Mantan Bad Guy

Mantan Bad Guy
Sudah Berakhir


__ADS_3

Mesya menoleh ke belakang dan matanya membulat sempurna melihat kedatangan polisi bersenjata lengkap. Lalu di belakang pasukan polisi itu ada Vian yang menatapnya dengan sangat kecewa. Mesya hendak menghampiri Vian, tapi seorang polisi sudah sigap memborgol tangan wanita itu.


“Anda kami tahan dengan dugaan penculikan dan pembunuhan berencana,” ucap polisi itu segera membawa Mesya pergi darisana.


“Nggak! Gue nggak salah! Vian! Tolong!” pekik Mesya menatap Vian dengan pandangan memelas, tapi Vian memalingkan wajahnya. Namun pria itu mengikuti langkah mereka karena diminta untuk ikut ke kantor polisi sebagai saksi.


“Cepat jatuhkan senjata anda!” perintah seorang anggota polisi meminta pria yang masih menyandera Candra untuk segera menjatuhkan senjata tajamnya.


Namun pria itu menolak, belatinya makin menekan leher Candra. Membuat wanita itu meringis merasakan perih di lehernya. Melihat hal itu membuat Juno meradang, diam- diam pria itu memikirkan sebuah cara agar bisa melepaskan Candra.


DORR!


Suara tembakan membuat Juno terkejut, dia menoleh ke belakang dan mendapati Nata mengacungkan pistol. Timah panas itu berhasil mengenai kaki kanan pria yang menyandera Candra. Kesempatan itu Candra gunakan untuk kabur ke kubu yang lebih aman.


“Argh!” pekik Candra ketika lengannya tergores belati milik pria itu.


“Candra!”


“Candra!”


Pekik Nata dan Juno bebarengan. Salah satu anggota polisi langsung melumpuhkan pria tadi dan membuang belati ditangannya.


Candra tersenyum lega, akhirnya dia bisa bebas. Namun desisan keluar dari mulutnya ketika merasakan sakit di leher dan lengannya. Juno yang hendak mendekat di dorong Nata agar pria itu menjauh, lalu Nata segera memeriksa keadaan sepupunya itu.


“Ayo ke rumah sakit. Obatin luka lo,” ucap Nata.


Belum sempat Candra menjawab, Nata sudah menggendongnya dan segera membawanya pergi tanpa mempedulikan keberadaan Juno.


Juno hanya mendengus melihat Nata yang lebih dulu membawa Candra. Candra sudah pergi dengan mobil patrol Nata, sementara Juno juga harus ke kantor polisi terlebih dulu untuk dimintai keterangan.


“Setidaknya sekarang sudah berakhir,” gumam Juno.


Sebelum ke tempat ini, tadi Juno sengaja memberitahu Vian perihal tingkah istrinya. Tentu Vian tidak langsung mempercayai apa yang Juno katakan. Namun tentu Juno sudah mempersiapkannya dengan matang, bukti- bukti sudah dia kumpulkan.


Sementara Nata yang sudah sampai di sana terlebih dahulu terus memberi informasi pada salah satu teman Juno. Beruntung Nata merupakan anggota kepolisian, jadi bisa dengan mudah pria itu melacak keberadaan Candra.

__ADS_1


Setelah selesai dengan urusannya di kantor polisi, Juno segera menuju rumah sakit dimana Candra dirawat. Sesampainya di sana, ternyata Candra sedang dikerubuti oleh teman- temannya. Di sana juga ada Nata dan seorang pria lainnya, bukan Teo. Juno mengernyitkan dahi melihat pria itu terlihat sangat cemas melihat keadaan Candra. Juno membulatkan matanya melihat tangan pria itu menyentuh pipi Candra. Juno mengepalkan tangannya menahan emosi. Beraninya pria itu menyentuh pujaan hatinya. Juno pun melangkah hendak menyingkirkan pria yang berani menyentuh Candra.


“Kalo lo hajar dia. Lo nggak akan dapet restu, bahkan Candra nggak bakal mau lo nikahin,” ucap Nata menahan Juno.


“Dia siapa sih?” tanya Juno mendengus, tatapannya masih terkunci pada pria itu. Matanya kembali membulat melihat betapa manjanya Candra pada pria itu.


