Mantan Bad Guy

Mantan Bad Guy
Drama Korea Vs Ikatan Cinta


__ADS_3

Candra merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Di rumah ini Candra memakai kamar tamu yang berada di lantai satu untuk tidur. Bu Maya tidak memperbolehkannya memakai kamar Candra yang berada di lantai dua. Alasannya adalah karena Candra sudah hamil besar dan akan berbahaya jika naik turun tangga. Alhasil Bu Maya menyiapkan kamar tamu guna putrinya itu tidur selama berada di rumah ini. Ponsel Candra berdering, sebuah panggilan masuk ke ponselnya. Tangan Candra meraba- raba sekitar tempat tidurnya untuk mencari keberadaan benda pipih itu.


“Eh? Mas Juno?”


Candra langsung bangun dari tidurannya setelah melihat siapa yang menelponnya. Wanita itu duduk dengan punggung menyandar pada sandaran ranjangnya.


“Halo?” sapa Candra.


“Kamu lagi apa, Yang?” tanya Juno dari seberang sana.


“Lagi di kamar aku. Tadi habis makan malam. Kamu udah sampai Bandung?”


“Udah barusan. Baru sampai rasanya aku pengen pulang lagi.”


“Lebay banget. Kamu udah makan malam?”


“Udah, tadi sebelum sampai hotel kita mampir makan dulu.”


“Ya udah sekarang kamu istirahat. Besok pagi ada acara, kan?” tanya Candra.


“Iya. Kalau gitu aku tutup dulu, ya? Good night, Sayang. Jangan tidur malam- malam.”


“Iyaa. Bye- bye.”


Obrolan via telepon bersama Juno berakhir. Candra kembali meletakkan ponslenya di tempat tidur, sementara matanya kini menatap kopernya. Baju- baju di dalam koper itu belum sempat Candra bereskan. Dengan langkah diseret, Candra menghampiri kopernya. Dia berniat menata semua pakaiannya di dalam lemari pakaian yang ada di kamar ini. Beberapa menit kemudian, Candra selesai menata semua pakaiannya. Pakaian itu sudah tertata rapi di dalam lemari. Dia tersenyum puas.


“Haus,” gumam Candra.


Candra pun keluar dari kamarnya untuk mencari air minum. Di ruang keluarga wanita itu menemukan Bu Maya yang sedang menonton sinetron kesukaannya. Candra menggelengkan kepalanya dan segera menuju dapur untuk mengambil segelas air putih. Dia membawa segelas air itu ke ruang keluarga. Candra duduk di sebelah Bu Maya yang sangat fokus pada layar televisi, benar- benar tidak terusik dengan kedatangan Candra.


“Papa kemana?” tanya Candra.


“Jadwal ronda malam ini,” jawab Bu Maya tanpa menoleh pada lawan bicaranya.


“Nonton apa sih?” tanya Candra ikut memperhatikan layar televisi.


“Ikatan Cinta.”

__ADS_1


Candra tidak habis pikir dengan Mamanya. Pasalnya Bu Maya sangat suka menonton sinetron Indonesia yang jumlah episodenya sekarang sudah sampai tigaribu episode lebih dan sepertinya ibu- ibu tidak bosan dengan alur cerita sinetron tersebut.


“Ma, nonton drama Korea aja, ya?”


“Nggak mau, Mama mau nonton ini. Mama pengen tau gimana kelanjutan ceritanya si Elsa, gemes banget Mama sama dia. Ada, ya, orang jahatnya gitu?”


“Candra ada drama Korea bagus lho. Pemainnya Lee Min Ho.”


Bu Maya menggeleng, masih belum tertarik. “Nanti aja, setelah Ikatan Cinta selesai.”


Candra mendengus melihat kegigihan Bu Maya yang tidak mau mengganti tontonannya. Lalu dengan usil, Candra meraih remot yang tergeletak di meja. Candra mengganti channel televisi, mencari- cari channel televisi Korea yang sedang menampilkan sebuah drama Korea yang juga sedang hits saat ini.


“Mau lihat kupu- kupu?” tanya pemain utama di drama itu.


“Dimana?”


“Di rumahku.”


“Candra! Kenapa kamu ganti?” pekik Bu Maya menatap tajam pada Candra.


