
Candra mencolekkan mangga muda yang didapatnya dari Lia ke sambal rujak. Wanita itu mengangguk- angguk dan tersenyum setelah merasakan asam manis serta pedas di dalam mulutnya. Sedangkan di depannya, Lia juga mencolek bengkoang ke sambal itu. Dua ibu hamil itu sangat menikmati rujak pada siang yang panas ini. Lia dan Gara sedang berada di rumah Candra saat ini.
“Lo nggak kerja, Li?” tanya Candra mengunyah mangga di mulutnya.
“Gue disuruh cuti sama Papinya Gara,” jawab Lia yang beralih pada mentimun. “Lo sendiri nggak ke studio?”
“Lagi mager gue.”
“Terus gimana kabar laki lo? Masih perang kalian?” tanya Lia lagi.
Bahu Candra merosot, tiba- tiba saja dia menjadi tidak bersemangat mendengar pertanyaan dari Lia itu.
“Hmm, ya begitulah,” jawab Candra mencolekkan bengkoang ke sambal.
“Jangan lama- lama, Can. Kalau gue perhatiin nih, si Juno nggak bakal macem- macem.”
“Lo nggak tau betapa bang*satnya dia dulu.”
“Memang sih gue nggak tau apa- apa, gue juga baru kenal laki lo. Tapi coba deh kalian bicarain baik- baik, kasihan lo juga. Inget ada bayi juga yang harus lo jaga.” Nasehat Lia. “Lo juga jangan mau kalah sama pelakor itu,” tambahnya.
Candra terdiam, memikirkan ucapan Lia yang memang ada benarnya juga. Selama ini Candra memang belum pernah bicara baik- baik dengan Juno. Wanita itu bertekad akan mulai berdamai dengan Juno dan meminta penjelasan pada pria itu. Lia sudah pulang ke rumahnya sejak beberapa jam yang lalu, wanita itu hendak memasak makan malam nanti untuk sang suami. Sedangkan Candra baru saja selesai mandi, wanita itu memainkan ponselnya dan duduk di ruang keluarga.
“Gue jadi kepo sama tuh cewek,” gumam Candra.
Jari Candra menari- nari di layar ponselnya, membuka sebuah aplikasi sosial media yang banyak digunakan oleh kaum milenial saat ini.
“Hmm, coba caranya si Ifi,” kata Candra mulai fokus pada ponselnya.
Mata Candra benar- benar harus jeli. Dibukanya satu- persatu akun yang ditemuinya atau akun yang menjurus pada Bella, karena bisa jadi salah satu diantara banyaknya akun itu merupakan akun milik perempuan itu.
“Lah, dia follower gue.”
Candra pun mulai stalking akun itu. Melihat beberapa postingan Bella yang kebanyakan menampilkan foto- foto perempuan itu.
“Cih, narsis amat,” komentar Candra. Dia meletakkan ponselnya begitu saja setelah melihat jam. Lalu wanita itu pun segera menuju dapur.
Beberapa jam berkutat di dapur, akhirnya pekerjaan Candra selesai. Wanita itu mendengar suara mesin mobil dari luar. Juno sepertinya sudah pulang, Candra pun masuk ke dalam kamarnya berniat memilihkan baju untuk sang suami.
__ADS_1
“Sayang?” panggil Juno memasuki kamar mereka, tangannya melonggarkan dasi yang terasa mencekiknya.
“Sana mandi,” ucap Candra memberikan pakaian milik Juno.
“Eh? Kamu udah nggak marah, Yang?” tanya Juno mengernyitkan dahi menatap Candra.
“Kenapa? Kamu mau aku marah terus?”
“Eh? Ya nggak gitu, aku seneng kalo kamu udah nggak marah sama aku,” ucap Juno tersenyum, pria itu maju selangkah untuk memeluk sang istri.
Candra mengendus bau tubuh Juno yang sedang memeluknya. Dahinya mengernyit mencium bau asing dari baju yang Juno pakai. Wanita itu pun melepas pelukan Juno dan menatap suaminya itu penuh selidik.
“Kamu nempel sama siapa tadi? kenapa bau parfumnya beda?” tanya Candra menginterogasi.
