Mantan Bad Guy

Mantan Bad Guy
Aktivitas Pagi


__ADS_3

Drama Korea yang seharusnya Candra tamatkan semalam menjadi tertunda akibat permainan yang dilakukan Juno dan dirinya. Kini Candra dan Juno tertidur di atas sofa yang berada di ruang keluarga, keduanya kelelahan. Spontan Juno membuka matanya saat terdengar suara tangis Aurel. Sepertinya bayi itu sudah bangun dari tidurnya dan bingung karena hanya seorang diri di dalam kamar. Dengan perlahan Juno bangun, dia mengangkat kepala Candra yang menjadikan lengannya bantal semalam.


“Duh, kram tangan gue,” gumam Juno memijat lengannya.


Juno membenarkan letak selimut yang menutup tubuh sang istri. Sebuah kecupan yang hendak pria itu berikan pada Candra sebagai morning kiss terhenti saat mendengar suara tangis Aurel yang makin kencang. Juno mendengus dan segera berlari menghampiri putrinya itu.


“Ya udah morning kiss- nya sama Aurel aja,” ucap Juno pada Aurel yang sedang menangis di atas tempat tidur dengan bantal dan guling di sekelilingnya.


PLAK!


Lagi- lagi Aurel menampol wajah Juno yang hendak menciumnya, tangis bayi itu makin menjadi. Memang Aurel sangat anti dicium oleh sang Ayah, hanya di saat- saat tertentu saja bayi itu mau dicium. Namun, bukannya terganggu dengan suara tangis anaknya. Juno malah menjahili bayi itu.


“Huwawawawa…. Wawawawa…. Huwawawawa…”


Juno menepuk- nepuk pelan mulut Aurel yang masih menangis, alhasil suara tangis itu malah terdengar lucu. Juno tertawa ngakak mendengar suara lucu putrinya itu.


Juno membawa Aurel turun menghampiri Candra. Bayi itu sudah tidak menangis berkat tingkah aneh Juno tadi. Tangis Aurel perlahan berhenti digantikan dengan suara tawa, sepertinya bayi itu juga merasa lucu dengan suaranya sendiri. Ternyata Candra baru bangun, wajah wanita itu masih terlihat lesu dengan mata setengah merem. Candra menguap lebar dan merentangkan kedua tangannya. Lalu pandangannya mengarah pada dua orang yang daritadi menonton aktivitasnya.


“Hmm? Aurel udah bangun?” tanya Candra.


“Barusan bangun. Nyenyak tidurnya, Yang?” jawab dan tanya Juno, pria itu duduk di sebelah sang istri.


CUP!


Sebuah ciuman di bibir Candra membuat wanita itu spontan membuka matanya lebar- lebar dan rasa kantuknya langsung hilang entah kemana. Juno menjauhkan wajahnya dan tersenyum pada istrinya yang terlihat cantik walau masih dengan muka bantal dan ileran.


“Kamu mandi dulu sana, aku siapin sarapan dulu,” ucap Candra. “Aurel taruh di apollo aja.”


Juno segera melaksanakan perintah Candra. Bayi itu kini berada di dalam apollo dan aktif berjalan kesana- kemari, terkadang menghampiri Candra yang sedang berkutat di dapur untuk memasak sarapan.


“Aurel mau sarapan apa?” tanya Candra pada bayi itu. Namun Aurel hanya melengos, dia kembali berjalan menjauh dari dapur. “Astaga, ditanya malah kabur.”


Candra pun melanjutkan aktivitasnya untuk memasak sarapan bagi sang suami, sebenarnya tubuhnya masih terasa lelah juga lengket oleh keringat yang mengering.

__ADS_1


“Ckck, drama gue jadi nggak selesai, kan,” gumam Candra, tangannya sibuk memotong bawang merah dan bawang putih.


Candra dibuat terkejut saat Aurel tiba- tiba datang entah darimana dan menabrak kakinya. Melihat ekspresi sang Bunda yang terkejut, bayi itu malah tertawa ngakak. Candra mendengus melihat ekspresi puas yang ditunjukkan bayi itu.


“Nih, makan ini aja,” ucap Candra memberikan potongan pisang pada Aurel.


