Mantan Bad Guy

Mantan Bad Guy
Jamu


__ADS_3

Hari ini Bu Maya dan Bu Felin berkunjung ke rumah Candra. Kedua wanita itu sedang mengajak bermain Aurel. Sementara Candra berkutat di dapur untuk membuat kudapan bagi Mama dan Mama mertuanya. Suara tawa mewarnai ruang keluarga dimana Aurel berada. Setelah kudapan yang Candra buat selesai, dia pun membawanya ke ruang keluarga. Dia bergabung dengan mereka.


“Kamu mau buat adik buat Aurel berapa?” tanya Bu Maya pada Candra.


“Astaga, Ma. Bahkan umur Aurel belum ada satu bulan,” ucap Candra memutar bola matanya.


“Nggak perlu buru- buru, Can. Aurel juga masih kecil,” ujar Bu Felin yang membela menantunya.


“Tapi jangan terlalu lama, nanti Mama keburu nggak kuat gendong.”


Candra hanya mengangguk- angguk dan mencicipi masakan yang tadi dibuatnya. Dia membiarkan Bu Maya dan Bu Felin bermain bersama dengan Aurel sepuasnya.


“Ah ya. Kamu udah denger Nata mau menikah?” tanya Bu Maya.


“Hmm? Belum, kapan memangnya?”


“Mama juga belum tau pastinya. Nanti juga kamu dapat kabar.”


Candra turut senang mendengar sepupunya itu akan segera menikah. Pasalnya Nata tidak akan dia ledek bujang lapuk lagi. Sepupunya itu benar- benar seseorang yang sangat gila kerja. Hingga melupakan dirinya sendiri.


“Mama udah pernah ketemu sama calonnya?” tanya Candra.


“Udah pernah sekali. Itu juga nggak sengaja waktu Mama main ke rumahnya.”


“Orang mana, Ma?” tanya Candra penasaran.


“Deket rumah Mama Felin katanya,” jawab Bu Maya.


“Siapa namanya? Siapa tau saya kenal,” kata Bu Felin yang juga terlihat antusias.


“Siapa, ya? Lupa Mama namanya, agak susah namanya.”


Bu Maya terlihat sedang berusaha mengingat- ingat nama calon istri Nata. Sementara Bu Felin dan Candra menunggu dengan ekspresi yang sangat penasaran.

__ADS_1


“Oh iya, inget sekarang. Edrea siapa gitu.”


“Owalah dia, iya tetangga saya itu. Bapak dia kepala Polsek J. Mungkin ketemu di sana, ya? Si Nata polisi, kan?” tanya Bu Felin.


“Iya mungkin. Anaknya cantik lho, kalem juga,” puji Bu Maya.


Mendengar hal itu mmebuat Candra juga penasaran dengan rupa perempuan bernama Edrea itu. Dari namanya saja terdengar cantik.


Hari sudah beranjak sore. Setelah makan siang tadi, Bu Maya berkutat di dapur untuk membuatkan Candra jamu. Padahal tadi Candra sudah menolak, karena dia memang tidak terbiasa meminum minuman tradisional seperti itu.


“Bagus buat kesehatan kok nggak mau,” omel Bu Maya. “Lagipula kamu ada masalah sama ASI mu, kan? Kadang nggak keluar, kasihan anakmu.”


“Aurel masih bisa minum susu formula, Ma,” kata Candra yang duduk menonton Bu Maya dari meja makan.


“Nggak baik bayi seusia Aurel minum susu formula. Aurel bukan anak sapi.”


“Anak sapi?” tanya Candra mengernyit.


Candra mendengus mendengar hal itu, lalu dia pun membiarkan sang Mama berkutat dengan berbagai rempah.


“Jangan bengong! Sini bantu Mama racik jamunya. Kalau nggak ada Mama nanti kamu juga bisa buat sendiri.”


Dengan malas, Candra menghampiri Bu Maya. “Beli instan juga ada, Ma.”


“Lebih enak buat sendiri.”


“Mana ada jamu enak?” tanya Candra yang masih terus menyangkal.


“Ada! Jamu buatan Mama enak,” jawab Bu Maya nge- gas.


