Maafkan Aku Ibu!

Maafkan Aku Ibu!
Bab 98


__ADS_3

Beberapa saat kemudian bu RT muncul dari dalam rumah bersama pembantunya sambil membawa minuman dan juga beberapa cemilan untuk di suguhkan untuk ibu.


"Assalamualaikum, ehh ada Bu Ningsih maaf ya nunggu lama apa kabar bu?" sapa bu RT bertanya.


"Waalaikumsalam, iya nih bu Rt maafin saya juga karena pagi pagi udah ganggu waktu ibu, kabar saya yang kaya begini ini," jawab ibu membalas salam bu RT.


"Ini silakan di minum bu tehnya," tawar pembantu meletakkan nampan di atas meja.


"Wah saya jadi ngerepotin kan, uhukk...," ucap ibu tidak enak.


"Tidak repot ko bu, oh iya kelihatannya bu Ningsih sedang tidak sehat ya? ada apa bu Ningsih sampe bela belain datang?" tanya bu RT duduk di sebelah ibu.


"Iya bu RT saya memang lagi kurang sehat, cuma saya merasa ada yang penting jadi saya harus segera datang kesini, ini soal tabungan saya," jawab ibu.


"Oh iya ini sudah waktunya ibu Ningsih mengambil tabungannya ya! saya lupa sebentar saya ambil datanya dulu,!" ucap bu RT.


"Tidak usah bu rt jangan, dengarkan saya bicara dulu sampai selesai kedatangan saya kesini bukan untuk meminta uangnya tapi saya ingin meminta bantuan bu RT lagi," kata ibu mencegah bu RT masuk ke rumah.

__ADS_1


"Oh terus apa emangnya yang bisa saya bantu bilang saja bu Ningsih, kalo emang saya bisa pasti kok saya bantu?" tanya bu RT tidak jadi pergi.


"Iya jadi Begini bu RT, saya minta tolong kira kira uang tabungan saya kalo di ambil udah bisa buat beli rumah belum ya?" tanya ibu.


"Loh bu Ningsih mau beli rumah lagi? emangnya rumah yang ada kenapa?" jawab bu RT balik bertanya.


"Bukan untuk saya bu RT, tapi untuk Nadia nanti saat ia Dewasa, saya khawatir kalo Nadia akan benar benar menjual rumahnya nanti ia akan tinggal dimana," jawab ibu menjelaskan.


"Masya Allah jadi Nadia ingin menjual rumah peninggalan ayahnya tega sekali, lalu kalo rumah itu di jual ibu pasti bersama Nadia kan?" tanya bu RT lagi terkejut.


Ibu cuma mengelengkan kepalanya, sungguh sedih hati ibu saat itu jika ingat uncapa Nadia tadi di rumah, yang dia bilang akan menyuruh ibunya pergi dan tidak perduli ibunya mau tinggal dimana.


Setelah ibu dan bu RT mengobrol selama tiga puluh menit dan bu RT menyangupi permintaan ibu, ibu akhirnya menyerahkan kotak yang ia bawa dari rumah, dengan berat hati bu RT pun menerimanya padahal ibu RT tahu kalo ibu lebih membutuhkan uang itu.


"Yasudah kalo begitu saya permisi dulu ya bu RT, terima kasih karena sudah bersedia membantu saya, dan maafin saya karena selalu merepotkan bu RT dengan masalah pribadi saya," kata ibu meminta maaf.


"Tidak apa apa bu Ningsih ini sudah jadi kewajiban saya, sebagai RT di sini harus bisa membantu warganya yang membutuhkan, dan bu Ningsih tidak perlu sungkan saya selalu siap 24 jam kok insya Allah," ujar bu RT bijak.

__ADS_1


Ibu pun pergi meninggalkan rumah bu RT setelah ia pamit pulang tadi karena urusannya sudah selesai, dan ibu pun kini hatinya lega karena sudah punya jaga jaga jika sesuatu hal buruk terjadi padanya dan juga putrinya.


Sampainya ibu di rumah ia langsung masuk kamar untuk istirahat, mau masak pun tidak perlu karena Dimas sudah memasak semuanya tadi sebelum sekolah, jadi ibu hanya butuh istirahat saja di kamar.


*****


Sementara itu Dimas di sekolah ia menitipkan kue buatannya sendiri kepada ibu kantin dengan pembagian untung di bagi dua, Dimas menjualnya dengan harga seribu rupiah sedang ibu kantinnya menjualnya dengan harga seribu lima ratus rupiah, kue buatan Dimas memang selalu laris karena memang rasanya sangat enak.


"Assalamualaikum bu, ini saya biasa titip kuenya!" kata Dimas pada ibu kantin.


"Oh iya Dimas taruh aja di situ kuenya, ini jumlahnya seperti kemarin kan? atau di tambahin?" tanya bu kantin.


"Ini saya tambahin 20 bu, jadi ada 50 semuanya, harganta masih samain aja deh," jawab DiMas.


"Oke deh kalo Gitu makasih ya," ucap bu Kantin.


"Saya ke kelas dulu ya bu kalo gitu, terimakasih karena sudah mau menerima kue saya di sini," kata Dimas pamit pergi.

__ADS_1


"Iya sama sama Dimas, saya kan juga ikut ambil untung, jadi sama sama enak lah," ujar ibu kantin sedang merapikan kue kuenya.


Dimas pun pergi meninggalkan kantin dan berjalan menuju ruang kelasnya, Dimas sudah mau lulus sekolahnya sekitar dua tahun lagi Dimas sudah lulus sekolahnya.


__ADS_2