Mantan Bad Guy

Mantan Bad Guy
Honeymoon (2)


__ADS_3

Candra merasa tidak nyaman dalam tidurnya. Wanita itu mencari posisi yang membuatnya nyaman, masih dengan mata terpejam. Mendusel- dusel pada Juno. Namun akibat gerakan aktif Candra itu, sesuatu di bawah sana kembali terbangun.


“Akh!” pekik Candra merasa tertusuk.


Spontan Candra membuka matanya, merasakan benda asing di bawah sana. Penasaran dengan rasa yang tidak nyaman itu, Candra pun mengintip. Matanya membulat sempurna. Tangan lentik Candra menepuk pipi Juno agar suaminya itu segera bangun.


“Jun, bangun!” panggil Candra masih menepuk- nepuk pipi Juno.


“Hhhnngg,” lenguh Juno yang matanya masih belum terbuka.


“Astaga punya laki gini amat. Ini cara lepasnya gimana coba,” ucap Candra.


Akhirnya Candra berusaha menggerakkan sedikit tubuhnya, berharap jika benda itu akan terlepas. Namun nihil usaha Candra, malah yang terjadi makin sesak.


“Sayang, jangan gerak- gerak. Nanti dedeknya bangun,” ucap Juno.


“Ckck, lepas makanya. Sakit tau.”


“Bentar lagi, ya?” gumam Juno yang malah menggoyangkan pinggulnya.


Beberapa jam lamanya, pasangan itu masih belum beranjak. Padahal hari sudah sangat siang dan kemarin Juno sudah berjanji hendak mengajak Candra mengunjungi tempat wisata. Namun nyatanya pria itu masih saja betah. Akhirnya Candra menggigit tangan Juno hingga pria itu berteriak kesakitan. Cara terakhir Candra mampu melepaskannya dari kukungan sang suami. Wanita itu segera masuk ke dalam kamar mandi dengan membawa serta selimut, tidak membiarkan tubuh telanjangnya terekspos.


“Sayang, kok aku di tinggal?” tanya Juno menggedor pintu kamar mandi.


“Mandi sendiri sana! Gila, ya? Ini udah siang. Masih belum puas juga, hah?” omel Candra dari dalam kamar mandi.


Sementara Juno hanya mengerucutkan bibirnya dan mau tidak mau menunggu Candra selesai mandi. Beberapa saat kemudian Candra keluar dari kmar mandi dengan memakai handuk kimono.


“Cepet mandi sana!” perintah Candra masih dengan wajah dongkol.


“Harusnya tadi ma…”


“Jangan deket- deket! Masuk kamar mandi, sekarang!” Ekspresi Candra saat ini bagaikan emak- emak yang memarahi anaknya yang bandel.


Juno hanya bisa menurut dan segera masuk ke dalam kamar mandi. Candra menggelengkan kepala dan menatap miris pada tempat tidur yang sudah tak berbentuk. Dia pun bergegas ganti baju, lalu memunguti pakaian mereka yang berserakan di lantai.


‘Sial, masih perih,’ batin Candra meringis.


...👠👠👠...

__ADS_1


Destinasi selanjutnya adalah ke Kuromon Market. Juno mendengus pada istrinya, lagi- lagi tempat yang Candra pilih adalah wisata kuliner. Memang Kuromon Market bisa menjadi destinasi yang sangat menarik untuk wisatawan yang suka dengan aneka kuliner dan belanja.


Kuromon Market adalah sebuah pasar yang terkenal, memiliki panjang sekitar 600 meter dengan ada sekitar 170 toko yang menjual aneka makanan dan kebutuhan sehari- hari. Candra melipir pada sebuah penjual yang menjual aneka seafood segar. Mata Candra menatap penuh minat.


“Beli, ya? Ya? Ya?” pinta Candra dengan wajah di imut- imutkan menatap penuh harap pada Juno.


“Nggak mau yang lain aja?”


“Nggak! Aku pengen makan seafood hari ini. Lihat, seger- seger banget.”


Juno menghembuskan napasnya dan mengabulkan permintaan Candra. Candra bersorak senang, seketika rasa sakit yang tadi dialaminya hilang seketika. Keduanya memilih tempat duduk dan menunggu seafood itu selesai di olah.


Beberapa menit kemudian, berbagai olahan dari hasil laut tersaji di meja mereka. Hampir saja air liur Candra menetes melihat berbagai macam makanan itu. Dia segera mencoba sashimi yang terlihat sangat menggiurkan.


