Mantan Bad Guy

Mantan Bad Guy
Taubatnya Buaya Jantan


__ADS_3

Suasana di sebuah ballroom hotel ini sangat ramai. Banyak orang- orang dengan gaun pesta ada di sini. Candra tenggelam di antara puluhan orang- orang itu. Wanita itu merasa terasing berada di tempat ini. Saat ini keadaannya menjadi serba salah. Sebenarnya Candra tidak ingin hadir di acara ini, tapi dia merasa tidak enak dengan sang empunya acara. Tapi setelah datang, tidak ada satu pun orang yang dikenalnya.


Akhirnya Candra hanya duduk saja, menikmati hidangan yang tersedia seorang diri. Namun matanya tidak sengaja menangkap sosok yang sedang berdiri gagah di depan sebuah meja, disebelahnya ada seorang perempuan yang sangat cantik, memakai gaun rancangan Candra. Sorot mata para tamu yang hadir kompak beralih pada pasangan di depan sana. Menatap kagum pada pasangan yang terlihat serasi itu.


“Sial,” gumam seseorang mengejutkan Candra.


Wanita itu mengernyit melihat sosok pria di sebelahnya. Candra tidak kenal dengan pria itu. Terlihat pria itu sedang menahan emosinya, kedua tangan mengepal kuat dan pandangannya fokus pada satu titik jauh di depan sana.


“Gue kayaknya pernah lihat,” gumam Candra berusaha mengingat- ingat. Tidak membutuhkan waktu lama untuk Candra kembali mengingat wajah pria itu.


“Gue pernah lihat lo jalan bareng Nayla,” tunjuk Candra pada pria itu.


Pria itu menoleh, memperhatikan Candra dari atas hingga bawah. Lalu mengernyit, merasa tidak kenal dengan wanita disampingnya ini.


“Wajar gue jalan bareng Nayla, dia pacar gue,” jawab pria itu sewot.


Mata Candra membulat sempurna, dia mengorek telinganya. Siapa tahu dia salah dengar tadi. Namun sepertinya Candra memang tidak salah dengar. Tapi… pacar? Pacar atau mantan?


“Oh, lo mantan si Nayla. Bisa- bisanya si Nayla undang mantan pacarnya ke acara tunangan,” ujar Candra menggelengkan kepala dramatis, tidak sadar diri jika statusnya juga mantan Juno.


“Gue sama Nayla nggak pernah putus.”


“Lho? Dia udah mau tunangan tuh,” tunjuk Candra menunjuk dengan dagunya.


“Gue bakal batalin tunangan konyol ini.”


“Ckck, move on. Jangan terpaku sama satu wanita aja. Lo ikhlasin cewek lo. Tuh liat, si Nayla keliatan bahagia banget di sana,” nasehat Candra, tangannya menepuk bahu pria itu. “Anjier! Sakit! Kasar banget sama cewek!” pekik Candra.


Pria itu memukul tangan Candra yang menepuk bahunya. Namun akibat pekikan dari mulut Candra itu, kini semua pasang mata menatap padanya. Candra yang menyadari keadaan, hanya bisa meringis menahan malu.


“Jangan pernah sok- sokan ngajarin gue!” ujar pria itu tajam sambil menunjuk wajah Candra.


Namun sebuah pekikan lain muncul ketika tiba- tiba saja Juno yang entah muncul darimana bak pahlawan kesiangan mematahkan tangan pria itu.


“Jangan tunjuk- tunjuk cewek gue pake tangan kotor lo itu!” ucap Juno tajam.


‘Mampus!’ batin Candra.


Pesta pertunangan ini gagal total. Sang tokoh utama malam ini kompak menghilang entah kemana. Setelah kejadian tadi Nayla segera membawa pria yang memukul Candra tadi dengan raut wajah cemas. Sementara Candra berhasil diculik oleh Juno.


‘Mampus, habis ini gue bakal di cap jadi pelakor,’ batin Candra melirik pada Juno yang sedang fokus menyetir.

__ADS_1


Hampir saja kepala Candra terbentur dashboard mobil jika seatbelt- nya tidak terpasang dengan benar.


“Turun!” perintah Juno.


Candra memperhatikan sekitar. Mereka ada di depan sebuah gedung. Gedung yang sama seperti beberapa hari yang lalu dia datangi. Ragu, Candra memutuskan untuk menuruti perintah Juno. Saat ini keselamatannya yang terpenting.


