
Juno menjatuhkan tubuhnya ke ranjang begitu sampai kamar hotel. Candra dan Juno baru saja sampai Jepang untuk liburan sekaligus honeymoon yang sempat tertunda beberapa bulan lamanya. Setelah disibukkan dengan rutinitas masing- masing, akhirnya keduanya bisa menikmati liburan hanya berdua saja. Candra yang memutuskan untuk berkunjung ke Jepang sebagai destinasi liburannya.
“Jun, mandi dulu,” ucap Candra menabok punggung suaminya.
“Mandi bareng?” tanya Juno spontan membuka matanya dan menatap Candra penuh harap.
“Nggak ada, nanti malah lama…”
“Mana ada? Kalo mandi bareng malah bisa hemat waktu, sedangkan kalo sendiri- sendiri, kan, malah lama.”
“Alasan. Sana mandi dulu kamu, aku mau beresin baju kita.”
Juno mengerucutkan bibirnya dan menatap Candra, masih berharap jika sang istri mau mengabulkan keinginannya.
“Cepet! Aku udah lapar,” ucap Candra berkacak pinggang dengan mata melotot.
“Duh, istrinya Abang Juno makin cantik kalo gini,” goda Juno menoel dagu Candra.
“Mandi nggak!”
Juno langsung ngibrit masuk ke dalam kamar mandi demi menghindari Candra yang sudah bersiap melempar sandal padanya. Sementara Candra hanya geleng- geleng kepala melihat tingkah Juno yang semakin hari makin absurd.
Meninggalkan Juno yang sedang mandi, Candra mulai membereskan baju yang ada di dalam koper. Dia memindahkannya ke dalam lemari kamar hotel ini. Candra asyik sendiri dengan baju- baju itu, sesekali mulutnya bersenandung lagu favoritnya. Wanita itu menoleh ke belakang untuk merapikan koper. Namun hampir saja Candra terkena serangan jantung karena tiba- tiba Juno sudah berdiri di belakangnya.
“Astaga!” kaget Candra mendongak melihat Juno yang hanya melilitkan handuk dipinggangnya, sementara pria itu hanya cengengesan.
“Lupa bawa baju,” ucap Juno.
Candra mendengus dan segera mengambilkan pakaian untuk Juno. Spontan Candra menabok kaki Juno. Pria itu benar- benar sedang ingin cari masalah dengannya.
“Kenapa ganti di sini? Ganti di kamar mandi sana!”
“Males jalannya.”
Candra meniup poninya, baru sampai beberapa jam yang lalu saja Juno sudah membuatnya emosi. Pria itu benar- benar berhasil menaikkan tensi Candra.
“Terserah,” ucap Candra akhirnya dan dia mengambil baju untuk dirinya sendiri, lalu masuk ke dalam kamar mandi guna membersihkan diri dan meluruhkan emosinya akibat tingkah nyeleneh Juno.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Candra keluar dari kamar mandi dalam keadaan yang sudah fresh. Matanya menjelajah seluruh ruang kamarnya, tapi dia tidak menemukan Juno di sana. Candra pun berjalan menuju balkon kamar, menduga jika Juno berada di sana. Benar dugaan Candra, Juno sedang berdiri membelakanginya. Merasa ada yang berjalan mendekat, Juno langsung membalikkan tubuhnya. Pria itu tersenyum melihat wajah sang istri yang tiap hari makin cantik.
“Berkat skincare yang kamu beliin.” Begitu jawaban Candra apabila Juno mengutarakan jika istrinya itu makin cantik.
“Jalan sekarang?” tanya Candra.
“Uwu- uwuan dulu, ya?” pinta Juno membuat Candra mendengus.
“Uwu- uwuan juga butuh tenaga. Nanti kalo aku tiba- tiba pingsan gimana? Nanti nanges,” ucap Candra sewot. Rasa lapar membuatnya tambah galak.
“Hish, ya udah ayo. Kita pergi sekarang.”
Senyum Candra terbit, dia segera mengamit lengan Juno dan berjalan bersama keluar dari hotel menuju suatu tempat untuk mengisi perut.
Candra dan Juno berjalan menyusuri kawasan Dotonbori. Sebuah kawasan kuliner, pusat perbelanjaan, dan hiburan yang berada di sisi selatan dari Sungai Dotonbori di Osaka. Ya, Candra memilih Osaka untuk di jadikan tempat honeymoon. Entah mengapa dia lebih tertarik dengan Osaka daripada kota lain di Jepang. Mata Candra berbinar melihat deretan toko yang berjejer rapi. Papan iklan reklame yang menghiasi gedung dan pertokoan menjadi daya tarik tersendiri bagi Candra. Dia sudah menyiapkan ponselnya untuk memotret.