“Candra pengen nonton drama Korea, lagian Ikatan Cinta lama banget nggak tamat- tamat. Semenjak Candra belum nikah sampai sekarang mau brojolin anak, mana si Elsa juga tambah nggak ada akhlak. Mending nonton Lee Min Ho tuh.”


Candra meringis mendengar ucapan Bu Maya. Ternyata Mamanya sudah bisa membedakan wajah Lee Min Ho dengan aktor- aktor Korea lainnya. Remot di tangan Candra direbut paksa oleh Bu Maya. Lalu beliau kembali mengganti channel yang masih menayangkan adegan sinetron favoritnya itu. Candra hanya bisa pasrah, sudah dipastikan dia akan kalah melawan emak- emak pecinta Andin dan Mas Al itu. Bahkan kini remot televisi berada di dalam pelukan Bu Maya.


“Itu anaknya Andin nggak lahir- lahir dari dulu,” gumam Candra memberi komentar.


“Diem kamu, ganggu konsentrasi Mama,” sewot Bu Maya.


Candra hanya mencibir, dia pun meraih ponselnya yang tadi memang dia bawa. Wanita itu memutuskan untuk menonton drama Korea di ponselnya. Candra mesem- mesem melihat adegan romantis sebuah drama.


“Candra, kecilin volumenya,” peringat Bu Maya merasa terganggu dengan suara di ponsel Candra.


“TV- nya aja yang dikecilin volumenya,” kata Candra tidak mau kalah.


“Pindah ke kamar aja sana kalau kamu cuma mau ganggu!”


“Kok malah Candra yang diusir? Lagipula Mama udah nonton dari beberapa jam yang lalu.”

__ADS_1


“Kamu dateng- dateng ganggu Mama nonton, jadi kamu yang pindah.”


“Ya mana bisa? Harusnya Mama ngalah sama anaknya dong, Candra juga mau nonton TV. Dari tadi TV- nya di monopoli sama Mama,” kata Candra tidak terima.


“Mama nonton cuma pas malem, kenapa tadi kamu nggak nonton sendiri?”


“Karena acaranya belum mulai. Drama Korea kesukaan Candra mulai malam hari.”


Pertengkaran itu terus berlanjut hingga Pak Haris pulang dari ronda. Kurang lebih jarum jam sudah menunjukkan angka sebelas. Malam sudah sangat larut, tapi dari dalam rumah maish terdengar suara ribut. Beliau menggelengkan kepala melihat sang istri dan putrinya sedang berebut remot televisi.


“Astaga kalian ini! Apa sih yang kalian ributin?” tanya Pak Haris.


“Mama nggak mau gantian nonton, Pa,” adu Candra pada Pak Haris.


“Jadwal Mama nonton itu malam, Papa tau, kan? Tuh kasih tau si Candra,” kata Bu Maya sewot.


“Mama ngalah dong, Candra jarang nginep di sini. Biarin dia nonton, lagipula tiap hari Mama juga nonton itu.”


“Jadi Papa belain Candra, hah? Tiap hari Mama nonton biar nggak ketinggalan ceritanya, kalo sehari nggak nonton nanti Mama kelewatan alurnya. Mama jadi nggak paham jalan ceritanya.”


“Mama bisa nonton di youtube, banyak videonya di sana,” ucap Candra memberi solusi.


“Mama nggak ngerti nonton- nonton di youtube. Masih ada TV kenapa harus nonton di youtube?”


Candra menepuk dahinya, dia benar- benar kehilangan kata- kata menghadapi Mamanya ini. Sementara Pak Haris masih berdiri di sana, memperhatikan keduanya yang masih beradu mulut.


“Acaranya udah selesai, sekarang kalian masuk kamar! Tidur!” perintah Pak Haris.


“Tapi, Pa. Candra masih…”


“Cepat sana masuk kamar kamu!” potong Pak Haris menatap tajam pada Candra.


Candra pun hanya menurut dan masuk ke dalam kamarnya. Sementara Bu Maya masih menggerutu, beliau melewatkan sinetronnya karena terlalu sibuk meladeni Candra tadi. Bu Maya pun melangkah masuk ke dalam kamar tanpa sepatah kata pun dan membanting pintu cukup keras.


“Nah, sekarang nonton bola,” gumam Pak Haris mengambil remot televisi.


...👠👠👠...

__ADS_1



__ADS_2