“Pake. Lain kali telanjang sekalian kalo nggak niat pakai baju,” ucap Juno memberikan jasnya.


Candra menerima jas itu dengan wajah dongkol. Memangnya apa yang salah dengan bajunya? Gaun yang dipakai Candra tidak terlalu terbuka.


“Obatin dulu tangan kamu.”


Candra memperhatikan punggung tangannya yang memerah akibat geplakan maut pria yang mengaku sebagai pacar Nayla itu.


“Terus pesta kamu…”


Candra melotot mendengar ucapan yang baru saja keluar dari mulutnya. Spontan dia memukul mulutnya.


‘Asyem, gue jadi kebawa.’


Juno berbalik dengan senyum sintingnya seperti biasa. Seperti mendapat rejeki nomplok, setelah mendengar ucapan Candra tadi. Pria itu menggandeng tangan Candra dan menuntunnya masuk. Namun bukan Candra jika hanya bisa pasrah. Wanita itu sudah meronta minta dilepaskan.


“Cute palamu!” dengus Candra.


Juno tidak menghiraukan umpatan Candra untuknya, senyum pria itu masih terukir. Sementara Candra masih berusaha melepaskan diri. Namun lama- lama tangannya sakit jika dia makin berontak.


“Lho? Bukannya lo malam ini tunangan?” tanya Yayan yang melihat kehadiran Juno.


“Tempat tunangannya pindah,” jawab Juno.


“Hah?”


“Pindah?” tanya Candra dengan tampang bodohnya.


“Iya, tunangan di sini. Terus calon tunanganku, kamu.”


“Edan!” umpat Candra dan Yayan bersamaan.


Beberapa menit kemudian tangan Candra selesai diobati. Sebenarnya lukanya tidak parah, hanya saja Juno yang terlampau lebay. Yayan yang daritadi kepo dengan keduanya pun menghampiri Candra dan Juno.


“Ngapain lo di sini, Can?” tanya Damian yang baru datang ke tempat ini.

__ADS_1


“Siapa, ya? Lo kenal gue?” tanya Candra balik dengan kernyitan di dahi.


“Jahat lo, Can. Gue cuma di suruh Juno dulu.”


“Salah lo sendiri kenapa mau di suruh- suruh?”


“Ya… soalnya anu…”


Candra memutar bola matanya malas. “Ambigu lo.”


Candra hendak melenggang pergi dari sana. Namun sebuah tangan menahannya. Siapa lagi jika bukan Juno.


“Apa lagi?” tanya Candra malas. “Oh ya, nih jas…”


“Bawa pulang aja, dibalikin kapan- kapan. Atau dibalikin pas pengucapan janji nikah nanti,” tahan Juno disertai gombalan di akhir.


“Apaan sih? Udah sana lo balik lagi, acara pertunangan kalian belum selesai.”


Juno menggelengkan kepalanya. “Aku anter kamu pulang dulu.”


“Terserah lo dah,” ucap Candra sudah merasa sangat lelah. Sementara Yayan dan Damian hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Juno.


...👠👠👠...


Candra memijit pelipisnya, merasa sangat pusing saat ini. Kejadian tak terduga benar- benar membuatnya syok. Juno sudah menceritakan semua. Walau tidak bercerita secara detail. Ternyata lagi- lagi pertunangan ini hanya settingan belaka. Bahkan pria itu membenarkan jika Nayla memang memiliki seorang kekasih. Lagi- lagi Candra merasa ditipu. Pekerjaannya selama ini terasa sangat sia- sia.


‘Tunggu aja! Gue bakal cerita ke Ifi sama Nisa. Biar mereka labrak Juno sama Nayla. Dikira kerjaan kita gampang apa,’ batin Candra melirik pada Juno dengan tatapan penuh dendam.


‘Ifi, Nisa, ayo kita botakin pala mereka sama- sama,’ tekad Candra. Namun spontan wanita itu membuang wajahnya ketika tiba- tiba saja Juno menoleh.


Mobil berhenti di depan rumah Candra. Wanita itu berusaha membuka pintu mobil, tapi ternyata masih dikunci oleh Juno.


“Can, beri aku kesempatan lagi. Aku bener- bener udah taubat, udah nggak main- main lagi,” ucap Juno menahan Candra.


Candra mendengus mendengar penuturan Juno. “Kayak gini bentukan buaya jantan tobat?”


...🥊🥊🥊...


Tertanda: Otor keceh 😗😗😗


__ADS_1


__ADS_2