
Lucas menghampiri Darren yang tengah berada di dalam kamarnya untuk mengganti bajunya.
"Lihat hpmu deh sekarang?" Ucapnya begitu masuk tanpa basa-basi.
"Memangnya ada apa?" Cuek Darren menanggapi perkataan Lucas padanya.
"Tuh bener, lu pasti belum tau kan soal ini!" Lucas pun menyodorkan hp miliknya pada Darren.
"What the f.., apa-apa'an ini?" Marah Darren yang langsung membuang hp milik Lucas diatas kasur miliknya.
"Woi, woi, woi, marah sih marah, tapi jangan banting hp gue juga dong!" Ucap Lucas yang langsung mengambil hp miliknya.
Darren tak perduli dengan perkataan Lucas yang terlihat keberatan.
"Siapa yang mengunggahnya? Enggak deh, kapan tepatnya berita itu di unggah?" Tanya Darren yang lebih perduli dengan berita tentangnya.
"Kalau dilihat sih baru aja, mengingat beritanya masih hangat begini." Jawab Lucas yang tak henti-hentinya mengelus-elus hp miliknya dengan lembut.
"Apa lu sudah mengatasinya?" Tanya Darren lagi.
"Yap, gue udah memerintahkan untuk menurunkan beritanya, mungkin bentar lagi akan ditarik. Tapi, meski sudah ditarik pun, beritanya sudah terlanjur tersebar, mana respon dari yang baca banyak banget." Jelas Lucas.
"Gue gak perduli soal itu, nanti kalau beritanya sudah ditarik, tinggal bikin statment bantahan aja kalau pernikahan itu tidak akan pernah terjadi. Pokonya lu pastikan aja beritanya benar-benar ditarik dari media manapun." Ujar Darren mencoba menekankan kalimatnya.
"Ok, tapi apa lu udah ada gambaran soal siapa yang mengunggahnya?"
"Ya cari tahu lha, itu kan tugasmu!" Ucap Darren menatap datar pada Lucas.
"Sial, salah gue pake nanya sama dia." Umpatnya yang tak bisa membantah perkataan Darren padanya.
...
Satu jam setelah acara keluarga Darren dan Laura, berita tentang pernikahan antara mereka keluar, meski sebenarnya belum ada kesepakatan antar kedua belah pihak keluarga, nyatanya berita itu terlanjur keluar di depan media.
__ADS_1
Berita yang menyebar itu nyatanya telah sampai ditelinga keluarga Darren. Sama dengan Darren yang cukup kaget akan berita yang keluar, kakek Ferdi pun juga merasakan hal yang sama saat diberitahu oleh sang sekretaris yang juga asisten pribadinya.
"Apa-apa'an ini?" Marah kakek begitu tau isi berita yang keluar. "Siapa yang menyebarkannya?" Tanya beliau pada asisten pribadinya.
"Itu.., sampai sekarang saya masih mencoba untuk mencari tahu." Jawab asisten pribadinya yang bernama Doni.
"Baiklah coba kamu cari tahu soal ini, tapi yang lebih penting tarik dulu beritanya." Ucap Kakek sembari mengembalikan handphone pada asistennya itu.
"Baik, kalau begitu saya undur diri." Doni pun berbalik keluar dari ruangan kakek.
"Duh, kalau begini sih, dia makin gak mau pulang kerumah!" Pusing kakek yang memikirkan cucunya Darren ketika melihat berita itu keluar.
Harapan kakek Ferdi untuk melihat cucu laki-lakinya untuk pulang kerumah sepertinya akan semakin sulit, dengan berita pernikahannya bersama Laura keluar, membuat harapan itu semakin jauh.
"Dia pasti mikir kalau aku yang nyebarin beritanya." Ucap kakek Ferdi mengacu pada cucunya Darren. Ia menghela nafas panjang memikirkan hubungan buruknya dengan sang cucu.
"Coba dulu aku gak memaksanya pulang!" Gumamnya mengingat akan kecelakaan Darren dulu. Lagi-lagi kakek Ferdi hanya bisa menghela nafas panjang, raut wajahnya seolah menyesal akan hal yang dulu ia lakukan. Karena tragedi itu, hubungannya dengam sang cucu menjadi renggang. Kekek Ferdi pun beralih ketempat tidurnya untuk membaringkan tubuhnya.
