak sopan oleh Nadia kakak angkatnya.
....