Mantan Bad Guy

Mantan Bad Guy
Gara-Gara Mas Vincen


__ADS_3

Akhirnya kini Candra mengajak Juno untuk menonton drama Korea bersama. Keduanya duduk lesehan di lantai dengan laptop milik Candra berada di depan mereka. Mata Candra masih fokus pada layar laptopnya, sementara Juno mau tidak mau juga ikut menonton. Padahal dia juga tidak paham dengan alur dari drama itu


“Lho? Emasnya kemana? Kok tiba- tiba hilang?” tanya Juno.


“Tonton aja adegan selajutnya,” jawab Candra menyumpal mulut Juno dengan keripik di tangannya.


Sejak tadi memang mulut Juno tidak berhenti ngoceh, bertanya ini itu yang membuat Candra jadi tidak fokus menonton.


“Tuh kejawab pertanyaan kamu tadi. Mereka pindahin emasnya.”


Juno hanya mengangguk- anggukkan kepalanya. Sebenarnya dia sangat bosan saat ini, Juno ingin mengajak Candra keluar menghabiskan waktu bersama karena besok mereka sudah harus kembali berpisah.


Candra meregangkan kedua tangannya yang terasa sangat pegal. Saat ini sudah sore, bahkan langit mulai menggelap. Candra menoleh pada Juno yang tertidur. Pria itu pasti lelah menemaninya menonton drama hingga berjam- jam. Candra menggoyangkan lengan Juno, hendak membangunkan pria itu.


“Jun, bangun,” panggil Candra masih mencoba membangunkan pria itu.


“Bangun, Jun. Udah sore, kamu nggak pulang dulu?”


“Hmm.” Hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Juno membuat Candra mendengus. Namun mata pria itu masih terpejam.


Candra pun tidak kehabisan akal. Tangannya usil mencubit hidung mancung Juno agar pria itu tidak bisa bernapas. Benar saja, baru beberapa detik Juno gelagapan.


“Kamu mau bunuh aku?” tanya Juno membulatkan matanya.


“Ckck, lagian daritadi nggak bangun- bangun,” gerutu Candra.


GREP!


Candra membulatkan matanya ketika tiba- tiba saja Juno memeluknya. Pria itu menepuk- nepuk punggung Candra.


“Ayo keluar. Aku mau habisin waktu bareng kamu. Besok kita LDR lagi,” ucap Juno dengan suara memelas.


Mendadak Candra merasa bersalah. Gara- gara drama Korea, Juno jadi kehilangan momen bersamanya.


‘Dasar Mas Vincen. Hiks, tapi bukan salah Mas Vincen juga sih,’ batin Candra.


Juno masih betah memeluk Candra, sementara wanita itu sudah jengah. Candra berusaha melepas pelukan Juno, tapi nihil. Pelukan Juno malah makin erat, hingga membuat Candra sesak. Tiap Candra hendak melepas pelukan itu, Juno akan bergumam jika dirinya masih rindu pada Candra.


“Heh! Lo ngapain?” bentak sebuah suara mengagetkan Candra maupun Juno.


Pelukan itu berhasil terlepas dan di ambang pintu Nata berdiri dengan tampang galak. Candra panik melihat wajah Nata yang sedang menahan emosi itu. Sementara Juno mengkeret, pria itu menundukkan kepalanya.


“Lo! Gue mau ngomong sama lo!” tunjuk Nata pada Juno yang masih menundukkan kepalanya. “Heh! Lo denger gue nggak?”

__ADS_1


Juno gelagapan dan langsung menghampiri Nata. Candra hanya bisa meringis melihat Juno yang sekarang tidak segarang dulu. Sebelumnya Juno masih berani melawan Nata, tapi kini Juno benar- benar menjaga sikapnya di depan Nata. Sembari menunggu Juno, Candra pun memutuskan untuk mandi terlebih dulu.


Beberapa menit kemudian Candra turun menemui Juno yang ternyata masih bersama dengan Nata. Candra menggelengkan kepalanya melihat pemandangan di depannya. Dimana Juno yang seperti sedang berada di militer.


“Ckck, udahlah, Bang. Lo kesini cuma mau ngomelin Juno? Sayang waktu lo terbuang percuma,” ucap Candra pada Nata. Mendengar pembelaan dari sang kekasih, Juno menyunggingkan sedikit senyuman.


“Kenapa lo mesem- mesem? Mentang- mentang ada yang bela, iya? Inget, gue belum kasih restu.”