Ketika melihat isi berita yang keluar. Papa Darren terlihat terkejut, namun lain halnya dengan sang istri yang tampak tenang merespon berita yang keluar. Natalie, yang juga ibu tiri dari Darren terlihat tak terlalu tekejut dengan berita yang ia lihat.
"Duh, apa kamu dan papa sudah setuju soal pernikahan mereka berdua?" Ucap Natalie mengacu berita tentang Darren dan Laura, pada sang suami yang masih menatap layar ipadnya.
"Kamu kan ada disana tadi, kalau pembicaraan soal itu belum sampai kesana." Balas Edward menanggapi pertanyaan istrinya dengan terus fokus pada layar ipad miliknya.
"Iya sih, tapi kamu dan papamu kan bicara lumayan lama diluar, waktu mengejar Darren tadi." Sambung Natalie.
"Tidak ada pembicaraan seperti itu, papa hanya bertanya apa yang aku bicarakan dengan Darren tadi." Jelas Edward tanpa sekalipun melihat ke arah istri yang duduk disampingnya, dengan terus menatap layar ipad dan handphone miliknya.
Natalie merasa kesal karena sang suami tak memberitahukan soal isi pembicaraanya dengan papanya.
"Kamu gak bertengkar lagi kan sama Darren?" Tanya Natalie yang masih ingin mengorek isi pembicaraan sang suami dengan mertuanya.
"Darren ya sikapnya seperti biasa, tidak ada yang berubah, hubungan kita berdua juga masih sama seperti ini!" Jawab Edward yang terlihat enggan menanggapi pertanyaan dari istrinya.
__ADS_1
Natalie terlihat menahan gemas melihat jawaban yang keluar dari mulut sang suami.
"Terus apa yang kalian obrolin? Apa tadi kamu membahas soal perjodohan itu sama Darren?" Tanya Natalie lagi.
Edward menengok sekilas wajah istrinya yang mulai terlihat kepo. "Mending kamu tidur, gih." Pinta Edward pada Natalie, lalu kembali menatap layar ipadnya.
Dingin banget sih jadi suami. - Batin Natalie melihat sikap cuek sang Suami, dan ia pun memilih membaringkan tubuhnya segera setelah tak mendapat jawaban yang bagus dari suaminya.
"Untung berita itu sudah keluar" Batinya tersenyum, lalu mencoba menutup kedua matanya.
...
Berita pernikahan antara Darren dengan Laura agaknya tak hanya masuk kedalam telinga sang pemilik sorotan, yaitu Darren itu sendiri, namun juga sudah masuk pada keluarga besarnya, tak terlepas pada keluarga Laura itu sendiri.
"Wah.. Padahal baru beberapa menit yang lalu diunggah, tapu beritanya sudah hilang saja." Laura terlihat tak percaya melihat berita tentang pernukahanya sudah dihapus oleh pihak keluarga Darren.
"Baguslah sudah dihapus." Celetuk papa Laura.
"Kok bagus sih, pa! Harusnya kan menyayangkannya?" Protes Laura.
"Justru karena dihapus itu malah bagus, biar orang makin penasaran sama beritanya!"
"Aha! Bener juga kata papa." Laura terlihat setuju dengan pernyataan papanya.
"Semoga dengan adanya berita yang terlanjur keluar ini, perjodohan kalian berdua bisa tetap berlanjut." Kali ini mama Laura ikut menimpali.
"Harus dong." Ucap Laura. "Aku yakin mereka tidak akan bisa menolak setelah berita ini keluar! Dan akhirnya, mau tidak mau perjodohan itu akan tetap terlaksana." Lanjutnya dengan penuh keyakinan.
Kedua orang tua Laura mengangguk setuju dan ikut tersenyum bersama Laura.
Namun, karena berita yang keluar sesaat itu telah melukai hati dan juga perasaan seseorang yang melihatnya. Meski berita itu sudah ditarik dari media sesaat setelah berita itu keluar, namun beritanya telah sampai pada telinga Airin yang saat itu tak sengaja mendengar obrolan orang ketika berada di dalam kamar mandi.
Hatinya seketika sakit, dadanya sesak dan entah mengapa air matanya keluar dengan sendirinya.
__ADS_1