Bu Maya akan membuatkan Candra jamu kunyit asam dan jamu uyup- uyup. Entah dapat resep darimana Mamanya itu. Kini Candra sedang membantu mengupas beberapa ruas kunyit. Wanita itu menatap kedua tangannya yang bewarna kuning akibat kunyit.


“Harusnya nggak perlu repot- repot kalo cuma mau buat jamu kunyit asam, di AprilMaret juga ada,” ucap Candra yang masih mendumel.

__ADS_1


“Kalo beli di AprilMaret banyak pengawetnya.”


Jamu kunyit asam ini terbukti mampu mengencangkan otot v*g*na agar seperti sedia kala. Selain itu, jamu ini juga membantu tubuh agar tubuh menjadi ramping kembali. Kurang lebih begitu yang Bu Maya dengan dari seorang tetangga yang berasal dari Jawa dan rutin mengkonsumsi jamu.


Lalu ada jamu uyup- uyup yang terbuat dari rempah- rempah seperti kencur, kunyit, lempuyang, temu giring, temulawak, dan daun katuk. Jamu ini bermanfaat untuk menutrisi tubuh, meningkatkan nafsu makan, hingga merangsang produksi ASI. Memang beberapa hari belakangan produksi ASI yang dihasilkan Candra kurang maksimal.


Setelah semua rempah itu siap, Bu Maya pun merebus air. Candra tidak lagi membantu, dia menemui Aurel dan Bu Felin di ruang keluarga. Candra akan memandikan putrinya itu, sementara Bu Felin menghampiri Bu Maya yang sedang fokus membuat jamunya.


“Bu, tau resep jamu biar awet muda?” tanya Bu Felin.


Bu Maya menoleh. “Tentu aja ada. Nanti saya bagi resepnya. Tetangga saya itu pinter banget buat jamu. Kadang saya juga sering dikirimi jamu buatannya. Rasanya juga enak, nggak kayak jamu- jamu instan.”


Bu Maya terlihat sangat antusias mempromosikan jamu buatan tetangganya itu. Begitu juga Bu Felin yang terlihat sangat tertarik dengan cerita besannya itu. Candra yang lewat serta mendengar obrolan mereka hanya menggelengkan kepalanya. Sepertinya sang Mama memiliki bakat terpendam, yakni endorse jamu.


Jamu buatan Bu Maya sudah jadi. Beliau menuangkan ke dalam botol dan menaruhnya di dalam kulkas karena Candra tidak ingin meminumnya sekarang. Juno juga baru saja pulang dari kantor. Sebagai bentuk seorang anak dan menantu yang baik, Juno pun mengantar kedua wanita itu untuk pulang. Sebenarnya tadi Candra meminta Bu Maya dan Bu Felin untuk menginap.


Namun kedua Mamanya itu tidak mau meninggalkan suami masing- masing di rumah. Kini Candra sedang bersantai duduk di halaman belakang bersama dengan Aurel. Tangan Candra dengan gemas menusuk- nusuk pipi chubby putrinya itu. Tiba- tiba Candra mendengar suara langkah kaki dari dalam rumah, karena penasaran dia pun memutuskan untuk masuk ke dalam.


Ternyata Juno sudah kembali dari mengantar Bu Maya dan Bu Felin, pria itu melonggarkan dasinya dan melipat lengan kemejanya hingga siku. Sepertinya Juno tidak menyadari keberadaan Candra di ambang pintu. Pria itu membuka kulkas dan menemukan beberapa botol yang menarik perhatiannya. Candra yang penasaran dengan sang suami pun berjalan mendekat.


“Kamu buat jus jeruk?” tanya Juno membuka botol itu dan meneguknya. Dalam pikirannya, pasti sangat segar meminum jus jeruk ketika tubuhnya merasa gerah.


BRUUSS!


Juno memuntahkan minuman yang berada di dalam mulutnya. Candra yang melihat hal itu membulatkan matanya. Lalu wanita itu segera tahu apa penyebabnya Juno memuntahkan minuman yang diminumnya, karena yang diminum sang suami adalah jamu kunyit asam buatan Bu Maya tadi. Candra hanya meringis dan menahan tawanya melihat hal itu.


“Ini apa? Kok rasanya kayak gini?” tanya Juno memperhatikan botol ditangannya.


...👠👠👠...


Anak Sapi 🤧🤧🤧


__ADS_1


__ADS_2