“Abang gue,” jawab Nata menepuk bahu Juno, lalu pria itu ikut bergabung bersama mereka.


Mendengar jawaban dari Nata, membuat Juno tersedak. Hampir saja dia mengacaukan dan hampir saja dia gagal menikahi Candra.


Sementara itu Candra terkejut melihat teman- temannya menjenguknya malam ini. Bahkan Tian sepupunya juga ada di sini. Vina yang paling heboh melihat keadaan sahabatnya itu. Di sana juga ada Lia yang tadi di antar Anton.


“Gimana rasanya disandera, Can?” tanya Vina.


“Peak lo! Kenapa malah tanya pertanyaan nggak bermutu kayak gitu?” ucap Lia berdecak.


“Lo nggak di anter laki lo?” tanya Candra mengernyit.


“Laki gue lagi ke luar kota, cari duit yang banyak buat kasih makan gue dan anak- anaknya nanti,” jawab Vina dengan wajah yang di melas- melaskan.


Sementara Tian dan Nata saling pandang. “Iya, mereka nggak tau kok,” ucap Tian menepuk kepala Candra.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang merasa sangat gerah melihat adegan itu. Nata yang pertama menyadari menyunggingkan senyumnya.


“Dek, kayaknya ada yang cemburu di sana,” celetuk Nata menunjuk Juno yang berdiri mematung.


Semua mata spontan melihat pada sosok Juno yang malah terlihat seperti buron. Di tatap seperti itu membuat Juno salah tingkah. Apalagi di sana juga ada calon kakak iparnya.


‘Gue harus jaga image,’ batin Juno.


“Dia kenapa, Can?” bisik Vina mengernyitkan dahi melihat senyum bodoh Juno.


Candra tertawa dan menggeleng. “Grogi kayaknya.”


Juno dapat bernapas lega, kini orang- orang yang tadi mengerubungi Candra sudah bubar. Teman- teman Candra pamit pulang, sementara Nata dan Tian pamit untuk menjenguk Pak Haris. Kini hanya ada Candra dan Juno duduk di taman rumah sakit. Masih belum ada percakapan di antara keduanya.

__ADS_1


“Maaf,” ucap Juno menatap wajah Candra.


Candra menoleh dan juga menatap wajah Juno. Candra benar- benar rindu pada Juno, beberapa hari ini pria di depannya hilang tanpa kabar. Namun kini pria itu berada di depan matanya. Air mata kembali mengalir membasahi pipi Candra. Meihat hal itu membuat Juno kembali diliputi rasa bersalah.


“Pasti kamu takut, maaf,” kata Juno hendak membawa Candra ke dalam pelukannya, tapi wanita itu menahan bahu Juno.


“HP kamu kecemplung got, hah? Atau udah bangkrut sekarang? Nggak mampu beli kuota?” tanya Candra, ekspresinya terlihat sangat marah.


Juno terkekeh mendengar pertanyaan Candra. Sementara Candra mencebik kesal melihat wajah pria di depannya yang sepertinya tidak merasa bersalah.


“Nggak usah cengengesan! Jawab! Kamu perjalanan bisnis kemana? Pedalaman mana sampe nggak bisa kasih kabar?”


GREP!


Juno membawa Candra ke dalam pelukannya. Mengisi kembali tenaga yang seharian ini terkuras. Rasa rindu Juno pun juga terobati seketika. Candra membalas memeluk Juno, dia membenamkan wajahnya pada dada bidang pria itu.


“Kemarin aku ke Korea,” ucap Juno.


Mendengar itu Candra spontan melepas pelukannya. “Ngapain ke Korea? Mau nonton Blackpink?”


“Blackpink? Siapa?”


Candra menggeleng. “Nggak perlu tau. Bagus malah, jangan pernah cari tau siapa itu Blackpink,” ancam Candra.


Juno tersenyum dan mengangguk. Lagi, dia kembali memeluk Candra. Rasanya sangat nyaman berada dalam dekapan Candra.


“Kamu ngapain sih titipin cincin segala ke Mama?” tanya Candra.


Mata Juno yang tadi memejam menikmati pelukan Candra, seketika membuka sempurna. “Kok kamu tau?”


“Mama yang cerita,” jawab Candra polos.


...👠👠👠...


Tertanda: Otor Kyut 😗😗😗

__ADS_1



__ADS_2