Mantan Bad Guy

Mantan Bad Guy
Sebuah Pertarungan


__ADS_3

Candra berusaha membuka matanya yang terasa sangat berat. Namun hanya gelap yang dapat dia lihat saat ini. Lehernya terasa sangat sakit. Candra mencoba untuk bangun, tapi dia merasa kesulitan. Ternyata tangan dan kakinya terikat, begitu juga dengan mulutnya yang dibungkam oleh sesuatu.


Tiba- tiba seseorang melepas penutup mata Candra, wanita itu menyipitkan matanya begitu sinar terang menyapa netranya. Candra membulatkan matanya melihat seorang pria berdiri di depannya. Ia mengernyit karena tidak mengenal siapa pria itu.


‘Dia siapa? Kenapa culik gue?’ Pertanyaan itu muncul dalam benak Candra.


“Selamat datang, Candra,” ucap sebuah suara. Suara seorang wanita yang duduk di sebuah kursi.


Setelah pria tadi menyingkir, barulah Candra dapat melihat dengan jelas siapa wanita itu.


Lagi- lagi Candra mengernyit merasa tidak mengenal wanita itu. Namun tidak lama kemudian matanya sedikit membulat. Ia ingat wanita itu yang datang ke rumah Candra dengan mobil mewah.


“Ingat gue?” tanya wanita itu tersenyum. Namun melihat Candra yang hanya diam dan sepertinya tidak mengingat dirinya, wanita itu segera menambahi. “Gue akan bantu lo ingat.”


Wanita itu berjalan mendekat pada Candra, menyodorkan ponselnya. Beberapa saat kemudian sebuah suara dari seberang sana membuat Candra menatap wnaita di depannya itu.


“Mesya! Lepasin Candra sekarng juga!” perintah sebuah suara yang sangat Candra kenali.


‘Bang Nata?’ batin Candra membulatkan matanya.


Mesya tersenyum dan memerintahkan anak buahnya untuk melepas lakban yang menutupi mulut Candra. Wanita itu memekik ketika lakban dimulutnya dilepas secara paksa.


“Bang Nata!” panggil Candra begitu dia sudah bebas.


“Candra? Lo nggak apa- apa, kan? Gue…”


Panggilan diakhiri oleh Mesya secara sepihak. Candra menatap Mesya dengan tatapan tajam. Sementara Mesya berjalan menjauh masih dengan senyumannya.


“Kenapa lo lakuin ini ke gue?” tanya Candra.


“Untuk memancing seseorang,” jawab Mesya dengan senyum manisnya.


Mesya menoleh begiu mendengar sebuah suara di luar sana. Wanita itu segera memerintahkan untuk membawa Candra pergi darisana. Anak buah Mesya pun segera melaksanakan perintah dan membawa Candra pergi darisana. Tentu Candra tidak mau menurut begitu saja.


“Ckck, lepasin gue! Sebenernya gue salah apa sama lo?” teriak Candra.


Mesya berbalik menatap tajam Candra. “Salah lo? Lo yang udah hancurin hubungan gue sama Juno.”

__ADS_1


Mendengar ucapan Mesya membuat Candra terdiam, lalu dia tertawa. “Gue hancurin hubungan lo sama Juno? Ternyata hingga detik ini lo nggak sadar, ya? Atau emang lo mau aja dijadiin barang sama Juno?”


PLAK!


Sebuah tamparan cukup keras mendarat di pipi kanan Candra. Lalu Candra memekik ketika Mesya menjambak rambutnya hingga membuatnya mendongak.


“Jaga omongan lo!” tunjuk Mesya tepat di depan wajah Candra. “Cepat bawa dia pergi dari sini!”


Candra masih berontak. Hingga sebuah pukulan di tengkuk wanita itu berhasil melumpuhkannya. Kegelapan kembali menyergap Candra.


Sebuah tepukan di pipi Candra membuat wanita itu membuka matanya perlahan. Candra beringsut mundur ketika seorang pria sedang menatapnya dengan tatapan yang mengerikan. Pria itu tersenyum miring melihat wajah ketakutan Candra.


“Cantik juga lo,” ucap pria itu, tangannya membelai pipi Candra.


Candra makin ketakutan, dia berusaha untuk menghindar. Namun usahanya nihil, tangan dan kakinya masih terikat.


