Mantan Bad Guy

Mantan Bad Guy
Janji Suci Sehidup Semati


__ADS_3

Tangan Candra basah oleh keringat. Dia benar- benar gugup hari ini. Sepertinya Candra kena karma karena telah mengejek Vina waktu itu. Sudah berlembar- lembar tisu Candra habiskan untuk menyeka keringatnya, bahkan MUA – Make Up Artist – mengomel karena make up yang Candra pakai luntur. Hari ini merupakan hari yang sangat penting bagi Candra.


Hari bersejarah yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidup. Hari pemberkatan Juno dan Candra akan dilaksanakan beberapa menit ke depan. Sebelum pemberkatan, Candra dan Juno mengikuti serangkaian prosesi terlebih dulu. Kemarin keduanya mengikuti bimbingan pembekalan pernikahan atau katekisasi pranikah, tujuan pembekalan pernikahan yaitu untuk menunjang penyelenggara acara pernikahan yang lebih bahagia dan bertanggung jawab.


Lalu selanjutnya bidston pernikahan, yaitu kegiatan doa di gereja. Kegiatan ini sebagai ungkapan rasa syukur dan pengharapan untuk kelancaran acara berikutnya.


Dan tibalah kini saatnya pemberkatan. Candra sudah di suruh memasuki gereja, berjalan berdampingan dengan Pak Haris menuju altar. Sementara di depan sebuah mimbar sudah ada seorang pendeta dan Juno yang berdiri gagah dengan setelan jas hitamnya. Candra makin merasa gugup. Juno menghampiri keduanya dan mengulurkan tangannya untuk menggandeng Candra.


Pak Haris menyerahkan Candra pada Juno dan membisikkan beberapa kata singkat untuk Juno. Candra dan Juno pun berjalan menuju depan mimbar, sementara Pak Haris duduk di sebelah Bu Maya yang sejak tadi beruraian air mata. Sesampainya di depan pendeta, keduanya diminta mengucapkan janji pernikahan yang dipandu oleh pendeta.


“Di hadapan Tuhan, hamba- Nya, dan jemaat- Nya yang kudus, saya Arjuno Emanuel Levin menerima engkau Candra Delma Benedict sebagai isteri satu- satunya dan sah di dalam Tuhan. Saya berjanji akan selalu mengasihimu, baik dalam keadaan suka maupun duka, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kita atau Yesus datang untuk kedua kalinya. Saya berjanji bahwa segala milikku adalah milikmu juga. Bapa tolong saya untuk memenuhi janji saya ini,” ucap Juno dengan menatap lurus pada mata Candra. Candra menahan napasnya, jantungnya berdegup dengan cepat saat ini.


“Di hadapan Tuhan, hamba- Nya, dan jemaat- Nya yang kudus, saya Candra Delma Benedict menerima engkau Arjuno Emanuel Levin sebagai suami satu- satunya dan sah di dalam Tuhan. Saya berjanji akan selalu tunduk dan melayanimu, baik dalam keadaan suka maupun duka, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kita atau Yesus datang untuk kedua kalinya. Saya berjanji bahwa segala milikku adalah milikmu juga. Bapa tolong saya untuk memenuhi janji saya ini,” ucap Candra dengan suara yang bergetar di awal. Juno tersenyum mendengar janji pernikahan yang diucapkan Candra.


Prosesi pemberkatan selesai, kini selanjutnya adalah penyematan cincin. Juno menyematkan cincin di jari manis tangan kanan Candra. Begitu juga dengan Candra melakukan hal yang sama seperti Juno, dia menyematkan cincin di jari manis tangan kanan pria itu. Senyum keduanya merekah. Mempelai pengantin tersebut dinyatakan sah secara agama dan negara sebagai pasangan suami istri.


Prosesi selanjutnya adalah sungkeman. Mempelai laki- laki akan berdiri di sebelah kanan dan mempelai perempuan di sebelah kiri untuk melakukan sungkeman sebagai ucapan terima kasih kepada kedua orang tua. Air mata membasahi pipi mereka ketika melakukan prosesi sungkeman ini.


Setelah prosesi sungkeman selesai, berikutnya acara memasuki penutup. Prosesi pernikahan atau pemberkatan ini akan di tutup oleh lantunan doa berkat serta nyanyian penutup. Acara inti sudah selesai dan berjalan dengan lancar. Sekarang Candra dan Juno berpindah tempat ke gedung untuk menyelenggarakan acar resepsi. Dari gereja menuju tempat resepsi hanya membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam.