PLAK!


Candra menggeplak punggung Nata sekuat tenaga, membuat pria itu memekik kesakitan. Sementara melotot pada sepupunya itu.


“Cuma lo doang yang belum kasih restu? Emak Bapak gue udah restuin. Udah deh, daripada ngurusin gue sama Juno mending lo cari calon istri sana,” semprot Candra. “Ayo, Jun!” ajak Candra menarik Juno dan berlalu meninggalkan Nata yang ternganga.


“Kalian mau kemana?” tanya Bu Maya pada Candra dan Juno.


“Mau jalan- jalan keluar, Ma,” jawab Candra.


“Izin Papa dulu sana.”


Candra mengerucutkan bibirnya. Wanita itu pun mendorong Juno untuk menemui Pak Haris yang maish sibuk dengan burungnya. Juno menggaruk tengkuknya, lalu berjalan mendekat ke arah Pak Haris.


“Om, saya mau minta izin ajak Candra keluar. Boleh?” tanya Juno takut- takut


“Tapi…”


“Makasih, Pa. Candra janji pulang sebelum jam sembilan. Kita berangkat sekarang, ya?” potong Candra ketika Juno hendak melontarkan protes.


“Hati- hati di jalan.”


...👠👠👠...


Keduanya memutuskan untuk berjalan- jalan di sebuah Mall. Suasana Mall ini cukup ramai karena memang hari ini weekend. Candra sedang asyik memakan es krimnya sambil sesekali matanya melirik pada toko- toko yang mereka lewati.


“Kamu mau beli apa?” tanya Juno pada Candra.


“Kamu baru gajian, ya?”


“Aku nggak pernah gajian,” jawab Juno dengan wajah datar.


“Aku nggak mau beli apa- apa. Tabung aja duitnya buat sewa gedung nanti,” ucap Candra berjalan lebih dulu, dia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya.


“Kamu mau beli itu?” tanya Juno menghampiri Candra.

__ADS_1


“Nggak. Aku cuma pengen lihat,” jawab Candra tanpa menoleh.


“Yakin?”


Candra menoleh pada Juno. “Kalo kamu maksa mau beliin, ya aku bisa apa.”


“Tapi jangan yang gambar itu. Pilih yang lain.”


Candra mendengus, dia kembali meletakkan mug keramik dengan gambar salah satu aktor Korea. Lalu pilihan Candra jatuh pada salah satu mug dengan gambar yang berbeda.


“Yang ini aja, ya?” pinta Juno memilihkan sebuah mug dengan gambar anak tikus.


“Nggak mau. Bagus yang ini. Gambarnya Mas Vincen,” ucap Candra masih ngotot.


“Kalo yang itu nggak awet, disentil dikit paling pecah.”


“Ckck, ya udah nggak jadi beli.”


Candra tersenyum membelai mug dengan gambar wajah Mas Vincen. Sementara Juno menatap datar pada Candra. Setelah dibelikan mug itu, seketika Candra melupakan Juno. Bahkan wanita itu tidak sadar jika Juno tertinggal di belakang.


“Jun, ayo ma… Lho?” ucapan Candra tidak dilanjutkan. Wanita itu terkejut karena yang berjalan di sampingnya kini bukan Juno.


“Mbak Cantik, sendirian aja? Boleh minta nomor WA- nya?” pinta seorang cowok remaja pada Candra.


Candra mengernyitkan dahi pada cowok itu. “Ma…”


“Ayo, Sayang. Kamu mau makan dimana?” potong Juno yang tiba- tiba muncul merangkul bahu Candra dan segera membawa wanita itu pergi darisana.


Juno menoleh ke belakang dan menatap tajam pada cowok remaja tadi. Cowok remaja tadi pun segera pergi darisana setelah mendapat tatapan mematikan dari Juno.


“Kamu darimana tadi?” tanya Candra menatap wajah Juno tanpa rasa bersalah.


“Kamu lupa? Kamu yang ninggalin aku tadi,” jawab Juno menyentil dahi Candra. Membuat wanita itu mengaduh kesakitan.


“Masa sih?” tanya Candra tanpa dosa. Sementara Juno, ingin rasanya menjitak kepala Candra saking gemasnya.


...🥊🥊🥊...


Tertanda: Otor Kyut 👉😗


Ini Mas Vincen yang meresahkan


__ADS_1


__ADS_2