Mantan Bad Guy

Mantan Bad Guy
Spoiler


__ADS_3


Pandemi yang masih belum usai ini menyebabkan banyak sekali permasalahan. Salah satunya permasalahan di bidang pendidikan. Akibat dari pandemi ini, sekolah- sekolah melakukan pembelajaran jarak jauh atau daring. Hal itu membuat para orang tua menjerit karena dengan sekolah daring berdampak juga pada para orang tua yang harus bisa lebih mendampingi anak- anak mereka selama pembelajaran berlangsung. Padahal para orang tua juga memiliki kesibukkan masing- masing. Alhasil mereka pun tidak bisa sepenuhnya mendampingi. Seperti halnya dengan seorang gadis SMA yang baru saja naik ke kelas dua. Sudah satu tahun ini dia belajar daring, begitu juga dengan orang tuanya juga melakukan work from home.


“Sei, jangan main game terus. Tugas sudah kamu kerjakan?” tanya Mami Seina, atau Seina Karina Putri lengkapnya.


...📱📱📱...


“Sei?” panggil seseorang dengan tepukan pelan di bahu Seina.


Seina yang terkejut menoleh ke belakang, matanya membulat sempurna melihat siapa yang berdiri di hadapannya saat ini. Beruntung Seina memakai masker saat ini, jadi sosok didepannya ini tidak akan tahu jika gadis itu membuka mulutnya ternganga.


“Aku Kaisar,” ucap sosok itu menurunkan maskernya, berharap Seina bisa mengenalinya.


“Kak Kai?” tanya Seina, mendadak dirinya menjadi ciut berdiri dihadapan Kaisar.


“Iya, akhirnya kita ketemu. Kamu lebih cantik aslinya daripada di foto,” ungkap Kaisar blak- blakkan tanpa memikirkan keadaan Seina. “Hei? Yang?” panggil Kaisar mengernyitkan dahi melihat sang kekasih bengong.


“Ah iya? Maaf, aku kaget,” jawab Seina menundukkan kepalanya.


“Kamu kecewa, ya? Karena aku nggak sesuai ekspetasi kamu,” kata Kaisar dengan wajah sedih.


Seina mendongak menatap wajah Kaisar. ‘Iya lo bener- bener di luar ekspetasi gue. Mami! Ternyata pacar Sei ganteng banget. Pantes mukanya disembunyiin,’ batin Sei menjerit histeris.


...📱📱📱...


Kaisar benar- benar kehilangan mood untuk tidur siang. Cowok itu memutuskan kembali ke kelas begitu bel berbunyi. Dia kembali duduk dibangkunya. Satu persatu teman kelasnya kembali memasuki ruang kelas, tidak lama seorang guru masuk.


“Kaisar, pakai maskermu!” perintah guru itu.


Kaisar segera mengambil maskernya dan memakainya. Pembelajarn pun di mulai, semua anak fokus pada penjelasan guru di depan termasuk Kaisar. Namun, sebuah getaran di laci mejanya mengalihkan fokus cowok itu. Kaisar diam- diam meraih ponselnya untuk melihat siapa yang mengiriminya chat.


“Gue bakal ngomong ke Tante Vera kalo lo masih main basket di sekolah. Lo tau, kan? Tante Vera nggak izinin lo main basket?”


Kaisar menggenggam erat ponselnya menahan emosi setelah membaca chat dari Gisel. Cewek yang sangat merepotkan baginya.


“Apa mau lo?”


“Nanti pulang bareng gue, ya?”


Cowok itu mendengus membaca chat itu. Namun dia tidak bisa berbuat apa- apa. Kaisar tidak ingin tambah merusak hubungannya dengan sang Mama. Jika Bu Vera tahu bahwa dia masih bermain basket, bukan tidak mungkin jika hubungannya dengan Seina juga akan kandas.


...📱📱📱...


Aurel memiliki dua orang adik, otw tiga setelah bayi di perut sang Bunda lahir. Adik pertama Aurel bernama Andin dan yang kedua bernama Elsa. Penamaan kedua adiknya itu terinspirasi dari tokoh sinetron yang sempat hits beberapa tahun belakangan. Sebenarnya yang menyelipkan nama itu adalah Nenek mereka yang memang sangat nge- fans dengan pemain sinetron itu. Andin duduk di kelas dua SMP, sedangkan Elsa baru kelas tiga SD.

__ADS_1


“Kak, minta,” ucap Elsa dengan wajah paling melas yang dia bisa.


“Tadi nggak nitip.”


“Mana tau Elsa, kalo Kak Rel mau beli jajan.”


“Ya udah nih, dikit aja tapi.”


“Si Elsa boleh minta. Kok gue nggak boleh?” tanya Andin melotot pada Aurel, dia tidak terima telah diperlakukan tidak adil oleh sang Kakak.


“Hish, nih. Lain kali beli sendiri. Ini terakhir kalinya gue bagi jajan ke lo berdua.”


“Gue sumpahin badan lo gendut kek Bang Bonar!” tunjuk Andin.


“Muntahin cilok di mulut lo sekarang juga!” pekik Aurel.


Namun Andin tidak menurut, dia malah dengan cepat menelan cilok itu. “Udah ketelen.”


Elsa tidak ikut bergabung dengan pertengkaran dua Kakaknya, dia hanya sebagai penonton saja sambil menikmati jamur krispi dengan bumbu kacang.