Bayi itu kembali berjalan menjauh dengan apollo- nya tanpa mengucapkan sepatah katapun. Dia sibuk menikmati pisang yang tadi diberi Candra. Memasukkan potongan pisang itu ke dalam mulutnya sehingga kedua pipinya mengembung.


Beberapa menit kemudian masakan Candra sudah matang, setelah menatanya di atas meja makan, wanita itu pun mencuci peralatan memasak yang tadi dia gunakan. Lagi- lagi seseorang mengejutkannya. Juno yang sudah rapi dengan setelan kemejanya tiba- tiba memeluk Candra dari belakang.


“Mas, aku pegang pisau,” peringat Candra mengacungkan pisau yang dipegangnya.


“Ya udah letakkin dulu pisaunya,” kata Juno yang mengabaikan peringatan sang istri.


“Mau apalagi sih? Sana sarapan dulu, nanti telat ke kantor.”


“Nanti aja, aku masih mau uwu- uwuan sama kamu,” gumam Juno, pria itu mencium leher jenjang Candra.


Juno mengangguk sebagai jawaban, bibirnya masih bermain- main di leher jenjang Candra. Sementara Candra takut kalau tiba- tiba saja Aurel akan melihat aktivitas kedua orang tuanya ini.


“Mas, nanti lagi. Kalau Aurel lihat gimana?”


“Dia mana paham,” jawab Juno tidak peduli, tangannya kini mulai bergerilya.


“Udah ih, aku masih capek,” ucap Candra memegang tangan Juno, berharap pria itu mau berhenti.


“Capek tapi mau, Yang,” kata Juno tersenyum miring.


BRAKK!


Lenguhan yang hendak keluar dari mulut Candra mendadak terhenti, suara benda jatuh seketika menyadarkan dirinya. Begitu juga dengan Juno, pria itu menarik tangan serta tubuhnya menjauh dari Candra. Keduanya kompak berlari menuju dimana Aurel berada.


Aurel tidak ada di ruang keluarga, Candra dan Juno sudah panik mencari keberadaan putrinya itu. Namun, beruntung pintu depan belum di buka sejak tadi, jadi Aurel tidak mungkin berjalan keluar rumah.

__ADS_1


“Astaga!” pekik Candra saat melihat Aurel.


“Kenapa, Yang?” tanya Juno yang lari tergopoh- gopoh menghampiri keduanya.


Aurel tanpa merasa bersalah menggulingkan toples berisi makanan Mbul hingga isinya berserakan di lantai.


“Heh?” Candra membulatkan matanya dan segera merebut makanan Mbul yang ada di tangan bayi itu.


Aurel yang melihat makanannya direbut langsung menangis histeris. Dia berusaha merebut kembali makanan Mbul itu, bahkan kakinya aktif hendak meraih makanan di lantai.


“Ini bukan jajan. Astaga! Masa’ makanan punya Mbak Mbul mau kamu makan juga,” ucap Candra yang akhirnya membawa bayi itu pergi dari sana. Sementara yang membereskan kekacauan ini adalah Juno.


“Ckck, ada- ada aja. Nambah- nambahin kerjaan,” omel Juno.


Mbul yang baru selesai buang air besar dan kembali ke kandangnya menatap datar pada makanan yang berserakan di lantai. Sementara Juno masih sibuk mengumpulkan makanan itu dan memasukkannya kembali ke dalam toples. Mbul menoel- noel tangan Juno, membuat pria itu menoleh.


“Apa?” tanya Juno. “Mau makan? Nanti dulu, ini belum selesai.”


“Meoww… meow…”


“Apa? Bukan gue yang numpahin makanannya,” ucap Juno yang paham apa maksud Mbul.


“Meowww… meowww….” Sepertinya Mbul masih belum percaya, kucing itu terus menoel- noel tangan babunya. Bahkan kucing itu mengeluarkan cakarnya yang membuat Juno memekik.


“Sumpah bukan gue!”


Aktivitas pagi yang selalu saja ada masalah. Setiap hari ada saja masalah yang ditimbulkan oleh Aurel maupun Mbul. Apalagi Aurel yang mulai aktif merangkak, apa saja yang menurutnya bisa dimakan akan masuk ke dalam mulutnya. Hal itu yang membuat Candra dan Juno harus ekstra mengawasi putrinya.


“Belum saatnya punya adek kayaknya,” gumam Juno.


...👠👠👠...


__ADS_1


__ADS_2