“Hah?”
“Bau parfumnya Sari nggak kayak gini, terus…” Candra kembali mengendus. “Nggak mungkin ini bau parfum cowok. Kamu nempel- nempel sekretaris baru kamu itu, ya?”
“Nempel? Nggak, aku nggak nempel- nempel dia. Dia yang…”
Candra kembali melanjutkan stalking sosial media milik Bella. Ternyata beberapa menit yang lalu perempuan itu baru saja membuat sebuah story. Candra pun segera melihatnya, matanya membulat melihat story yang dibuat Bella.
“Bener- bener ngajak war si pelakor itu.” Geram Candra menggenggam erat ponselnya.
“Kamu masak apa buat makan malam ini” tanya Juno yang baru selesai mandi. Wajah pria itu terlihat lebih segar dengan rambut masih basah.
“Duduk! Makan! Nanti aku mau tunjukin sesuatu,” ucap Candra.
“Tunjukin apa?” tanya Juno. Pria itu benar- benar merasa jika belakangan ini sang istri aneh.
“Cepat makan!” perintah Candra bak seorang komandan militer.
Punggung Juno spontan menegak, dia segera memakan makanan yang sudah Candra siapkan. Sedangkan Candra mengawasi gerak- gerik suaminya itu.
“Kamu nggak makan?” tanya Juno melihat Candra yang hanya diam saja.
Candra tidak menjawab, tapi tangannya meraih piring dan mengambil nasi beserta lauk di atas meja. Walau begitu matanya masih awas mengawasi gerak- gerik sang suami.
__ADS_1
Setelah makan malam dan Juno mencuci semua peralatan makan, pria itu masuk ke dalam kamar. Sebelum masuk tadi Juno sudah mempersiapkan diri jika nanti Candra kembali melemparnya dengan bantal dan menyuruhnya tidur di kamar lain. Namun, Juno bernapas lega melihat Candra anteng- anteng saja di ranjangnya. Wanita itu sedang asyik bermain dengan ponselnya.
“Kamu mau tunjukin apa?” tanya Juno duduk di sebelah Candra.
Candra menoleh dan menatap Juno. Lalu tangannya terulur, memberikan ponselnya pada Juno. Sedangkan Juno mengernyitkan dahi dan melihat layar ponsel itu. Sedetik kemudian matanya membulat. Sebuah foto hampir saja membuatnya terkena serangan jantung. Sebuah story IG milik Bella, menampilkan foto Juno yang diambil secara diam- diam.
‘Kencan bareng Pak Bos.’ Begitu caption yang ditulis di sana.
“Ini di Resto Kencana, kan? Dua hari yang lalu, pas kamu kirim aku makanan,” kata Candra.
“Aku sama dia nggak kencan. Aku hari itu mau ketemu klien. Please! Kamu jangan salah paham,” jelas Juno panik.
“Ini foto tadi siang. Kamu kenapa senyum- senyum?” tanya Candra melotot.
Bella baru saja membuat feed IG dan lagi- lagi sebuah foto wajah Juno yang sedang candid. Namun, kali ini pria itu menyunggingkan senyumnya.
“Tunggu! Kamu tau darimana IG Bella? Bahkan aku nggak tau akun IG- nya.”
“Jangan bohong, Jun! Dia follow IG kamu.”
“Kamu cemburu, ya?” tanya Juno menaikkan alisnya.
“Cuma cewek nggak waras kalo suaminya dideketin pelakor nggak cemburu!” kata Candra nge- gas.
“Aku seneng kalo kamu cemburu,” gumam Juno tersenyum, pria itu merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
“Hah? Maksud kamu?”
Juno menggelengkan kepalanya, dia menepuk bantal di sebelahnya. Menyuruh Candra juga ikut berbaring di sana. Candra menurut dan berbaring di sebelah Juno. Pria itu memiringkan tubuhnya, menatap sang istri dengan tatapan serius.
“Kamu tau darimana semua itu? Sari yang kasih tau kamu?” tanya Juno.
“Jangan remehin cewek kalau udah penasaran,” jawab Candra tersenyum sombong.
...👠👠👠...
Tertanda: Otor Gabut 😴😴😴
__ADS_1