...📱📱📱...


Aurel masih menatap Langit. Wajah pemuda itu diterpa sinar mentari sore yang menghangatkan. Terlihat tampan dengan hidung mancung dan senyum samar dari bibir pemuda itu. Aurel spontan membulatkan matanya ketika ke gap sedang memperhatikan Langit. Gadis itu menampar pipinya sendiri.


“Kak, mau roti,” kata Elsa membuyarkan lamunan Aurel.


“Ckck duit gue nggak cukup. Bunda cuma bawain duit buat beli kuenya.”


“Pilih aja, gue yang traktir,” interupsi sebuah suara. Aurel mendongak melihat tubuh menjulang Langit yang berdiri di depannya.


“Kenapa lo yang traktir?” tanya Aurel mengernyitkan dahinya. “Eh iya, lo ngapain di sini?”


“Gue kerja di sini,” jawab Langit tersenyum.


Mendengar Langit akan mentraktir, Elsa sudah berlari menuju meja berisi roti dan mengambil satu roti lalu kembali lagi menuju meja sang kakak.


“Kok cuma ambil satu?” tanya Aurel menaikkan alisnya.


“Elsa kira Kak Rel nggak mau,” jawab Elsa polos.


“Yaa, mau dong,” kata Aurel tersenyum manis. “Beneran lo yang traktir, kan?” tanya Aurel memastikan dan langsung diangguki oleh Langit.


...📱📱📱...


Shila tidak tahu kemana kakinya membawa tubuhnya. Napas Shila tidak beraturan, gadis itu menunduk dengan tangan meremas bajunya. Shila memperhatikan sekitarnya, ternyata dia berada di basement toko buku. Tangan Shila gemetar mencari- cari ponselnya, hendak menelpon sang Mama agar segera datang menjemputnya. Gadis itu lupa membawa obatnya, serangan panik itu kembali menyerangnya. Shila jatuh terduduk, memegangi dadanya yang terasa sangat sesak.

__ADS_1


“Mama,” lirih Shila terbata- bata. Dia masih berusaha mengontrol napasnya, tapi bayang- bayang masa lalunya kembali menghantui. Membuat Shila makin cemas dan ketakutan.


“Shil? Lo nggak papa?” tanya seseorang menyentuh bahu Shila.


Shila melihat wajah orang itu, tapi pandangan Shila kabur. Dia mengernyitkan dahi, tapi pikiran buruk langsung menghinggapi gadis itu.


“Tenang. Napas pelan- pelan, gue nggak akan nyakitin lo,” ucap sosok itu memegang bahu Shila.


Shila menurut dan mulai bernapas dengan pelan. Beberapa waktu kemudian dia sudah mulai sedikit tenang. Barulah Shila dapat melihat jelas siapa sosok itu.


“Kak Ivan?” gumam Shila lirih.


Sementara cowok berkacamata itu mengangguk. “Lo udah tenang sekarang?” tanya Ivan.


“Ma… makasih, Kak,” ucap Shila. Spontan Shila melepas genggaman tangannya di lengan Ivan.


“Ma… maaf, Kak. Shila nggak sengaja,” kata Shila panik melihat lengan Ivan yang memerah akibat dirinya.


“Nggak apa- apa,” jawab Ivan tersenyum dibalik maskernya.


...📱📱📱...


Seina dan Aldo terkejut mendengar bentakan Kaisar tadi. Sementara Gisel hanya bisa terdiam dengan wajah yang memerah menahan malu, beruntung dia menggunakan masker sekarang. Lalu Kaisar beralih pada Seina yang masih berdiri mematung.


“Aku mohon maafin aku, Yang,” ucap Kaisar.


“Iya, Kak. Sei paham, udah dimaafin kok. Tapi, kenapa Kak Kai ajak Kak Gisel?” tanya Seina mengernyitkan dahi.


“Tadinya mau minta dia buat jelasin yang sebenernya tentang kejadian waktu itu. Tapi, aku malah nyesel ajak dia ke sini, ternyata dia cuma memperkeruh keadaan,” jawab Kaisar menatap tajam Gisel.


“Kok lo ngomong gitu, Kai?” tanya Gisel tidak terima. “Apa lo liat- liat?” tanya Gisel pada Aldo yang kedapatan juga sedang memperhatikannya.


“Dia siapa, Yang?” tanya Kaisar tidak mempedulikan Gisel.


“Temen sekelas aku, Kak. Tadi kita lagi kumpul di rumah Aurel, adiknya baru lahir. Terus aku disuruh pulang sama Mami, kebetulan Aldo juga mau disuruh Mamanya ambil barang di rumah dia. Karena rumah kita juga deket, jadi kita bareng,” jelas Seina.


“Halah, bohong banget. Padahal mau modus itu,” celetuk Gisel.


“Gue nggak modus, memang Mama gue yang nyuruh. Gue bukan tipe cowok perebut cewek yang udah punya pacar,” jawab Aldo tajam.


Seina membulatkan matanya, tidak menyangka jika Aldo bisa berkata sepedas itu. Sedangkan Gisel merasa tertampar oleh kata- kata Aldo barusan.


...📱📱📱...


Kalian pasti nggak asing dengan nama- nama tokoh di atas dong 😗😗😗 tunggu debut mereka di karya Othor selanjutnya, ya?

__ADS_1


__ADS_2