“Kamu mau makan apa?” tanya Juno pada Candra yang masih asyik memotret kanan dan kirinya.
“Ayo makan itu,” jawab Candra menunjuk sebuah resto yang menjual ramen.
Juno mengangguk menyetujui. Pasangan itu pun segera masuk ke dalam resto itu dan mulai memesan ramen.
Candra menjepret beberapa kali dengan berbagai gaya. Wanita itu tersenyum puas dengan hasil bidikannya.
“Bagus?” tanya Juno ikut penasaran dengan hasil foto Candra. “Kok yang ini mukaku blur?” tanya Juno memprotes.
“Nggak apa- apa, nanti foto lagi,” jawab Candra santai.
Juno masih ingin melontarkan protes, tapi harus tertunda karena pesanan mereka sudah tiba. Tidak lupa Candra mengabadikan ramen itu sebelum menyantapnya.
“Hmm, enak. Rasanya mirip indimie sih,” komentar Candra.
...👠👠👠...
Setelah makan ramen tadi, mereka masih berjalan- jalan menyusuri sekitaran Dotonbori. Juno menggelengkan kepala melihat Candra yang sejak tadi tidak berhenti mengunyah. Di tangan wanita itu ada takoyaki yang beberapa waktu lalu baru dibelinya. Kini mata Candra beralih pada penjual dorayaki.
“Jun, aku mau itu,” ucap Candra dengan mata tidak lepas memandang tumpukan dorayaki yang baru matang.
__ADS_1
“Astaga, Sayang. Kamu belum kenyang? Itu perut apa karet?” tanya Juno menggelengkan kepala.
“Please, jangan cerewet. Pokoknya aku mau itu.”
“Oke, aku beliin. Tapi nanti kita ‘main’ sampai pagi,” ucap Juno dan memesan dorayaki.
Candra yang mendengar hal itu menganga tidak percaya. Bisa- bisanya Juno berkata seenteng itu. Ingin rasanya Candra melontarkan protesnya, tapi setelah Juno menyodorkan bungkusan berisi dorayaki, Candra kembali menelan protesnya.
“Udah, kan? Ayo balik hotel,” ajak Juno.
“Tapi aku masih pengen jalan- jalan,” kata Candra mengerucutkan bibirnya. “Hmm, dorayakinya enak. Kamu mau?” tanya Candra menyuapkan dorayaki pada Juno.
Juno mangap dan menggigit dengan gigitan besar dorayaki itu, membuat Candra membulatkan matanya.
“Kok?” kaget Candra menatap Juno yang tampangnya tanpa ada dosa.
Juno tertawa. “Udah, ayo balik ke hotel. Besok kita masih jalan- jalan lagi kok.”
Akhirnya Candra hanya bisa menurut dengan ekspresi masih dongkol. Jarak hotel dari tempat mereka berada tidak terlalu jauh. Hanya membutuhkan waktu selama duapuluh menit untuk sampai kembali ke hotel. Sesampainya di hotel, setelah berganti baju. Candra langsung menidurkan tubuhnya di ranjang. Perutnya benar- benar kenyang.
Sebelumnya dia sudah merencanakan akan pergi kemana saja selama di Osaka ini. Semuanya Candra yang merencanakan. Dia sangat yakin Juno tidak akan mau pusing- pusing memikirkan tempat- tempat yang hendak dikunjungi. Bahkan Candra yakin seratus persen bahwa Juno akan betah berada di kamar hotel selama berhari- hari.
“Sayang, aku mau tagih janji,” ucap Juno memeluk Candra dari belakang. Pria itu menghirup aroma wangi rambut Candra yang memang tadi baru keramas.
Candra membalikkan tubuhnya. Walau bukan yang pertama kali, dia masih saja merasa gugup. Candra menatap Juno yang juga sedang menatapnya dengan penuh cinta.
“Aku kekenyangan, Jun,” ucap Candra mencoba mencari alasan.
“Biar nggak jadi lemak, makanya aku ajak kamu olahraga.”
“Tapi…”
CUP!
Habis sudah kesabaran Juno. Pria itu langsung mencium bibir Candra dan m*l*m*tny* lembut. Sementara Candra terkejut mendapat serangan mendadak dari Juno.
...🥊🥊🥊...
__ADS_1
Jadi Otor mau sedikit cerita, kenapa Otor pilih tempatnya di Jepang dan detailnya di Osaka. Jadi Otor tuh terinspirasi dari sesehooman, sebut aja Mas K, ya 😂. Ya, intinya tempat ini di sponsori Mas K 💃💃
Arigatou gozaimasu 🙏🙏