“Sayang ada luka di sini,” lanjut pria itu mengusap sudut bibir Candra yang terdapat luka akibat dari tamparan Mesya tadi. “Gue obatin luka lo, ya?” ucap pria itu tersenyum.


Pria itu meraih dagu Candra dan perlahan wajahnya mendekat. Sementara Candra menggelengkan kepalanya sekuat tenaga. Pria itu berdecak, lalu dia mencengkeram rahang Candra membuat wanita itu tidak bisa menggerakkan kepalanya lagi.


Namun pria itu hanya menyeringai dan kembali mendekatkan wajahnya. Napas bau pria itu menerpa wajah Candra. Suara isak tangis Candra makin kencang, tubuhnya sudah gemetar ketakutan.


BUKK!


Pria itu tiba- tiba saja jatuh tersungkur. Membuat Candra memekik kaget. Ruangan ini remang- remang, jadi Candra tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang tadi menendang pria yang hendak melecehkannya itu. Sebuah tangan menyentuh bahu Candra membuat wanita itu kembali beringsut mundur.


“Sayang, jangan takut. Ini aku,” bisik sebuah suara.


Candra menangis ketakutan, ditatapnya wajah Juno. Setelah pria itu berhasil melepas ikatan di tangan dan kaki Candra, wanita itu langsung memeluknya. Menangis dalam pelukkan Juno.


“Nggak apa- apa. Kamu aman sekarang, ada aku di sini,” ucap Juno menangkan Candra. “Sekarang ayo kita pulang. Pasti Papa dan Mama kamu khawatir sekarang.”


Candra melepas pelukannya dan mengangguk perlahan. Juno membantu Candra berdiri. Namun baru saja satu langkah, wanita itu hampir saja ambruk. Beruntung Juno dengan sigap menahan tubuh Candra. Pria itu melihat pergelangan kaki Candra yang terdapat bekas ikatan yang sepertinya sangat kencang.


“Sebentar, kamu tunggu di sini,” ucap Juno, tatapannya berubah tajam. Pria itu berdiri dan berjalan hendak keluar.


Seketika lampu di ruangan ini menyala, membuat langkah Juno terhenti. Tidak lama Mesya bersama dengan beberapa anak buahnya memasuki ruangan itu.

__ADS_1


“Juno!” panggil Candra.


Juno segera menoleh, tapi terlambat. Candra sudah berada dalam tawanan salah satu anak buah Mesya. Juno hendak berjalan mendekat, tapi sebuah belati ditodongkan pada leher Candra.


“Jangan mendekat! Atau lo mau Candra mati sekarang juga,” ucap Mesya melirik pada Candra yang wajahnya sudah pucat.


“Lo bawa kemana cewek itu?” tanya Mesya, kini tatapannya beralih pada Juno.


“Lo nggak perlu tau. Urusan lo sekarang sama gue,” jawab Juno tersenyum miring.


Rahang Mesya mengeras, wanita itu mengepalkan tangannya menahan emosi. Sementara Juno masih menatapnya dengan tatapan yang menantang.


“Serang dia!” perintah Mesya.


Anak buah Mesya bersiap menyerang Juno. Pria itu menatap sekelilingnya, sekitar ada lima orang yang kini mengepungnya.


“Apa Vian tau kelakuan lo ini?” tanya Juno tersenyum miring.


“Vian nggak ada hubungannya sama sekali. Dia bukan siapa- siapa!” teriak Mesya ketika Juno dengan sengaja menyinggung nama Vian. Vian merupakan suami Mesya saat ini, pria itu sedang ada perjalanan bisnis ke luar negeri.


Lalu bagaimana Juno dapat mengenal Vian? Dulu Vian adalah salah satu anak buah Juno ketika mereka masih tergabung dalam gangster.


“Sepertinya dia akan sangat terkejut jika tau bahwa istrinya masih mengejar- ngejar mantan kekasihnya,” ucap Juno masih mencoba mempermainkan Mesya.


“Apa yang kalian tunggu? Cepat habisi dia!” perintah Mesya hilang kendali.


Lima pria berbadan kekar itu segera merangsek menyerang Juno yang hanya seorang diri di sini. Sementara di luar sana juga sedang terjadi pertarungan. Ada teman- teman Juno dan Nata yang berusaha melumpuhkan anak buah Mesya.


BRAK!


“Angkat tangan kalian!”


...👠👠👠...


Tertanda: Otor Cangtip


__ADS_1


__ADS_2