“Kamu mau honeymoon dimana?” tanya Juno ketika mereka berada di dalam perjalanan menuju gedung tempat resepsi.


“Hmm, kemana aja. Lagian hari ini aku datang bulan,” jawab Candra menyenderkan kepalanya pada bahu Juno.


Mendengar jawaban dari Candra, ekspresi Juno mendadak berubah. Spontan pria itu menoleh pada Candra.

__ADS_1


“Kamu datang bulan?” tanya Juno membulatkan matanya. Candra hanya mengangguk sebagai jawaban, dia memainkan cincin di tangan Juno. “Nggak bisa buat Juno Junior dong,” lanjut Juno dengan wajah kecewa.


PLETAK!


Candra menyentil mulut Juno yang blak- blakkan itu. Sementara Juno mengusap bibirnya yang terasa sakit.


“Tuh Pak Sopir denger, sembarangan kalo ngomong,” ucap Candra kesal.


“Sorry,” gumam Juno memeluk Candra dari samping, sementara wanita itu hanya memutar bola matanya malas.


...👠👠👠...


Candra dan Juno sudah tiba di gedung untuk acara resepsi. Di dalam sana mereka sudah disambut banyak tamu undangan. Acara pesta ini sangat mewah, Juno mengundang hampir semua rekan kerja dan teman- teman komunitas tinjunya. Sementara Candra hanya mengundang teman- teman sekolahnya dulu, juga beberapa guru SMA.


Ada juga beberapa teman kuliah yang memang berasal dari Indonesia, sementara mereka yang berada di Paris masih bisa mengikuti pesta resepsi Candra dengan aplikasi Zoom Meeting. Sekarang Candra dan Juno sedang bersiap melempar bunga. Di belakang mereka sudah banyak manusia- manusia jomblo yang sangat berharap mendapat bunga itu.


2


3


Candra dan Juno melempar bunga itu bersama. Teriakan heboh dan melengking membahana di dalam gedung ini. Namun setelahnya mendadak suasana hening. Penasaran Candra dan Juno pun menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang mendapat bunga dari mereka.


“Bunganya mana?” tanya Candra masih mencari- cari. “Siapa yang dapet?”


“Sayang. Itu bunganya disana,” ucap Juno menunjuk sebuah meja.

__ADS_1


Mata Candra membulat sempurna. Bunga itu menancap dengan sempurna di kue pengantin milik mereka.


Candra pun meminta maaf pada para tamu undangan. Ingin rasanya dia menghilang saat ini juga, malu sekali. Lagi- lagi acara pesta ini dimeriahkan oleh para biduan IPA 5 yang sangat semangat berada di atas panggung kecil di sudut ruangan. Lia dan teman- teman perempuan alumni IPA 5 asyik bernyanyi di sana. Namun Vina tidak ikut bergabung, semenjak mulai mengandung wanita itu mulai anteng. Mata Candra membulat melihat Ifi, Nisa, dan Novi ternyata juga datang. Dia tidak menyangka jika teman- temannya itu jauh- jauh dari Paris datang ke pesta pernikahannya.


“Kalian nggak sibuk?” tanya Candra menghampiri tiga orang itu.


“Sibuklah. Tapi demi lo, kita libur dulu,” jawab Nisa.


“Selamat, Can. Akhirnya lo sold out juga,” kata Novi.


“Makasih, kalian cepet nyusul gue. Lo sampai sekarang masih jomblo, Fi?” tanya Candra pada Ifi.


Nisa, Novi, dan Ifi saling berpandangan. Nisa dan Novi mesem- mesem, membuat Candra mengernyitkan dahinya bingung.


“Kalian kenapa sih?” tanya Candra.


“Si Ifi udah bukan jomblo ngenes sekarang. Dia punya cowok, mana ganteng lagi,” jawab Nisa dengan ekspresi menggoda Ifi.


“Eh? Beneran? Siapa cowok dia?” tanya Candra terkejut.


“Kapan- kapan gue kenalin, Can,” ucap Ifi.


...🥊🥊🥊...


Tertanda: Otor Tremor ngetik episode ini 🤧🤧🤧

__ADS_1


Otor baik dan cangtip ini bakal kasih tau visual Nisa, Novi, dan Ifi 🙂



__ADS_2