“Hmm, enak. Cobain, Jun,” ucap Candra menyuapi Juno dengan sumpit. “Enak, kan?”


Juno tersenyum dan mengangguk. Sebenarnya pria itu tidak terlalu suka dengan seafood, tapi melihat wajah bahagia Candra, membuat Juno tidak tega jika harus menghilangkan senyum itu.


“Ah ya, habis ini aku mau beli oleh- oleh buat Vina sama Lia.”


“Mau beli oleh- oleh apa?” tanya Juno menopang dagunya dan asyik menikmati wajah Candra.


“Oke, habisin makanannya,” ucap Juno tersenyum.


Candra mengangguk semangat dan kembali melahap makanannya. Tangan Juno terulur untuk mencubit pipi Candra yang mengembung akibat penuh dengan makanan.


Selesai makan, Candra dan Juno pun mencari toko souvenir. Di sekitar Kuromon Market ini banyak juga toko yang menjual souvenir berjejer. Dengan sabar Juno menemani Candra yang masih semangat melihat- lihat toko di sana. Mata Candra melihat hal yang menarik. Dia segera menarik Juno untuk mengikuti langkahnya.


“Bagus nggak? Buat anak Vina sama Lia,” ucap Candra menunjukkan benda itu.


“Bagus. Oh ya, anaknya Vina kembar?”


“Iya, mereka kembar. Lucu banget bayinya.”


“Tapi Lia belum lahiran, kan?”


Candra menggeleng. “Belum, prediksinya sih akhir bulan nanti.”


Juno hanya membulatkan mulutnya dan ikut membantu Candra memilih barang- barang yang nantinya akan dijadikan oleh- oleh untuk Vina dan Lia.

__ADS_1


“Ini sama ini bagus mana?” tanya Candra meminta saran.


“Yang kanan warnanya lebih bagus.”


“Masa sih?”


“Iya, kalo ka…


“Oke, kita beli yang ini,” potong Candra tersenyum dan segera menuju kasir untuk membayar belanjaannya.


Candra sangat puas hari ini. Terbukti dari ekspresi bahagia yang terpancar dari wajahnya. Lusa mereka sudah harus pulang ke Indonesia dan melakukan rutinitas seperti sedia kala lagi. Jika mengingat hal itu, mendadak Candra menjadi sedih. Osaka ternyata tidak kalah indah dari Tokyo. Candra masih ingin tinggal lama di sini. Pelukan hangat dari belakang menyadarkan Candra dari lamunannya.


“Mikirin apa, hmm?” tanya Juno.


“Rasanya aku masih pengen di sini lebih lama lagi,” jawab Candra menyandarkan kepalanya pada dada bidang Juno.


“Ya udah pulangnya di undur aja.”


“Mana bisa? Banyak kerjaan numpuk. Perusahaan kamu juga lagi ada masalah, kan?”


Benar, perusahaan Juno memang sedang ada sedikit masalah. Salah satu karyawan Juno ketahuan menggelapkan dana perusahaan, sehingga menyebabkan perusahaan mengalami kerugian yang cukup banyak. Kini Juno sedang berusaha untuk memulihkan keuangan perusahaannya yang beberapa saat lalu hampir saja bangkrut.


“Iya, kamu bener. Habis semua masalahnya selesai, aku janji akan ajak kamu ke sini lagi.”


“Oke, aku juga bakal rajin nabung,” ucap Candra tersenyum.


Keduanya masih bertahan di balkon kamar hotel, menikmati suasana malam Osaka dengan lampu kelap- kelip. Juno makin mengeratkan pelukannya. Dingin menyergap tubuh dua pasangan itu.


“Dingin, ayo masuk,” ajak Juno.


Candra membalikkan tubuhnya. “Kamu kedinginan?”


Juno mengangguk dengan wajah yang lucu, membuat Candra menyemburkan tawanya. Namun tawa Candra terhenti, dia kini asyik menatap wajah tampan sang suami. Mengabsen tiap inci wajah itu. Candra tersenyum samar dan berjinjit untuk mencium Juno. Tidak lama, hanya sebentar bibir mereka saling menempel.


“Tumben?” tanya Juno mengernyit menangkup wajah Candra.


“Jangan diliatin, malu,” ucap Candra mengerucutkan bibirnya.


...🥊🥊🥊...

__ADS_1


Tertanda: Otor Cjakep ☺☺☺


__ADS_2